HIJRAHKU BUKAN KARENA CINTA

HIJRAHKU BUKAN KARENA CINTA
Maira


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


Happy Reading guys🥰🥰🥰


Hari berlalu, minggupun telah berganti bulan, kini enam bulan telah berlalu. Namun, Kondisi Ella masih sama tidak ada perubahan, tidak ada tanda tanda jika dia akan bangun dari alam bawah sadarnya.


Queena masih belum bisa menemukan bukti kejahatan Nenek Aaron ditambah sekarang Aaron menyembunyikan keberadaan Ella dari dirinya.


Aaron yang marah pada Queena, langsung memindahkan Ella ke rumah sakit lain, Queena yang yakin jika Ella jatuh pasti disebabkan oleh Nenek Aaron kembali dia nekat menculik Nenek Aaron memaksa nya untuk bicara, namun dia malah terjebak oleh rencana licik Nenek Aaron sehingga dia berurusan dengan kepolisian.


Untungnya Daddy dan Unclenya juga sang suami merupakan orang yang berkuasa jadi Queena tidak di penjara.


Kemarahan Queena semakin menjadi setelah tidak menemukan keberadaan Ella diruangannya tapi Gus Alzam dengan sabarnya selalu menenangkan sang istri.


Ella belum di temukan sekarang Queena mendapatkan duka kembali, Maira telah berpulang ke Rahmatullah meninggalkan si kecil Yusuf yang masih sangat membutuhkan kasih sayangnya, Maira menghembuskan nafas terakhirnya di pesantren Darussalam, setelah dirawat dirumah sakit selama lebih dari satu minggu Maira meminta pulang, dia berkata jika ingin tidur bersama anak dan suaminya.


Queena sudah menganggap Maira sebagai saudaranya, dia menangis melihat tubuh Maira dikebumikan, hatinya begitu sakit mengingat Ella yang juga belum dia temukan, bagaimana keadaan nya, apakah dia sudah sadar, tubuh Queena perlahan lemas dan tak sadarkan diri.


Belakangan ini Queena tidak bisa tenang, makan tidak teratur, dia selalu mencari keberadaan Ella dan menghibur Maira yang sedang melawan penyakitnya hingga mengabaikan kesehatannya sendiri.


Gus Alzam yang berdiri tidak jauh dari Queena segera berlari menghampiri istrinya yang sudah tidak sadarkan diri.


"Ya Allah Humaira,, " Gus Alzam segera menggendong tubuh Queena membawanya ke kamar miliknya di rumah Abinya.


"Tubuhmu sekarang sudah sangat ringan Humiara. " ucap Gus Alzam setelah meletakkan Queena di ranjangnya.


Dengan lembut Gus Alzam memijit kepala Queena mengoleskan minyak Kayu putih pada tubuhnya kemudian mendekatkan pada Hidungnya agar cepat sadar.


"Kamu pasti kecapekan Humaira,, "


Mata Queena mengerjap perlahan terbuka, seketika Queena langsung menangis menumpahkan rasa sesaknya.


"Hey,,, sudah jangan menangis Humaira. " Gus Alzam segera memeluk istrinya.


"Hiks,,, Maira by. "


"Ingat Humaira setiap umat yang bernyawa pasti akan menghadapi kematian, siapapun itu. "


"Aku takut By,, bagaimana keadaan Ella sekarang apa dia sudah sadar atau,, hiks,, " Queena tidak dapat melanjutkan kata katanya.


"Jika Ella tidak dirawat dirumah sakit, pasti dia sekarang ada dirumah Aaron. " ucap Gus Alzam.


Queena membenarkan ucapan suaminya pasalnya dia sudah mencari Ella di seluruh rumah sakit tapi tidak menemukannya.


"Kamu benar By. " Ucap Queena langsung bangun dari tidurnya.


"Mau kemana Humaira? " tanya Gus Alzam.


"Aku akan mencari Ella ke rumah keluarga Fernandes. " jawab Queena.


"Tunggu Humaira tubuhmu belum pulih sayang, besok saja ya,," cegah Gus Alzam.

__ADS_1


"Tidak By,, aku tidak bisa menunggulebuh lama lagi. "


"Aku tifak mengizinkan kamu pergi Humaira. " ucap Gus Alzam tidak mau dibantah.


" Sekarang kamu istirahat, ingat jaga kesehatan mu, Twins juga membutuhkan kasih sayang mu, Besok pagi aku temani. "


Queena akhirnya menurut, dia sadar jika selama enam bulan ini dia kurang perhatian pada kedua buah hatinya juga sang suami, bahkan Zia sering ikut Daddy dan Unclenya.


"Ya Allah,,, Maafkan Mommy sayang, Maafkan aku By. " ucap Queena tulus.


"Tidak apa apa Humaira,,. "


"Humaira,, kamu istirahat dulu ya, aku mau keluar tidak enak sama para pelayat. " pamit Gus Alzam.


"Aku ikut keluar juga ya,, " ucap Queena.


"Kamu istirahat saja Humaira,, "


"Tapi nanti aku bosan,, "


"Pejamkan matamu. " Gus Alzam mengelus kepala Queena lembut.


Setelah dirasa Queena terlelap Gus Alzam keluar dan langsung disambut tangisan Yusuf yang memekkakkan telinga.


Gus Azka tidak dapat menahan air matanya untuk keluar sedari tadi putranya tidak mau diam, mulau menangis mulai tadi Ummanya di mandikan sampai saat ini tidak diam.


Ning Syaqila dengan perut buncit nya mencoba menenangkan Yusuf, dia melantunkan sholawat nabi sambil menimang nimangnya, namun Yusuf tetap tidak berhenti nangis.


Semua orang ikut menangis melihat Yusuf seperti itu, tidak tega melihat bayi sekecil itu kehilangan seorang ibu.


Queena yang mendengar suara tangisan Yusuf segera keluar dari kamarnya, meskipun wajahnya terlihat pucat tapi tidak mngurangi kecantikannya.


"Yusuf kenapa By,,? " tanya Queena.


Dia segera mengambil Yusuf fari gendongan Gus Alzam.


"Sayang,,, kenapa menangis hm,,, Yusuf kangen Umma ya,,. " ucap Queena lembut sambil menimang Yusuf.


"Sekarang Aunty adalah pengganti Ummanya Yusuf, panggil Mommy ya,, seperti Kak Zia dan Bang Zio. "


"Putra Mommy berheti ya Nangisnya,, nanti tampannya hilang loh. " ucap Queena lembut sambil mengusap air mata Yusuf.


Dari kejauhan Tuan Fredy, Malvin dan Edward memandang Queena sendu, dulu Queena ditinggalkan Mommynya setelah melahirkan, melihat Yusuf menangis mengingatkan Queena kecil.


Queena pun sama dia tahu rasanya bagaimana tidak memiliki seorang Mommy, jadi dia akan menganggap Yusuf putranya, tidak akan membedakan kasih sayang antara Twins juga Yusuf.


"Alhamdulillah,,, " ucap semua orang setelah melihat Yusuf berhenti menangis.


"Bang boleh tidak jika Yusuf aku tidurkan di kamarku dulu takut nangis lagi. " ucap Queena pada Gus Azka.


"Iya Tidak apa apa Queen. " jawab Gus Azka.

__ADS_1


Setelah mendapatkan izin dari Gus Azka Queena menidurkan Yusuf dengan pelan di ranjangnya.


"Tidur yang nyenyak anak Mommy. " ucap Queena kemudian mencium kening Yusuf.


"Kamu tenang saja Ra aku akan menjaga Yusuf, menyayangi nya seperti aku menyayangi anak anakku. " Queena mengusap air matanya.


"Mommy,,, Mommy,,,. " teriak Zia dari luar.


"Princess,,, jangan teriak nanti Adiknya bangun. " ucap Edward.


Queena menoleh kemudian mengangkat Zia kedalam gendongan nya membawanya keluar dari kamar, karena jika dibiarkan bisa bisa Yusuf terbangun.


"Mommy,,, Sia tadi bisa bilang Ell loh. " adu Zia girang.


"Kan Zia memang bisa bilang Ell sayang. " ucap Queena.


"Bukan Ell Mom,,, tapi Ell. "


"Hahaha,,, Abang tadi bilang apa, tadi itu lidah Zia keseleo makanya bisa bilang R, lihat sekarang tidak bisa lagi kan. " ucap Zio meledek Adiknya.


"Ishh,, Sio,,, tadi Sia bisa Ell Ell Ell. " Zia mencoba mengulang ulang tapi tetap saja tidak bisa.


"Huwaaaa,,,,, Abi,, " Tangis Zia kencang.


"Kenapa Humaira,,? " tanya Gus Alzam mendengar tangisan Zia.


"Hiks,,, Huwaaaa,, Abi Sio. " Zia mencari pembelaan dari Abinya.


"Abang Zio kenapa nak? "


"Sio nakal,, " jawwb Zia memanyunkan bibirnya.


"Sudah sudah tidak boleh begitu, sekarang Zio minta maaf ya sama Adek. " ucap Gus Alzam.


"Iya Abi, Maafkan Abang. " ucap Zio mengulurkan tangannya.


"Tidak mau. " tolak Zia.


"Zia,, " tegur Gus Alzam.


Akhirnya Zia mengangguk dan perpelukan saling memaafkan.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2