HIJRAHKU BUKAN KARENA CINTA

HIJRAHKU BUKAN KARENA CINTA
Ternyata Kelapa Muda


__ADS_3

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


"Glenpa Glenpa Sia mau pergi ke Mol."


"Mau ngapain ke Mall Princess?" tanya Edward lembut.


"Mau cali Papa Muda." jawab Zia membuat Edward terkejut dengan jawaban Cucunya itu.


"Astaga Zia." pekik Edward.


"Bukan Astaga Glenpa tapi Atasfilluah." Ucap Zia imut.


"Zia belajar dari mana ngomong Papa muda begitu.?" tanya Edward.


"Kata Nola Glenpa, kata Nola Nola beli Papa muda di Mol lasanya lebih enak dali pada di pinggil jalan." jelas Zia.


"Ayo Glenpa Zia udah haus mau beli Papa muda." Zia menarik tangan Edward.


"Oke,, Ayo." Akhirnya Edward menurut saja menggendong Zia membawanya ke Mall tapi sebelum itu dia menjemput Ning Syaqila terlebih dahulu katanya mau belanja mingguan.


"Assalamu'alaikum Mas." ucap Ning Syaqila setelah membuka pintu mobil Edward.


"Waalaikum salam." jawab Edward.


"Ma Ila,,!" panggil Zia dari kursi penumpang pada Ning Syaqila.


"Astaghfirullah Zia." kaget Ning Syaqila melihat keberadaan Zia.


"Ish,, Ma Ila sepelti lihat Antu aja." ucap Zia lebay, entah turunan dari mana, Zia itu selain usil juga sangat bawel, terkadang kata katanya membuat orang menggelengkan kepalanya.


Ning Syaqila mencium tangan Edward , sementara Zia memperhatikan keduanya.


"Napa Glenpa tidak cium Ma Ila?" tanya Zia.


"Astaghfirullah Zia,,, kamu itu dewasa sebelum waktunya deh." ucap Ning Syaqila.


"Kenapa Zia bisa disini?" tanya Ning Syaqila.


"Ketemu di Perusahaan Alzam." Jawab Edward.


"Ish,, Ma Ila, bisanya itu kalau Ommy cium tangan Abi, Abi akan cium Ommy, itu Ma Ila dan Ommy akan peyuk Abi." Cerita Zia.


Edward menggelengkan kepalanya, sepertinya dia harus memperingati Princess nya agar tidak bermesraan di depan Zia.


"Cium Ma Ila dong Glenpa." Zia terus berceloteh dengan bahasa Aliennya.


"Princess tidak boleh lagi ya melihat Mommy dan Abi mu bermesraan." Ucap Edward.


Zia hanya mengangguk dan setelah itu terlihat berpikir.


Edward membenarkan letak cadar Ning Syaqila karena sedikit berantakan.


"Terimakasih Mas." ucap Ning Syaqila.


"Hm,," Balas Edward.


"Ish,, Kok Glenpa cuma jawab hm cih,,,." Zia kembali berceloteh.


"Biasanya kalau Ommy Bilang Makacih, Abi bilang Cama cama Humilak."


Edward tersenyum sementara Ning Syaqila tidak dapat menahan tawanya mendengar Zia bilang Humilak.


"Ya Allah,, keponakan ku,,." Ning Syaqila mengusap sudut matanya.


Dalam perjalanan mereka di isi dengan celotehan Zia tidak ada lelahnya.


"Kata Ommy Sia tidak boleh celing celing ikut Glenpa cama Ma Ila"


"Kenapa memangnya Princess?" tanya Edward.


"Kalena kalo Sia ikut Glenpa dan Ma Ila telus nanti dedek Bayinya tidak jadi." Jawab Zia polos.


Sementara Ning Syaqila sudah memerah dia merasa malu dengan ucapan Zia.


"Ternyata otak Zia benar benar sudah tercemar." guman Edward.

__ADS_1


Sampai di Mall Zia langsung berlari tanpa menunggu Edward maupun Ning Syaqila.


"Zia Tungguin Grandma sayang." ucap Ning Syaqila.


"Sia sudah tidak sabal mau beli Papa Muda." jawab Zia.


"Apa Papa muda?" Ning Syaqila terkejut dengan jawaban Zia.


"Ayo Ma Ila." Zia menarik tangan Ning Syaqila dan Edward.


Sampai di sebuah stand penjual kelapa muda Impor Zia berteriak kegirangan.


"Sia Mo beli Papa muda." ucap Zia pada sang penjual kelapa Muda tersebut.


"Apa ? Papa Muda?" tanya penjual itu.


"Iya ini ." Zia menunjuk kelapa muda di depannya.


"Ya Allah Zia,, ternyata Kelapa Muda yang kamu sebut Papa muda nak." ucap Ning Syaqila.


Penjual Kelapa muda tersebut tertawa, dia merasa sangat gemas dengan tingkah Zia.


"Zia duduk tenang sambil meminum kelapa muda pesanannya."


Sementara di pesantren Darussalam dan di sekitarnya sudah banyak anak buah Tuan Fredy dan Gus Alzam yang mencari ke keberadaan Zia.


"Sayang kamu tidak melihat Adikmu nak?" tanya Gus Alzam pada Zio.


"Tidak Abi, Zio tidak melihat Zia setelah berangkat sekolah." Jawab Zio dia juga merasa sedih karena saudara kembarnya menghilang.


Sampai Sore Zia tidak juga di temukan Gus Azka mengingat Adiknya, dia berniat memberikan kabar jika Zia hilang.


"By,, hiks,, bagaimana kalau Zia lapar? dia biasanya rewel kalau mau tidur siang hiks,, aku takut Zia kenapa napa." tangis Queena dalam pelukan Gus Alzam.


Seluruh anak buah Gus Alzam dan Tuan Fredy kembali dengan tangan kosong membuat Queena marah, dia sudah mulai di kuasai oleh rasa cemasnya pada Zia.


"Kalian semua Bodoh,,!" maki Queena, sekarang yang mereka lihat adalah Queena sebelum menikah dengan Gus Alzam, tatapan tajam yang sudah lama menghilang kini mereka lihat kembali.


"Humaira Istighfar,,jangan sampai kalah sama setan." Gus Alzam berusaha menenangkan Queena.


"Ingat,, kamu punya Allah,, jangan sampai kamu di kuasai emosi kamu, kamu tenang ya." Gus Alzam kembali memeluk Queena.


"Aku telpon Uncle Edward dulu,biar anak buahnya membantu mencari Zia." Ucap Malvin sambil mengeluarkan ponselnya.


Tapi sebelum menghubungi Edward sebuah mobil sport mewah memasuki area pesantren Darussalam dan mereka mengenali mobil itu.


Edward yang baru sampai di pesantren merasa heran mengapa banyak orang dan semua keluarga berkumpul di sana.


Edward turun terlebih dahulu sementara Ning Syaqila belakangan karena dia sedikit kesusahan menggendong Zia yang sedang tertidur.


"Ada Apa ini?" tanya Edward.


"Kenapa kamu menangis Princess?" tanya Edward melihat Queena menangis dalam pelukan Gus Alzam.


"Zia hilang." Jawab Malvin.


"Zia hilang?" heran Edward.


"Iya Uncle Zia hilang mulai tadi pagi." jelas Malvin.


"Uncle,, hiks,, tolong cari Zia." tangis Queena.


Pintu mobil Edward terbuka dan turunlah bocah kecil yang mereka cari dari pagi dengan wajah ngantuk nya di ikuti Ning Syaqila di belakangnya,tadi niatnya dia ingin menggendong Zia tapi tiba tiba Zia terbangun.


"Zia,,,!" teriak Mereka semua.


Queena segera memeluk Zia mengecek apakah ada yang terluka.


"Zia kamu kemana saja nak?" tanya Queena sambil menangis haru melihat putrinya.


Jiwa Zia tidak sepenuhnya kembali dia hanya mengucek matanya.


"Kamu menculik Zia?" tuduh Tuan Fredy pada Edward.


"Apa? siapa yang menculik Zia, aku ketemu Zia di perusahaan Alzam sendirian." Jawab Edward santai.


"Di perusahaan?" kaget Gus Alzam.

__ADS_1


"Iya." balas Edward.


"Bagaimana bisa kamu sampai di perusahaan nak?" tanya Gus Alzam pada Zia.


"Hehehe,, " Zia nyengir tidak bersalah.


"Aku pikir Zia memang ikut kamu ke kantor Zam." ucap Edward.


"Sia memang ikut Abi, Kan Sia udah bilang kalo Sia tidak mau cekolah, Sia mau ikut Abi."


"Tapi Abi tidak membawa kamu nak."


"Sia cembunyi di bekang Abi hehe." jelas Zia.


"Astaghfirullah Zia,, kamu bikin kita panik nak, lain kali kalau mau ikut Abi jangan sembunyi sembunyi ya." ucap Kyai Reyhan lembut tidak habis pikir dengan tingkah Cucu ajaibnya itu.


"Oce,," jawab Zia.


"Sio Sio,, " panggil Zia pada Zio.


"Abang nak " peringat Gus Alzam tapi di abaikan Zia.


"Tadi Sia beli Papa Muda yang di bilang Nola loh." cerita Zia.


"Zia,,!" kaget Semua orang.


"Ya Allah Princess,, kamu belajar bicara seperti itu dari mana sih?" tanya Malvin.


"Enak lo Sio lasanya Papa muda di mol." mengabaikan pertanyaan Malvin Zia melanjutkan ceritanya.


Mereka menatap Ning Syaqila dan Edward meminta penjelasan.


"Kelapa Muda maksud Zia." ucap Ning Syaqila.


"Kami disini mencari Zia kemana mana ternyata yang dicari malah enak enakan minum kelapa muda, lagian kenapa Uncle tidak memberi tahu terlebih dahulu kalau mau membawa Zia?" kesal Malvin.


"Aku sudah bilang pada resepsionis di perusahaan Alzam." ujar Edward.


"Kenapa kamu bisa tidak sadar sih Zam dengan keberadaan Zia?" tanya Umi Maryam.


"Aku tidak melihat ke belakang Mi." jawab Gus Alzam.


" Kenapa kamu bisa masuk ke mobi Abi Nak?" tanya Queena pada Zia.


"Sia macuk saja Ommy, sampai di kantol Abi hilang untung Ada Glenpa jadi Sia ajak Glenpa makan ea klim dan minum Papa muda ." jelas Zia membuat semua orang menggelengkan kepalanya dengan tingkah ajaib Zia.


"Zia memang benar benar anak kamu Princess." ucap Malvin.


"Dulu kamu saja pernah hilang selama seminggu." lanjut Malvin.


"Hilang?" tanya Gus Alzam dia penasaran dengan cerita Istrinya itu.


"Iya,, bahkan Princess lebih parah dari Zia, dia nghilang selama satu Minggu." cerita Malvin.


"Queena di culik?" tanya Gus Azka.


"Bukan, dia sembunyi di kamar Ella selama satu Minggu, dan lebih parahnya lagi, dia dan Ella bekerja sama, Ella bahkan menyembunyikan Queena di kamarnya tanpa di ketahui kedua orang tuanya, kami kelimpungan mencarinya sementara yang di cari sengaja bersembunyi."


"Hahahaha,,, " Semua orang tertawa mendengar cerita Malvin.


"Dan usianya sama seperti usia Zia tiga tahun."Sambung Edward.


"Di usia yang masih tiga tahun mampu membuat orang kelimpungan."


"Jadi jangan salahkan Zia kalau suka sembunyi karena memang turunan dari Mommynya."


"Kenapa kamu bisa sembunyi selama itu sih Queen?" tanya Maira.


"Aku kesal di suruh sekolah padahal kan sudah pintar." jawaban Queena persis dengan jawaban Zia kalau di suruh sekolah.


_


_


_


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


__ADS_2