HIJRAHKU BUKAN KARENA CINTA

HIJRAHKU BUKAN KARENA CINTA
Terbongkar


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


Happy Reading guys 🥰🥰🥰


Ella menjalani hari harinya dengan senyum kepalsuan, dia terus mengingat ucapan Gus Azka dan Ning Syaqila.


Hati perempuan mana yang tidak akan saat sakit saat suaminya ternyata memiliki istri lain selain dirinya.


Ella bukannya tidak tahu jika suaminya setiap malam selalu tidur dikamar Naila, disaat dia pura pura tidur maka Aaron akan pindah ke kamar Naila, rasa sakit Ella semakin menjadi disaat dia mengikuti Aaron secara diam diam dan melihat dengan mata kepalanya sendiri suaminya bercinta dengan istri Mudanya.


"Ya Allah,,, apa yang harus hamba lakukan. " Ella menangis di sepertiga malam mengadu pada Rabnya.


Disaat Ella tengah menangis Aaron justru sedang memadu kasih dengan Naila.


Pagi hari Ella bangun dengan mata bengkak, dilihat nya sang suamu tidur dengan tenang disebelahnya.


"Kenapa kamu lakukan ini Mas,,? " air mata Ella kembali menetes, hatinya begitu sakit bayangan suaminya bercinta dengan Naila masih melekat dalam ingatannya.


Aaron menggeliat matanya perlahan terbuka, Ella segera mengusap air matanya dan memasang senyum manisnya.


"Selamat pagi Suamiku,, " ucap Ella pelan.


"Pagi Honey,, " balas Aaron lembut.


"Mata kamu bengkak? " tanya Aaron saat melihat mata Ella bengkak.


"Kamu nangis Honey? "


"Tidak Mas,, ini itu karena aku tidur tengkurap semalam makanya bengkak. " Jawab Ella.


Aaton menarik Ella kedalam pelukannya membuat Ella tidak dapat menahan tangisannya.


"Kenapa menangis Honey?, apa ada yang menyakitimu ? jangan pendam sendiri katakan padaku. "


"Hiks,,, tidak Mas,, tidak ada yang menyakitiku, aku hanya takut,, "


"Takut kenapa? "


"Hiks,,, aku takut bagaimana jika aku tidak dapat memberi mu anak? "


"Honey,, jangan terlalu pikirkan itu, sekarang yang terpenting itu kesembuhan kamu. "


"Apaka kamu akan menikah lagi Mas jika aku tidak bisa hamil? " tanya Ella tiba tiba.


Aaron diam dia menatap dalam mata Ella.


"Tidak Honey,, kamu akan selalu menjadi istriku satu satunya. " jawab Aaron mantap.


Jawaban Aaron makin mem buat Ella sakit, mengapa harus berbohong, Nayatanya saat ini dia bukanlah satu satunya.


"Aku mandi duluan Mas,, " pamit Ella setelah itu langsung masuk ke kamar mandi, Ella menghidupkan shower setelah itu menumpahkan tangisannya.


"Ya Allah,,, aku gak kuat, sakit,,, "


Di dalam kamar Aaron mengacak rambutnya, dia bingung bagaimana caranya menjelaskan pada Ella, sementara Naila selalu mendesaknya.


"Sayang,,, " Naila langsung menerobos masuk dan langsung menyambar bibir Aaron.


"Naila Apaan sih? " ucap Aaron sedikit membentak.


Mata Naila langsung berkaca kaca menatap Aaron.

__ADS_1


"Kamu tega Sayang membentak aku, ini permintaan bayi kita, tadi aku muntah muntah dan dedeknya ingin ketemu Papinya, salah jika aku mengabulkan keinginan anak Kita? "


Aaron langsung luluh setelah mendengar kata Anak


"Maafkan aku Naila tapi ini dikamar Ella, bagaimana jika dia melihatnya. " Naila sengaja memanfaatkan kehamilannya karena dia tahu jika anak dalam perutnya adalah kelemahan Aaron.


"Ella Ella terus, hanya dia yang kamu prioritaskan sayang, kamu mengabaikan aku dan anak kita hanya kerena wanita mandul itu. "


"Jangan keras keras Naila,,! " peringat Aaron.


"Aku tidak peduli. " balas Naila dia langsung menci*um bibir Aaron, awalnya hanya ******* kecil tapi lama kelamaan semakin dalam dan menuntut, Aaron yang sudah terbuai langsung melupakan dimana mereka berada.


Lagi dan lagi Ella menyaksikan suaminya tengah bercint* dengan istri keduanya, Ella kembali menutup pintu kamar mandinya dan menangis lagi.


Hampir dua jam Ella dikamar mandi akhirnya dia keluar dan mendapati sang suami tidur dengan pulas sambil memeluk Naila dengan tanpa busana sehelai pun.


Dengan pelan Ella menyelimuti mereka berdua, yang pasti tengah kelelahan.


Ella turun ke bawah ternyata seluruh keluarga Aaron tengah berkumpul di ruang keluarga.


"Sayang,,, sudah makan? " tanya Riana.


"Sudah Ma,, " jawab Ella sambil tersenyum.


"Matamu bengkak Nak? kamu habis nangis? "


"Tidak Ma,, semalam aku tidur tengkurap makanya bengkak. "


Hanya Rianalah yang selalu perhatian pada dirinya, Nenek Aaron dan Javier lebih memperhatikan Naila.


"Aaron mana sayang? "


"Kok tumben Aaron jam segini belum bangun. " ucap Nenek Aaron.


"Mungkin kelelahan Nek. " jawab Ella seadanya sambil menahan sesak di datanya.


Dari arah tangga Aaron berlari dengan cepat dia hanya memakai celana tanpa baju.


"Honey,,! " teriak Aaron.


"Ada apa Mas? " tanya Ella lembut dengan senyum manisnya.


"Aku bisa jelaskan semuanya Honey, semua tidak seperti yang kamu lihat. "


"Duduk dulu Mas,, ini minum dulu. " Ella memberikan Aaron segelas Air putih.


"Kenapa Aaron? " tanya Riana melihat wajah panik Putranya.


"Aku,,, aku dan Naila,, " ucap Aaron dengan terbata.


Ella tersenyum, sekuat mungkin dia menahan air matanya agar tidak tumpah didepan Aaron dan keluarganya.


"Kamu dan Naila suami istri, bukan sepupu. " Ella berkata dengan tenang.


Aaron dan keluarganya tercengang, bagaimana Ella bisa tahu.


"Ya,, dan Naila sedang mengandung buah cinta kalian, Selamat ya Mas,, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Ayah. " Ella menghapus air matanya dengan kasar, tapi senyum dibibirnya masih bertahan.


"Honey,,, " ucap Aaron pelan.


"Aku tidak apa apa Mas, aku tahu,, aku bukanlah wanita sempurna, aku hanya wanita mandul. "

__ADS_1


Saat Aaron hendak memeluk Ella segera Ella menghindar " Mandi dulu mas,sekalian bangunkan Naila kasihan dia belum sarapan. " ucap Ella, hatinya merasa tidak suka dipeluk Aaron saat masih ada bekas percintaan di tubuhnya.


"Sayang,,, Maafkan Mama. " Riana memeluk Ella, dia tahu dibalik senyum Ella menyimpan luka yang begitu dalam, wanita mana yang rela di madu.


"Mama tidak salah kok, dalam hal ini tidak ada yang salah semuanya sudah takdir hidup Ella. "Ucap dengan dengan senyum manisnya seolah dia tidak apa apa.


Setelah mandi dan berganti pakaian , Aaron turun di ikuti Naila dibelakang nya, Ella sudah menyiapkan sarapan mereka juga teh dan susu hamil.


Aaron langsung duduk bersimpuh di hadapan Ella, dia langsung menangis.


" Maafkan Mas Honey, , kamu boleh pukul Mas,, kamu mau marah ? Mas terima, tapi Mas mohon jangan tinggalkan Mas,, "


"Bangun Mas,,, kamu tidak pantas melakukan ini. " Ella mencoba membantu Aaron berdiri tapi Aaron tetap kukuh tidak mau berdiri.


"Mas,,, bangun atau aku tidak akan memaafkan kamu. "


Aaron akhirnya berdiri dia langsung duduk di samping Ella.


"Kamu mau Mas melakukan apa agar bisa memaafkan Mas, Mas akan melakukan apapun, apapun asal kamu tidak meninggalkan Mas. "


Ella manatap manik mata Aaron dalam, mencoba menyelami perasaan Aaron yang sebenarnya.


"Apakah jika aku meminta kamu untuk meninggalkan Naila kamu akan melakukannya? " ucap Ella akhirnya setelah sekian lama dia terdiam.


"Jangan keterlaluan kamu Ella,,! " bentak Nenek Aaron.


Semuanya masih shok mendengar ucapan Ella.


"Ella jangan egois saat ini Naila sedang hamil anak Aaron. " ucap Javier.


Ella tetap diam, dia ingin mendengarkan jawaban Aaron.


"Ingat Ella,,, kamu itu hanya wanita mandul, Aaron butuh penerus, keluarga Fernandes butuh keturunan."


lagi lagi ucapan Nenek Aaron mampu menohok hatinya.


"Kamu tidak bisa kan Mas,,, ? "


Tidak ada air mata lagi yang menetes, Ella menahannya, tidak ingin di anggap lemah.


Aaron menunduk tidak bisa menyanggupi permintaan Ella.


"Maafkan Mas,, tapi Mas berjanji akan bersikap adil, tidak akan pilih kasih. "


"Baiklah Mas,,,. " pasrah Ella.


"Terimakasih kasih Honey. " ucap Aaron langsung memeluk Ella.


"Aku mau ke atas dulu Assalamu'alaikum. " pamit Ella langsung pergi menuju kamarnya.


Sampai di kamar dia langsung menumpahkan tangisannya, hatinya sudah tidak dapat di gambarkan lagi, hatinya hancur berkeping-keping.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2