
🌹🌹🌹🌹🌹
Happy Reading guys 🥰🥰🥰
Masih di rumah sakit setelah diperiksa oleh Dokter Albert keadaan Ella sedikit membaik, saat dia dipanggil matanya berkedip suatu kemajuan yang sangat pesat.
"Bagaimana sebenarnya keadaan Putriku Dok? " tanya Tuan Fredy.
"Kalau menurut Analisa saya Tuan, saraf Nona Ella tidak ada yang bermasalah, hanya saja mungkin saraf Nona Ella sedikit kaku karena terlalu lama tidak sadarkan diri. " jawab Dokter Albert.
"Kalau boleh tahu Dokter siapa yang menangani Nona Ella selama ini? " tanya Dokter Albert.
"Saya tidak tahu Dok, karena selama ini dia dirawat dirumah suaminya. " jawab Tuan Fredy.
"Saya sedikit janggal dengan keadaan Nona Ella, karena tidak ada satu sarafpun yang rusak, semuanya normal tapi mengapa Dokter yang menangani sebelumnya bisa berkata jika saraf otak Nona Ella tidak bekerja semestinya. "
Tuan Fredy mengepalkan tangannya dia harus bertindak, pasti ada sesuatu dibalik semuanya.
"Baiklah Tuan, sering seringlah ajak Nona Ella berbicara agar dia tidak merasa sendiri. "
Setelah keluar dari ruangan yang dikhususkan untuk Dokter Albert selama di Indonesia Tuan Fredy memijit kepalanya yang sedikit terasa pusing.
"Daddy kenapa? " tanya Queena pada Tuan Fredy.
"Daddy tidak apa apa Princess. " jawab Tuan Fredy.
Queena memeluk Tuan Fredy erat, Daddynya adalah Ayah terhebat di Dunia.
"Daddy jaga kesehatan, jangan sampai sakit, jangan terlalu sering bekerja biar Bang Malvin saja. " ucap Queena.
"Kasihan Abangmu Princess kalau harus mengerjakan sendirian, nanti Abangmu tidak menikah sampai jadi perjaka Tua. "
"Hahaha,,, kan Abang memang sudah menjadi perjaka Tua Dad, bagaimana kalau Daddy jodohkan saja Abang. " usul Queena.
Sebenarnya sudah beberapa kali Tuan Fredy mengenalkan anak rekan bisnisnya pada Malvin, namun selalu saja Malvin menolaknya, usianya yang sudah berkepala tiga tapi belum juga mau menikah.
Kesibukan Malvin di Dunia bisnis benar benar menyita waktunya, menggantikan sang Daddy sebagai Ceo hingga dia jarang pulang, perjalan bisnis dari satu negara ke negara lainnya membuat Malvin tidak ada waktu untuk sekedar mencari istri.
Bahkan bertemu keponakannya pun hanya saat Zia hilang terhitung sudah lebih enam bulan dia tidak bertemu Adik dan keponakannya, Dia begitu terkenal dikalangan Bisnis, terkenal kepiawaiannya dalam berbinis juga parasnya yang rupawan.
Saking sibuknya didunia Bisnis membuat Malvin yang dulunya kulkas dua pintu sekarang ini berubah menjadi kulkas tujuh pintu, siapakah jodoh Malvin yang akan mencair kan hatinya.
Queena mendekati ranjang Ella dia memegang tangan Ella ya g seperti tengkorak.
"Andai aku tahu begini Ell, aku tidak akan membiarkan kamu menikah dengan pria pengecut seperti Aaron, lebih baik kamu menikah saja dengan Bang Azka, atau enggak dengan Bang Malvin. " ucap Queena.
"Bangun ya Ell, kamu gak kangen memang sama aku Ell? hiks,,, " Queena mulai menangis lagi.
Diruangan Ella saat ini hanya Ada Tuan Fredy dan Edward, Gus Alzam menemui temannya untuk memberikan obat yang dia ambil dari rumah Aaron.Sementara Yusuf sekarang dijaga oleh Umi Maryam dan Ning Syaqila.
Tangan Ella bergerak perlahan matanya mulai tetbuka.
__ADS_1
"Ell kamu bangun, mau minum? mau makan? kamu mau apa Ell bilang. " ucap Queena.
Ella memandang Queena dengan sendu tidak kosong seperti waktu dirumah Aaron.
"Qu,,, enn. " ucap Ella dengan terbata.
"Ella,,, kamu tahu aku? kamu ingat aku hiks,,, hiks,, Ell, Alhamdulillah Ya Allah. " ucap Queena sambil menangis bahagia.
Tapi setelah itu tatapan Ella kembali kosong, membuat hati Queena begitu teriris.
🌹🌹🌹🌹🌹
Tiga Hari berlalu Yusuf sudah diperbolehkan pulang, begitu juga Ella, Dokter menyarankan agar Ella dirawat jalan saja, sekarang Kondisi Ella sudah membaik, dia sudah bisa tersenyum dan makan sendiri tanpa perlu disuapin.
Dan hal itu benar benar membuat Queena bahagia, dia membawa Ella pulang kerumahnya dengan persetujuan Gus Alzam juga Tuan Fredy.
Yusuf juga sekarang sudah sehat, Queena rajin memberinya Asi jika dia mau keluar maka dia akan memonpa Asinya dan meletakkan di kulkas.
Saat ini Queena dan Ella sedang berada di taman mini rumah Queena disana juga ada si kecil Yusuf yang Queena lettakan di stroller nya.
"Haus,, " ucap Ella.
"Tunggu sebentat ya Ell aku ambilkan. " Queena segera berdiri meninggalkan Ella dan Yusuf untuk mengambilkan Ella minuman.
Tiba tiba Yusuf menangis kencang, Ella hatinya seolah terketuk dia berdiri dari kursi rodanya dengan sedikit tertatih, kemudian mengambil Yusuf membawanya kedalam gendongannya.
Seketika Yusuf langsung tenang, matanya menatap mata Ella kemudian tersenyum sambil meraba raba wajah Ella.
Queena yang datang bersama Ning Syaqila dan Umi Maryam langsung terkejut melihat pemandangan di depannya.
"Alhamdulillah Ya Allah,,. " ucap Umi Maryam dan Ning Syaqila.
"Assalamu'alaikum Ell. " ucap Ning Syaqila.
"Walaikum salam. " jawab Ella membuat Queena terkejut bukan main.
"Ella,, sahabatku. "
"Queen,, " Queena langsung memeluk erta tubuh Ella.
"Kamu sudah sembuh? "
Ella tersenyum menanggapi pertanyaan Queena,matanya melihat sekeliling nya mencari keberadaan sang suami, tapi dia tidak menemukannya.
"Siapa yang kamu cari Ell? " tanya Queena.
"Mas Aaron. " jawab Ella.
"Aaron,, kan jam segini lagi di kantor. " jawab Queena, dia sengaja berbohong pada Ella agar tidak memperngaruhi kesembuhannya.
"Oh,,, ini? " tanya Ella pada Yusuf di gendongannya.
__ADS_1
"Ini Yusuf putranya bang Azka. " Jawab Queena antusias 'dan sebentar lagi akan menjadi anakmu juga. ' lanjut Queena dalam hati.
Queena tersenyum senang berarti secara tidak langsung tangisan Yusuf sudah menyadarkan Ella.
Di tempat Lain saat ini Gus Alzam sedang berbicara serius dengan temannya yang bernama Leonard biasa dipanggil Leo.
"Bagaimana hasilnya Leo? " tanya Gus Alzam.
"Hasilnya cukup mencengangkan, tapi sudah beberapa kali gue coba Bro, hasilnya masih sama. "
"Obat itu mengandung zat racun yang dapat melumpuhkan saraf, jika terlalu lama mengkonsumsi itu pastinya sangat berbahaya, dan Obat itu adalah obat racikan khusus, obat itu benar benar berbahaya, bahkan ketika sudah masuk kedalam tubuh tidak akan terdeteksi. " jelas Leo.
"Astaghfirullahalazim,, " Gus Alzam segera ber istighfar.
"Lalu apakah bisa disembuhkan orang yang diberikan obat itu? " tanya Gus Alzam.
"Lo sudah memberikan obat yang gue kasih pada orang itu? " tanya Leo.
"Sudah,, sesuai perintah kamu . "
"Orang itu akan sembuh, berikan dia rangsangan dengan mengajaknya berbicara agar seluruh sel sarafnya tidak Kaku, berikan dia semangat,jangan terlalu membebani pikirannya,takut nya nanti dia langsung drop. "
Gus Alzam berpikir keras, siapa sebenarnya yang memberikan Ella racun itu, mengapa setega itu?.
Tidak mungkin jika Aaron karena dia bisa melihat ada cinta dimatanya.
"Astaghfirullahalazim,,, " Gus Alzam beristighfar karena dia sudah su'udzon pada Aaron.
"Jika sampai Queena tahu hal ini, pasti dia akan sangat marah. "
"Dan obat yang berada di suntikan itu,,. " ucap Leo.
"Obat apa itu Leo? "
Leo menghela nafas berat " Itu adalah obat untuk melemahkan rahim, bisa juga merusaknya , sehingga orang itu akan sulit untuk hamil, bahkan bisa jadi orang itu tidak akan bisa hamil. " jelas Leo.
"Innalillahi,,, bagaimana bisa ada yang setega itu. " Gus Alzam mulai frustasi.
"Apakah orang itu masih bisa hamil? " tanya Gus Alzam.
"Hanya Allah yang bisa menentukan Bro,, itu sejenis obat keras dan belum ada penawarannya. " jawab Leo.
"Siapa yang membuat obat seperti itu? "
"Keduanya sebenarnya bukanlah obat melainkan racun. " ucap Leo.
_
_
_
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK🥰🥰🥰