
🥀🥀🥀🥀🥀
Happy reading guys 🥰🥰🥰
Setelah Ella menemui Yusuf dia juga diajak berkumpul di ruang keluarga ndalem,Ella menunduk tidak menatap siapapun, perasaannya tidak karuan.
"Khemm,,," Queena berdehem.
"Ell aku boleh bertanya serius sama kamu?" tanya Queena.
Ella tidak menjawabnya hanya memandang Queena menunggu dia melanjutkan ucapannya.
"Benarkah kamu menolak lamaran Bang Azka?"
Ella kembali menunduk.
"Kenapa kamu menolaknya sih Ell?" gemas Queena.
Ella menghela nafas menatap Queena "Maaf
" ucap Ella pelan.
"Kenapa harus meminta maaf Ell, kami hanya butuh alasan mengapa kamu menolak Bang Azka, Tidak mungkin karena kamu tidak mencintainya,atau jangan jangan karena Bang Azka duda satu anak."
"Tidak tidak Queen,bukan begitu."
"Lalu kenapa Ell?"
"Kamu tahu kan Queen,aku ini hanya wanita mandul,aku bukanlah wanita sempurna,aku tidak ingin kecewa untuk kedua kalinya."
"Astaghfirullahal Adzim,,, aku ingin menikahi mu bukan karena keturunan Ell." ucap Gus Azka.
Gus Alzam tersenyum lembut,dia dapat melihat jika Gus Azka dan Ella saling mencintai.
"Ella memang kamu tahu dari mana jika kamu mandul?" tanya Gus Alzam.
"Kamu bukanlah wanita mandul Ell, hanya saja kamu sulit memiliki keturunan karena terlalu lama mengkonsumsi obat." lanjut Gus Alzam.
"Tapi saya tidak pernah mengkonsumsi obat apapun Gus." ucap Ella.
Gus Alzam memutar sebuah rekaman suara di ponselnya,rekaman percakapan dirinya dengan Leo tempo lalu.
Semua orang di buat terkejut mendengar kenyataannya, bagaimana bisa ada seorang yang begitu tega mencelekai Ella sampai segitunya, sementara Ella menangis mendengarnya.
'Ya Allah,,, siapa yang begitu tega melakukan itu?' pikir Ella.
"Ini pasti ulah keluarga Aaron." ucap Queena langsung.
"Ya,, Nenek Aaron bekerja sama dengan Dokter Joni."
Queena memandang suaminya tajam " Kenapa kamu baru bilang sekarang By,,, mereka harus diberikan pelajaran." ucap Queena dengan Emosi.
"Aku baru mengetahui jika pelakunya Nenek Aaron itu kemarin Humaira,selama ini begitu sulit mencari bukti karena pekerjaan mereka sangat rapi."
"Sekarang semuanya tergantung Ella mau bagaimana,jika mau menuntut Nenek Aaron buktinya semuanya sudah Lengkap."
"Hiks,,, hiks,," sementara Ella masih menangis.
"Bagaimana Ell,,?" tanya Gus Alzam.
"Jangan naif Ell, biarkan se tua bangka itu mempertanggung jawabkan perbuatannya." ucap Queena.
Akhirnya Ella memutuskan untuk melaporkan perbuatan Nenek Aaron.
"Lalu bagaimana dengan Lamaran Bang Azka?" tanya Queena.
Semua orang menunggu dengan cemas jawaban Ella, hingga akhirnya Ella mengangguk menerima lamaran Gus Azka membuat semua orang mengucap Syukur.
"Alhamdulillah ya Allah,,, lalu kapan rencananya kalian akan melangsungkan pernikahan?" tanya Gus Alzam.
__ADS_1
"Hal baik jangan di tunda tunda harus di segerakan." ucap Queena.
"Secepatnya Bang." jawab Gus Azka.
"Bagaimana kalau tiga hari lagi." Usul Abi Reyhan.
"Apakah tidak terlalu cepat Bi." ucap Gus Alzam.
"Tidak Bang,aku setuju dengan usul Abi."
"Bagaimana dengan kamu Ell?" tanya Queena.
"Aku ngikut saja Queen."
"Yeayy,,,Berarti tiga hari lagi kalian Sah." teriak Queena kekanakan.
"Humaira,," Gus Alzam menarik tangan Queena agar kembali duduk.
"Hehehe,,, aku kan lagi senang By,," ucap Queena dan tanpa malu malu Queena memeluk Gus Alzam kemudian mencium pipi kanannya.
'CUP',,
Pipi Gus Alzam bersemu karena merasa malu pada keluarganya.
"Humaira,,,!" tegur Gus Alzam lembut.
"Hahahaha,,, kamu malu ya By,,, padahal kan tidak mereka tidak melihatnya." tawa Queena.
"Ya,,, ya,,, aku tidak melihatnya kok Queen" ucap Ella.
"Tuh kan By."
Karena sudah malam Ella berpamitan untuk pulang,dan Gus Azka menawarkan untuk mengantarnya, dan karena belum muhrim jadi Gus Azka mengantar Ella menggunakan mobilnya sendiri mengikuti mobil Ella dari belakang.
Gus Alzam mengecek kedua buah hatinya ke kamar ternyata mereka berdua sudah tidur, saat di luar di berpapasan dengan Umi Maryam.
"Twins mana Zam?" tanya Umi Maryam.
"Sudah jangan di pindahkan,kamu pulang dengan Queena saja, biar Twins Umi yang jaga."
"Tapi Mi,,."
"Sudah tidak apa apa Zam,benar yang di katakan Umi mu nak, biar Twins kami yang jaga." sambung Abi Reyhan yang baru datang.
"Tapi nanti Abi dan Umi Istirahat terganggu." ucap Gus Alzam yang merasa tidak enak pada kedua orang tuanya, karena pasti nanti saat tengah malam Zia akan meminta susu.
"Kami juga sudah lama tidak di ganggu Zia." ucap Umi Maryam.
"Ya sudah kalau begitu Alzam pamit dulu ya Umi Abi, Assalamu'alaikum." pamit Gus Alzam.
"Waalaikum salam." jawab Abi Reyhan dan Umi Maryam.
Gus Alzam berjalan dengan pelan menemui Istrinya yang masih sibuk dengan Ponselnya di ruang keluarga.
"Assalamu'alaikum Humaira,,"
"Waalaikum salam Hubby,," jawab Queena dengan senyum merekah di bibirnya.
"Mana Twins By?" tanya Queena.
"Tidur." jawab Gus Alzam.
"Mau langsung pulang?"
"Tapi bagaimana dengan Twins By."
"Abi sama Umi yang akan menjaganya."
"Oh,,, " Queena hanya membulatkan bibirnya.
__ADS_1
"Mau langsung pulang?"
"Gendong,," ucap Queena manja.
Gus Alzam terluar berpikir, bukan keberatan untuk menggendong Queena tapi takutnya masih banyak santri yang belum tidur.
"Gendong By,,,"
"Baiklah,," pasrah Gus Alzam,lagian pastinya semua santri sudah istirahat pikir Gus Alzam.
Gus Alzam menggendong Queena di punggungnya, Queena yang sangat usil meniup niup leher belakang Gus Alzam.
"Humaira,,, "
"Apa By,,, " bukannya berhenti Queena justru malah mencium pipinya.
"Awas ya nanti,," ancam Gus Alzam.
"Hahahaha,,, takut,,," Queena memeluk leher Gus Alzam erat sambil tertawa.
🌷🌷🌷🌷🌷
Tiga hari berlalu saat ini Gus Azka dan Ella sudah resmi menjadi suami istri, pernikahan mereka dilaksanakan secara sederhana di Masjid pesantren Darussalam,hanya dihadiri keluarga terdekat saja.
Meskipun dilaksanakan secara sederhana namun kebahagiaan itu begitu kentara dan dirasakan oleh seluruh keluarga.
Berbeda dengan keadaan keluarga Fernandes,saat ini mereka tengah di landa kebingungan karena ada beberapa polisi yang datang untuk menahan Nenek Aaron juga Istrinya.
"saya tidak merasa melakukan kesalahan kenapa mau ditahan." ucap Nenek Aaron.
"Anda terbukti melakukan pembunuhan berencana."
"Tidak,,,! kalian pasti salah orang,saya tidak pernah melakukan hal itu."
"Maaf Pak,, bisakah kami melihat surat penangkapan nya?" ucap Javier.
"Ini Tuan."
Javier membaca dengan teliti isinya, dia merasa sangat terkejut saat melihat orang yang melaporkan Ibunya merupakan sang mantan menantu.
"Benarkah jika yang melaporkan hal ini adalah Ell?"
"Iya Tuan."
"Ella,," kaget semua orang.
"Iya."
"Saya tidak pernah berurusan dengan wanita mandul itu, semuanya hanya fitnah."
"Anda bisa menjelaskan semuanya di kantor Nyonya."
"Lepas,,jangan bawa saya." teriak Nenek Aaron.
"Anda juga ikut kami Nona." Polisi itu juga menarik tangan Naila.
"Saya tidak salah apapun Pak,kenapa saya dibawa juga." Naila mencoba memberontak saat akan dibawa oleh polisi.
"Pa,,, tolong Naila Pa,Mama,,,!" teriak Naila.
Tapi polisi mengabaikan saja terus membawa Nenek Aaron juga Naila ke Kantor polisi.
_
_
_
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘