HIJRAHKU BUKAN KARENA CINTA

HIJRAHKU BUKAN KARENA CINTA
Pindah


__ADS_3

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


"CUKUP,,,!" teriak Aaron yang baru saja datang, membuat semua orang menoleh ke arahnya.


"Sudah cukup Nenek menghina istriku, kami akan pindah malam ini juga." Ucap Aaron.


"Aaron,, kamu mau membantah Nenek? "


"Aaron bukan membantah Mama tapi Mama sudah keterlaluan selalu menghina Istrinya, kita tidak perlu terlalu ikut campur rumah tangga mereka, biar Aaron yang menentukan." sambung Riana.


"Kamu tidak usah ikut campur Riana,semua yang saya lakukan demi kebaikan Aaron, jika Aaron tidak memiliki keturunan siapa yang akan meneruskan perusahaan keluarga Fernandes Aaron adalah satu satunya penerus Keluarga Fernandes." Balas Nenek Aaron dengan sinis.


"Mama melakukan itu bukan demi kebaikan Aaron tapi demi memenuhi ambisi Mama." Riana berkata tidak kalah sinis.


"Dasar menantu kurang ajar kamu Riana,Aaron adalah penerus Keluarga Fernandes jadi dia harus menjadi lelaki sempurna. Ini semua akibat ulah kamu mengganti Laura dengan wanita tidak berguna seperti ini, sekarang apa yang Aaron dapat hah? wanita MANDUL."


"Aku adalah ibunya Aaron aku tahu wanita mana yang pantas mendampingi putraku, yang jelas bukan wanita ****** yang siap mengangkang pada pria kaya."


"Ayo kita pindah malam ini." tanpa banyak kata Aaron menarik tangan Ella tapi suara Neneknya menghentikan langkah Aaron.


"Satu langkah kamu meninggalkan rumah ini maka kamu bukan lagi pewaris Fernandes Aaron." ucap Nenek Aaron lantang.


"Aku tidak perduli." balas Aaron.


"Pergilah lak nak Restu Mama selalu menyertaimu."


"Lihatlah Javier istri pilihan kamu dia selalu saja melawan Mama, dari dulu Mama sudah tidak menyukainya, dia tidak punya sopan santun."


Javier menghela nafas, tangannya terkepal kuat dari dulu Mamanya tidak pernah berubah, dia juga merasakan sakit saat Istrinya dihina di depan matanya.


"Apa Mama juga mau aku pergi?" tanya Javier, pelan namun menusuk.


"Kamu juga sekarang melawan Mama?" Nenek Aaron memandang Riana dan Javier Nanar.


"Sudah cukup selama ini Mama menghina Riana, aku membiarkan Mama selama ini mengatur Aaron, tapi kali ini aku membebaskan Aaron menentukan pilihannya, biar Aaron bahagia dengan pilihannya." Javier berkata sambil memegang erat tangan Rania.


Aaron mengandeng tangan Ella menuruni tangga satu tangan lainnya menarik kopernya, sedari tadi Ella hanya diam namun air matanya terus mengalir, dia merasa bersalah karena telah menjadi penyebab keluarga suaminya bertengkar.


"Aaron kamu tidak lupa kan, jika barang barang yang kamu pakai merupakan milik keluarga Fernandes?" ucap Nenek Aaron.


Aaron berhenti dia memberikan semua yang dia bawa termasuk dompet ponsel jam tangan juga kunci mobilnya, begitu juga dengan kopernya.

__ADS_1


"Baju yang saya pakai akan saya antarkan nanti." ucap Aaron datar.


Riana menangis melihat putra dan menantunya,Javier mendekat memeluk putranya menepuk nepuk bahu Aaron.


"Kamu pasti bisa Nak." ucap Javier.


Aaron membalas pelukan Javier, kemudian dia berganti memeluk Rania,tangis Rania semakin menjadi, putra kecilnya kini sudah dewasa.


"Jaga kesehatan sayang, jaga istrimu berbahagialah ." Rania mencium kening Aaron lembut


"Sayang,, Mama titip anak Mama." Ucap Rania pada Ella sambil memeluknya.


"Maafkan Ella Ma,, semua ini gara gara aku." Ella berkata sambil menangis.


"Tidak sayang,, ini bukan karena kamu,sudah saatnya kalian bahagia."


Aaron dan Ella mendekati Neneknya, tapi Nenek memalingkan wajahnya saat Ella memegang tangannya untuk di cium Nenek Aaron menepisnya dengan Kasar.


"Pergi,,!" usirnya.


Tanpa banyak kata Aaron menggandeng tangan Ella untuk pergi tapi sebelum itu Rania menghentikan mereka.


"Tunggu Nak,," Rania berlari ke kamarnya mengambil sesuatu.


"Ini." Rania memberikan beberapa berkas pada Aaron.


"Ini adalah harta keluarga Adhitama, peninggalan Opa kamu, kamu bisa mengelola perusahaan Adhitama, besok biar paman Adam yang membantu kamu mengurus semuanya." Riana memberikan berkas peninggalan orang tuanya, Riana bukanlah wanita miskin tapi dia juga keturunan orang berada jadi bukan hal sulit baginya jika harus keluar dari keluarga Fernandes, tapi selama ini dia bertahan karena cintanya pada sang suami Javier Fernandes.


"Riana,,!" teriak Nenek Murka.


"Apa? aku hanya memberikan harta keluarga Adhitama bukan milik keluarga Fernandes, jadi Mama tidak punya hak untuk melarangnya." balas Riana.


Setelah Aaron pergi, Riana memilih langsung masuk ke kamarnya meninggalkan Anak dan Ibu yang sedang beradu pandang dengan tajam.


"Puas Mama melakukan ini?"


"Apa maksud kamu Javier?" bentak Nenek Aaron.


"Selama ini aku diam Mama jadikan Robot Mama, tapi aku tidak akan diam jika sampai Mama berani mengganggu Rumah tangga Aaron."


"Kamu sudah terlalu di pengaruhi istri tidak berguna mu itu "


"Sudah cukup Mama menghina istriku, Riana adalah wanita terhebat ku, jika aku menikahi wanita yang Mama pilihkan dulu belum tentu dia akan tetap mau tinggal dengan Mama sampai saat ini seperti Riana."

__ADS_1


"Aku bisa saja pergi meninggalkan Mama, tapi Riana selalu menahanku, dia tetap masih mau merawat Mama meskipun Mama selalu menyakiti perasaannya." Setelah berkata demikian Javier menyusul Riana ke kamarnya.


Di dalam kamar Riana menangis memikirkan putranya, hatinya merasa sakit, selama ini putranya bekerja demi kemajuan Fernandes Company tapi dengan teganya mertuanya meminta segala yang memang sudah hasil kerja kerasnya selama ini.


"Maafkan aku." ucap Javier berlutut di depan Riana.


"Ini bukan salah Papa."


"Kalau Mama Mau ayo kita juga pergi menyusul Aaron."


"Tidak Pa,, jika kita ikut Aaron siapa yang akan mengurus Mama."


Javier memeluk Riana erat, dibalik sikap Istrinya suka melawan Mamanya tersimpan beribu ribu kasih sayang.


"Maafkan Papa belum bisa membahagiakan Mama."


"Papa bicara apa sih, Mama bahagia hidup sama Papa." Rania memeluk Javier erat dibalas Javier dengan lembut.


Javier adalah laki laki kaku sama seperti Aaron berkali kali dia mengajak Riana pindah tapi selalu saja Riana menolaknya, dia tidak ingin istrinya tertekan setiap hari mendengar hinaan Mamanya.


Meskipun Aaron Keluar dari Keluarga Fernandes bukan berarti dia akan jadi Pria biasa, dia tetaplah pria berkuasa dengan sejuta pesona.


"Maafkan Aku Mas ." ucap Ella.


Aaron hanya diam membisu, hari ini dia terlalu banyak di kecewakan, hatinya masih sakit mendengar kenyataan jika Istrinya masih mencintai pria lain.


Aaron membawa Ella ke Penthous miliknya di lantai teratas hotel milik keluarga Adhitama, tanpa banyak kata dia langsung membersihkan diri dan langsung tidur memunggungi Ella.


Ella hanya menangis menatap punggung Aaron, Aaron tidak seperti biasanya yang akan menenangkan dirinya saat menangis, sekarang Aaron bersikap dingin padanya membuat Ella makin menangis, dia berpikir jika Aaron marah kepadanya gara gara menyebabkan mereka harus pergi dari Mansion Fernandes.


"Hiks,, maafkan aku Mas,," Ella memutuskan ke kamar mandi, dia menangis dibawah guyuran shower agar tangisnya tidak terdengar keluar.


Aaron yang sebenarnya belum tidur menoleh mendengar bunyi air shower, dia yakin jika Istrinya itu tengah menangis ingin dia memeluknya tapu Egonya terlalu tinggi.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2