
๐น๐น๐น๐น๐น
Happy Reading guys๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ
Meski dengan amat sangat terpaksa Queena akhirnya menghubungi Aaron memberitahukan jika Ella mencari dirinya dan meminta Aaron untuk datang.
"Kenapa aku bisa berada disini Queen? " tanya Ella.
"Oh,, itu aku yang meminta pada Aaron agar kamu disini karena kemarin Aaron ada perjalanan ke luar negeri,, iya begitu cerita nya. " bohong Queena.
"Maaf jika aku merepotkan kamu Queen. " ucap Ella.
"Apaan sih, aku tidak merasa direpotkan sama sekali kok. "
"Kamu menginap disini saja ya Ell. "
"Tidak Queena, aku harus pulang aku punya suami yang harus aku urus. "
"Tapi Ell,, " Queena tidak bisa melanjutkan kata katanya.
"Kalau aku menginap disini lagi, nanti Mas Aaron sendirian di penthous. "
Mata Queena sudah mulai memerah, dia tidak sanggup membayangkan bagaimana jika sahabatnya tahu semuanya.
" Baiklah jika itu maumu, tapi kamu harus ingat apapun yang terjadi, sebesar apapun cobaan hidupmu jangan pernah merasa sendiri, aku selalu ada untukmu, meskipun kamu bukanlah Ella yang dulu, Ella yang urakan tapi janganlah kamu jadi wanita lemah, lawan siapapun yang berani menindasmu, jangan biarkan orang lain menginjak nginjak kita sekalipun orang itu keluarga Aaron bahkan Aaron sekalipun tunjukkan pada mereka jika kamu bukanlah wanita lemah yang mudah di tindas."
"Maksud kamu Queen? "
"Kamu paham maksud ku Ell. "
Ella tersenyum " kamu tahu Queen sampai saat ini aku belum bisa mengendalikan emosiku sendiri, aku bukanlah wanita yang terlahir di lingkungan yang agamis seperti Syaqila, Hahaha,,, kadang aku berpikir wanita seperti ku tidak pantas menggunakan cadar. "
"Musuh terbesar kita memang nafsu kita sendiri. " ucap Queena.
"Assalamu'alaikum,,, " ucap Gus Alzam yang baru datang bersama Aaron dan keluarganya termasuk Naila istri muda Aaron.
"Waalaikum salam. " jawab Queena dan Ella.
Queena berdiri mencium tangan Gus Alzam begitu juga Ella yang langsung menghambur memeluk Aaron.
Riana menangis haru melihat menantunya telah sembuh, dia begitu bahagia melihatnya.
"Mas,,, " panggil Ella pada Aaron yang berdiri kaku dengan air mata yang menetes.
"Kamu sudah sembuh Honey, kanu ingat aku? " Aaron memegang kedua pipi Ella kemudian menciun seluruh wajahnya yang tertutup cadar membuat Naila cemburu bukan main.
"Iya Mas Alhamdulillah,,, maaf jika selama ini merepotkan kamu. " ucap Ella tulus.
"Mama,, " panggil Ella.
"Sayang,, putri Mama. " Riana segera memeluk Ella sambil menangis.
Javier juga melakukan hal yang sama dia memeluk menantunya.
Ella menatap Nenek Aaron dengan sedikit heran, tapi kemudian Nenek Aaron memeluknya.
"Maafkan Nenek,, Nenek menyesal. " ucap Nenek Aaron membuat Ella langsung mengangguk.
"Iya Nek, maafkan Ella juga belum bisa menjadi menantu yang baik buat Nenek. "
__ADS_1
Ella menatap Naila, dia merasa tidak mengenalnya.
"Dia sepupunya Aaron Ell. " ucap Queena sebelum mereka mengatakan jika Naila adalah madunya.
"Sepupu Mas Aaron? "
"Iya,, sayang Naila sepupunya Aaron. " Riana ikut menimpali ucapan Queena.
Naila terlihat kecewa karena dia diperkenalkan sebagai Sepupunya Aaron.
"Lagi hamil ya? " tanya Ella.
"Iya Mbak. " jawab Naila antusias.
"Berapa bulan? "
"Sudah empat bulan mbk. "
"Oh,,, selamat ya,, semoga diberi kesehatan dan keselamatan hingga persalinan. " Ella mengelus perut buncit Naila.
Hati Aaron merasa pedih melihat hal itu, bagaimana caranya dia menjelaskan pada Ella nanti.
"Ell boleh minta tolong tidak? " ucap Queena.
"Boleh, apa Queen? "
"Sekarang sudah waktunya Yusuf minum Asi dan tidur tolong kamu tidurkan dia ya. " jawab Queena.
"Mas boleh? " tanya Ella pada Aaron. Queena menatap Aaron tajam sehingga Aaron langsung mengangguk.
"Makasih Mas. "
"Saya tidak mau jika Ella sampai tahu jika perempuan ini adalah madunya. " ucap Queena tanpa basa basi.
"Tapi,, " Naila bersuara.
"Tapi Ella harus tahu, bagaimana dengan Naila dia saat ini tengah hamil dan sangat membutuhkan perhatian Aaron. " ucap Nenek Aaron.
"Jangan Egois Queen, Jangan hanya memikirkan Ella saja. " sambung Javier, Naila adalah anak dari teman dekatnya jadi dia sangat menyanyangi Naila.
Aaron tengah bimbang dia mencintai Ella tapi dia juga mencintai Naila terlebih sekarang Naila tengah hamil, tidak mungkin dia mengabaikan Naila dia tidak mau kehilangan buah hatinya kembali.
"Saya mohon sampai keadaan Ella pulih. " seorang Queena memohon dan itu hanya demi sahabatnya.
"Princess,, untuk apa kamu memohon pada keluarga pecundang seperti mereka. " ucap Tuan Fredy yang baru datang, dia terlihat marah melihat putrinya tengah memohon.
"Biarkan Ella mengetahui semuanya, Daddy akan mengurus surat cerainya dengan Aaron, dia masih muda cantik dan berpendidikan, tidak sulit baginya untuk mendapatkan pria yang lebih baik dari pada laki laki pengecut ini. "
"Cukup Fredy! ucapan mu sudah keterlaluan. " sargah Javier dia tidak Terima dengan ucapan Tuan Fredy.
"Benar jika Ella sempurna tapi dia wanita mandul, dia tidak bisa memiliki keturunan, siapa yang akan mau menikahi wanita mandul? " ucap Nenek Aaron membuat Tuan Fredy semakin murka.
"Aku akan segera mengurus surat cerai Ella. " ucap Tuan Fredy.
"Tunggu Dad,, " cegah Gus Alzam saat melihat Tuan Fredy mengambil ponselnya.
" Ada apa lagi Zam? kamu mau membela mereka? "
"Bukan begitu Dad, biarkan Ella pulih dulu setelah itu semua keputusan ada di tangan Ella, untuk saat ini Saya memohon pada keluarga Aaron rahasiakan dulu pernikahan kedua Aaron. "
__ADS_1
"Sampai kapan? " tanya Javier.
"Sampai keadaan Ella kembali pulih. " jawab Queena.
Dibalik Dinding ruang tamu tanpa mereka sadari Ella menutup mulutnya menggigit bibirnya agar tangisannya tidak terdengar.
Dia mendengar semua yang mereka ucapkan, jadi sekarang suaminya sudah menikah lagi dan istrinya sedang hamil.
"Hiks,,, secepat itu kamu mendapatkan penggantiku Mas. " ucap Ella pelan tiba tiba ada yang menyodorkan sapu tangan kepadanya.
Ella mendongak ternyata Gus Azka yang menyodorkan sapu tangan itu sambil menggendong Yusuf.
"Istighfar Ell,, tarik nafas. " ucap Gus Azka dia tahu bagaimana kondisi kesehatan Ella.
"Maaf,, " ucap Gus Azka dia menarik lengan baju Ella pelan agar mengikutinya.
Sampai di taman Rumah Queena Gus Azka melepaskannya, kemudian Ning Syaqila datang karena tadi Gus Azka memang menghubungi nya untuk datang ke taman rumah Abang nya.
Gus Azka tidak ingin terjadi Fitnah, jika harus berduaan dengan Ella apalagi sekarang Ella telah bersuami.
"Menangis lah Ell,, keluarkan semua rasa sesak di dadamu, aku tahu ini sulit bagimu. " Ning Syaqila memeluk Ella.
"Hiks,,, aku tidak tahu harus apa Qil, sulit untuk menerima kenyataan ini, apakah aku sanggup menjalani nya. "
Gus Azka mendekat dia berkata dengan lembut.
"ย ููุง ูููููููููย ุงููููููย ููููุณูุง ุฅููููุง ููุณูุนูููุงย "
โAllah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.โ
"Allah memberimu ujian seperti ini karena Allah yakin kamu mampu Ell, kamu bisa melewati semuanya. "
"Hiks,,, aku takut jika hatiku nanti diliputi rasa iri melihat Suamiku lebih memperhatikan istri barunya,, imanku belum terlalu kuat. "
"Ell,,, Jalani dengan ikhlas jika kamu tidak mampu lepaskan, maaf bukan aku menyuruhmu untuk bercerai tidak, poligami itu halal, suami boleh memilki istri lebih dari satu asalkan bisa adil. " ucap Ning Syaqila.
"Wanita memliki rasa cemburh adalah hal lumrah, hal biasa bahkan dulu Sayyidah Aisyah pun pernah merasakan cemburu. "
"Anggap saja ini ujian hijrahmu, Allah ingin melihat bagaimana kamu menjalani nya, tidak selamanya seseorang akan menangis Ell ada kalanya orang itu akan tertawa, jadi ikhlaskan semuanya lakukan semuanya karena Allah. "
Ella merasa sedikit lebih tenang mendengar nasehat dari kakak beradik itu.
"Tolong rahasiakan dari mereka jika aku mengetahui segalanya, aku tidak ingin membenani Queena dan Uncle Fredy. " pinta Ella.
"Baiklah Ell, jika kamu butuh teman curhat telponlah aku, aku siap mendengarkan keluh kesahmu. " ucap Ning Syaqila tulus.
"Terimakasih Qil, Gus. " ucap Ella pada Ning D
Syaqila dan Gus Azka.
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ
__ADS_1