HIJRAHKU BUKAN KARENA CINTA

HIJRAHKU BUKAN KARENA CINTA
Ibu susu


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


Happy Reading guys 🥰🥰🥰


Queena masih terus menangis melihat keadaan sahabatnya, mengapa bisa seperti ini.


"Apa yang terjadi mengapa Ella bisa seperti ini? " tanya Queena dingin.


"Benturan di kepalanya begitu keras sehingga menyebabkan beberapa saraf otaknya tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya, juga tekanan batinnya yang tidak bisa menerima jika dia keguguran dan kemungkinan Ella tidak bisa hamil lagi, yang menyebabkan Ella seperti itu. " jawab Rania.


"Apa? " Tapi Queena yakin seratus persen jika sebelum Ella jatuh dari ranjang nya dia sudah menerima kenyataan jika dirinya keguguran.


Queena merasa janggal dia harus mencari tahu semuanya.


"Lalu kenapa Ella tidak dirawat dirumah sakit, kalian tidak bangkrut kan? " tanya Tuan Fredy.


"Kami sudah membawa Ella bahkan sampai keluar Negeri, tapi hasilnya tetap sama" jawab Javier.


"Lalu kalian menyerah? , dan mengurung Ella seperti hewan, bahkan kalian tidak mengizinkan kami untuk menemui nya. "


"Hahaha,, lucu kalian ini, Ella sakit hanya enam bulan tapi kalian,, hiks,,, " Queena tertawa sambil menangis.


"Apa itu juga yang menyebabkan Aaron harus menikah lagi? "


"Iya,, Aaron butuh keturunan dia butuh penerus. " jawab nenek Aaron.


"Apakah harus secepat itu? disaat Ella lagi sakit? "


"Meskipun Ella sembuh dia tidak akan bisa memberikan Aaron keturunan. " Ujar Nenek Aaron.


"Hahaha,, kenapa Ella harus menikah dengan Pria pengecut seperti mu, Ella sakit dia butuh dukungan tapi kalian bukan mendukungnya tapi justru menjatuhkan mentalnya hingga ke jurang yang paling dalam. "


Queena melirik nampan yang berisi makanan utuh di sampingnya.


"Bahkan kalian tidak ada waktu untuk menyuapi Ella makan, hiks,,, sedangkal itukah cintamu pada Ella Aaron?. " Aaron menunduk, hatinya membenarkan setiap ucapan Queena, benarkah selama ini dia mencintai Ella atau justru hanya Obsesi ?, sementara cintanya tetap pada Naila sang cinta pertama.


"Maafkan saya, tapi biasanya saya yang menyuapi mbk Ella tapi tadi pagi perut saya tidak nyaman makanya langsung ke rumah sakit. " Ucap Naila.


Tuan Fredy menyeka air matanya, dia merasa gagal menjaga amanah Orang tua Ella.


"Ell,, kamu makan ya,,, " Queena menyuapi Ella sesendok makanan.


Ella menoleh tiba tiba air matanya mengalir menatap Queena.


"Hiks,,, Ell kamu menangis? kamu tahu ini aku? Aku Queena Ell, aku lebih suka kamu yang banyak tingkah, hiks,, aku lebih suka Ella yang menyebalkan dari pada Ella yang hanya diam saja. "


Saat semuanya sedang memperhatikan Queena dan Ella Gus Alzam dengan pelan mengambil beberapa butir obat dan obat suntik untuk Ella, dia memasukkan kedalam saku celananya.


Gus Alzam merasa janggal dengan keadaan Ella, dan beberapa keterangan anak buahnya yang bahkan tidak mengetahui jika Ella sudah sadar.


"Daddy,,,! " seru Queena.


"Apa Princess,, " jawab Tuan Fredy.

__ADS_1


"Ayo kita bawa Ella ke rumah sakit, Daddy banyak kan kenalan Dokter terbaik Dunia. "


"Iya sayang, kita bawa Ella. "


"Tidak perlu,,! setiap Hari sudah ada Dokter yang memeriksa Ella. " ucap Aaron.


"Jangan Egois Aaron,,. " bentak Queena.


Tanpa menunggu lebih lama Tuan Fredy menggendong tubuh Ella membawanya keluar, beberapa pengawal Aaron yang mencoba menghalangi nya langsung dihajar oleh anak buahnya.


"Biarkan Ella bersama kami sampai dia sembuh, setelah itu kami serahkan semuanya pada Ella. " ucap Tuan Fredy langsung meninggalkan kediaman keluarga Fernandes diikuti Gus Alzam di belakangnya, mereka berdua belum menyadari jika Queena tidak mengikuti mereka.


Sementara Queena tersenyum bangga melihat Aaton yang sudah babal belur bahkan tidak segan segan dia juga menghajar Javier.


"Hahaha,,, ternyata kemampuan ku tidak berkurang sama sekali."


"Jika sampai Ella tidak bisa sembuh nyawamu taruhannya, bukan hanya Nyawa tidak berguna mu itu tapi seluruh keluargamu termasuk anakmu. " Ucap Queena sambil menodongkan pistol pada pelipis Aaron yang sudah berdarah.


'Prakk,, ' tanpa perasaan Queena memukulkan ujung pistolnya pada Nenek Aaron dan Naila.


"Awas Kalian,,,! " sepertinya Queena masih dendam pada mereka.


'Maafkan Mas Honey,,, semoga kamu segera sembuh dan bisa berkumpul lagi bersama, Maaf jika tindakan Mas menyakiti hatimu, Mas hanya tidak ingin berpisah denganmu. ' batin Aaron menatap Kepergian Queena, tadi saat dia akan mengejar Tuan Fredy yang membawa Ella langsung dihadang Queena dan menghajarnya dengan membabi buta.


Diluar Queena tertawa sambil memutar mutar pistolnya.


"Hahaha,,, dasar manusia Bodoh, padahal ini hanya pistol mainan Zio. " Ya Queena tidak membawa pistol asli yang dia bawa hanya pistol mainan milik putranya.


"Dimana Princess Zam? " tanya Tuan Fredy pada Gus Alzam.


Gus Alzam menoleh dan tidak mendapati keberadaan istrinya.


"Kalian mencariku? " tanya Queena yang baru datang.


Tuan Fredy dan Gus Alzam memandang Queena curiga.


"Kenapa melihatku seperti itu? "


"Habis ngapain Humaira? " tanya Gus Alzam.


"Tidak hanya bicara sebentar dengan Aunty Riana. " jawab Queena.


Tuan Fredy tersenyum dan mengangkat jempolnya pada Queena tanpa diketahui Gus Alzam dibalas senyum licik Queena, Tuan Fredy yakin jika Putrinya melakukan sesuatu, dia paham dengan tabiat Queena yang memang seperti dirinya, juga dia meliahat senyum puas diwajah anaknya itu. Ayah dan Anak memang sama saja.


Dalam hatinya Tuan Fredy benar benar bersyukur memliki menantu seperti Gus Alzam, orang nya sangat bersabar, tidak gampang terpancing emosi, dan juga sangat menjaga lisannya.


"Kita langsung ke rumah sakit saja ya. " ucap Queena.


Mereka langsung membawa Ella kerumah sakit yang sama dengan Yisuf dirawat.


Tidak main main Tuan Fredy langsung mendatangkan Dokter terbaik Dunia untuk menangani Ella.


Sementara Gus Alzam menghubungi temannya yang ahli dalam hal obat obatan, dia meminta untuk meneliti obat yang di konsumsi Ella.

__ADS_1


"By,,, Kamu bicara sama siapasih serius banget? " tanya Queena dari belakangnya.


"Hanya teman bicara soal bisnis. " jawab Gus Alzam.


"Oh,,, aku mau melihat Yusuf dulu ya By. "


Queena berjalan ke ruangan Yusuf dilihatnya Yisuf sedang menangis segera Queena mendekati nya.


"Kenapa Yusuf Bang? " tanya Queena.


"Dia tidak mau minum susu Queen, dan saat minum langsung dimuntahkan. " jawab Gus Azka.


"Ya Allah sini nak,, sama Mommy. " Queena dengan lembut menggendong Yusuf.


"Bagaimana Dok? Apa Yusuf tidak cocok dengan susunya? " tanya Queena pada Dokter wanita yang menangani Yusuf.


"Bukan Bu,, tapi sepertinya memang perut Yusuf tidak menerima susu Formula, kalau bisa coba berikan Yusuf Asi. " jawab Dokter itu membuat Gus Azka dan Queena diam seketika, bagaimana bisa Yusuf diberikan Asi sementara Ummanya sudah tiada.


"Apa kita carikan Ibu susu saja ya buat Yusuf. " ucap Gus Azka.


Queena terlihat berpikir keras, Andai Ella tidak keguguran pasti sekarang lagi menyusui dengan begitu pasti Ella tidak akan menolak untuk menjadi ibu Susu untuk Yusuf.


"Biar aku saja Bang yang menjadi Ibu susu untuk Yusuf." ucap Queena.


"Assalamu'alaikum." ucap Gus Alzam yang baru masuk.


"Waalaikumsalam." jawab Queena dan Gus Azka.


"Bagaimana keadaan Yusuf? " tanya Gus Alzam.


"Yusuf butuh Ibu susu karena dia tidak mau Susu Formula, jadi bolehkan By jika aku saja yang menjadi Ibu susu untuk Yusuf. " ucap Queena.


"Boleh Humaira,, tapi kan kamu sedang tidak menyusui jadi mau dapat Asi dari mana? "


"Sekarang jaman sudah canggih By,, tinggal suntik hormon saja sudah. " jawab Queena.


Gus Azka menatap penuh harap pada Abangnya, jika Queena yang menjadi Ibu susu untuk putranya dia lebih tenang.


"Iya Humaira aku setuju. " Jawab Gus Alzam akhirnya membuat Gus Azka seketika langsung memeluknya.


"Terimakasih Bang. " ucap Gus Azka.


Gus Alzam membalas pelukannya dia ikut tersenyum melihat senyum bahagia Istri dan Adiknya.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2