HIJRAHKU BUKAN KARENA CINTA

HIJRAHKU BUKAN KARENA CINTA
Muhammad Yusuf Al Fath


__ADS_3

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


Hari berlalu tidak terasa Tiga bulan usia pernikahan Ella, selama itu cinta di antara di antara keduanya mulai tumbuh, pagi itu mereka berdua sudah siap untuk pergi ke pesantren Darussalam.


Mereka berdua datang untuk menjenguk Maira sekaligus melihat bayinya, satu bulan yang lalu Maira sudah melahirkan dan Ella belum sempat menjenguk nya karena Aaron terus membawa Ella jika ada pekerjaan di luar negeri.


Maira melahirkan seorang bayi laki laki tampan mirip seperti Gus Azka, tapi sayang setelah melahirkan kesehatan Maira menurun drastis, dalam sebulan Maira berkali kali di larikan kerumah sakit,Maira pendarahan hebat, saat ini dia tidak bisa memberikan Asi untuk putranya.


"Mas,, nanti boleh tidak jika aku tidak langsung pulang, aku masih mau bersama Queena terlebih dahulu." ucap Ella.


"Boleh, setelah pulang kantor sekalian aku jemput ya." balas Aaron.


"Terimakasih Mas,,"


Mereka berdua berangkat bersama menuju pesantren Darussalam, sampai disana mereka berdua di sambut dengan hangat, Aaron tidak bisa lama lama karena Aaron ada meeting pagi.


Ella menggendong bayi Gus Azka yang di beri nama Muhammad Yusuf Al Fath,bayi merah yang begitu menggemaskan.


"Masyaallah tampannya kamu nak." ucap Ella.


"Terimakasih ya Ell sudah mau menyempatkan datang kesini." ucap Maira tulus, wajahnya begitu pucat tubuhnya pun hanya sisa tulang saja.


"Seharusnya aku minta maaf Mai baru bisa datang sekarang." balas Ella.


"Andai kamu belum menikah Ella." Maira berkata sambil menerawang.


Ella hanya diam menyimak perkataan Maira menunggu Maira melanjutkan ucapannya.


"Pasti aku akan tenang meninggalkan Yusuf." Maira menghembuskan nafas berat.


"Kamu jangan berbicara seperti itu Mai,, kamu harus kuat, kamu pasti sembuh Yusuf masih sangat membutuhkan kamu "


"Aku tahu jika umurku pasti tidak akan panjang lagi." Air mata langsung menetes tapi segera dia menghapusnya.


"Ra,, kamu jangan mendahului takdir Allah, kamu harus yakin jika kamu pasti bisa sembuh." Queena langsung menyahut, dia baru saja datang karena tadi mengantar Twins ke sekolah dulu.


"Aku tidak tahu Queen hiks,,." tangis Maira langsung pecah segera Queena memeluknya dengan erat, dia tahu jika penyakit Maira separah apa bahkan untuk berjalan pun sekarang Maira tidak bisa.


"Kamu harus semangat Ra,,, lihatlah Yusuf masih sangat membutuhkan dirimu."


"Hiks,,, aku ingin seperti itu Queen, tapi,, kamu sendiri kan bagaimana keadaanku."


Ella ikut meneteskan air matanya dia terus menimang Yusuf, memandang dengan penuh kasih sayang.


"Queen Abang titip Maira sama Yusuf dulu ya, Abang ada urusan sebentar." ucap Gus Azka yang baru keluar dari kamarnya.

__ADS_1


"Iya Bang "


"Eh,, ada Ella." dia sedikit kaget melihat keberadaan Ella.


"Assalamu'alaikum Gus." ucap Ella, hatinya masih saja bergetar mendengar suara Gus Azka,meski sebagian hatinya sudah dimiliki Suaminya tapi ternyata Gus Azka belum sepenuhnya ter hapuskan dari dalam hatinya.


"Waalaikum salam." jawab Gus Azka.


"Kapan sampai?" tanya Gus Azka.


"Baru saja " jawab Ella.


Maira tersenyum di balik wajah pucatnya,andai Ella belum menikah pasti dia akan menjodohkan suaminya dengan Ella agar Yusuf bisa mendapatkan kasih sayang seorang ibu.


Queena memperhatikan interaksi Ella dan Gus Azka dapat dia lihat jika Ella belum sepenuhnya melupakan Gus Azka,entah hanya perasaannya atau tidak jika Gus Azka juga memiliki rasa pada Ella.


"Titip Yusuf,, Assalamu'alaikum." ucap Gus Azka.


"Waalaikum salam." jawab Maira, Queena dan Ella.


Sebelum benar benar pergi Gus Azka menyempatkan melihat keadaan Maira, dan mencium keningnya juga mengecup Pipi Yusuf di gendongan Ella membuat sang empunya menahan nafas sejenak.


"Astaghfirullah ya Allah maafkan hambamu." Ucap Ella dalam hati.


Maira pamit ke kamarnya untuk istirahat, sementara Yusuf di gendong Umi Maryam, Queena mengajak Ella melihat Twins di sekolahnya.


"Apakah Aaron memperlakukan kamu dengan baik?" tanya Queena.


"Ya Mas Aaron sangat baik." jawab Ella seadanya.


"Keluarganya?"


"Baik, sangat baik Papa dan Mama begitu menyayangi aku, mereka tidak menganggap aku menantunya tapi menganggap aku sebagai Putri nya."


"Nenek Aaron?" tanya Queena langsung membuat Ella terdiam.


Sebelum menjawab pertanyaan Queena, Ella menghela nafas. Sementara Queena tersenyum dia tahu sikap Nenek Aaron seperti apa.


"Menginginkan penerus." Ucap Queena, Ella menoleh darimana sahabat nya mengetahui masalah keturunan.


"Aku bingung Queen, kadang aku merasa tertekan mendengar segala ucapan Nenek, tapi aku bersyukur Aaron selalu mendukungku." cerita Ella.


"Kalian menikah baru tiga bulan, masih hangat hangatnya sebagai pengantin baru."


"Ya,,, perkataan Nenek yang paling menyakitkan adalah saat berkata jika aku Mandul karena kena karmanya Laura, Nenek berkata jika aku seorang pelakor." cerita Ella dengan air mata yang mengalir.


"Hiks,,, aku,, aku ,,, sakit Queen."

__ADS_1


"Hahahaha kenapa kamu ambil hati sih ucapan wanita tua itu, toh sebentar lagi juga dia akan koit, lebih baik kamu pikirkan hal lain saja." Queena mencoba menghibur Ella.


"Meskipun kamu sudah hijrah jadi Muslimah sejati, tapi jangan Bodoh juga Ell,lawan siapapun yang menindas mu, mana Ella yang kuat,masa sama wanita Tua kamu kalah."


"Hahahaha,,, " Queena menertawakan Ella.


"Kamu lucu tahu gak Ell, dulu kamu itu sering menindas orang, kamu itu bahkan tidak pernah menangis tapi sekarang hanya gara gara masalah sepele kamu menangis."


"Iya ya Queen, apa aku jadi menantu durhaka saja ya." ucap Ella.


"Hahahaha,,, jangan dong Ell."


Akhirnya Ella dan Quenna tertawa bersama entah apa yang lucu dari ucapan mereka berdua.


"Ternyata menjadi dewasa itu tidak menyenangkan." ucap Ella.


"Enaklah, apalagi setelah menikah dengan Suami tampan,idaman semua wanita, punya anak anak yang tampan dan cantik menggemaskan." balas Queena.


"Ya,, karena kamu jodohnya sama Gus Alzam, pria yang memang kamu inginkan."


"Ya,, coba saja kamu jodohnya sama Bang Azka ya." Queena sengaja memancing Ella agar jujur dengan perasaannya.


"Hhhhh,,, dan itu tidak akan pernah terjadi, dulu aku mengejarnya bagai wanita yang tidak memiliki harga diri sama sekali, dan pada akhirnya dia menikah dengan Maira."


"Kamu masih mencintainya?" tanya Queena.


"Tidak,,!" jawab Ella mantap.


"Hh,,, mulutmu berkata tidak tapi hatimu berkata lain."


"Iya memang aku sangat mencintainya, menginginkannya menjadi imam di setiap sholatku."


Di belakang mereka Aaron berdiri mematung mendengar ucapan Istrinya yang mengatakan mencintai orang lain, hatinya merasa sakit bagai di remas remas.


Tanpa mendengarkan lebih lama lagi Aaron meninggalkan tempat itu.


Tidak ada yang menyadari kepergian Aaron begitu juga kedatangannya.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2