
🌹🌹🌹🌹🌹
Happy Reading guys 🥰🥰🥰
Kepala Ella mengeluarkan darah karena terbentur ujung Meja dan langsung tak sadarkan diri kembali.
Ada senyum puas di wajah Nenek Aaron, dia berteriak memanggil Dokter pura pura panik, datanglah Dokter Joni dan beberapa perawat yang segera memeriksa keadaan Ella.
Dokter Joni melirik Nenek Aaron.
"Nyonya silahkan tunggu diluar dulu biar kami memeriksa keadaan Nyonya Ella dulu. " ucap salah satu perawat pada Nenek Aaron.
Aaron yang baru datang merasa heran mengapa ada Neneknya ada di depan ruangan istrinya, dia segera mempercepat langkahnya.
"Apa yang Nenek lakukan disini? " tanya Aaron langsung.
"Nenek tidak melakukan apapun, Nenek hanya ingin meminta maaf. " jawab Nenek Aaron.
"Kenapa tidak masuk kedalam? "
"Itu,,, saat Nenek masuk Ella sudah jatuh tidak sadarkan diri. "
"Apa? " Aaron berteriak memandang tajam Neneknya.
"Apa lagi yang Nenek lakukan pada Istriku? " bentak Aaron.
"Nenek tidak melakukan apapun Aaron. "Elak Nenek Aaron.
" Jangan bohong Nek, Aaron tahu jika Nenek tidak mnyukai Ella, katakan sekarang apa lagi yang Nenek lakukan pada Ella? "
"Buat apa Nenek bohong, jika tidak percaya kamu bisa lihat sendiri rekaman CCTV. " Nenek Aaron tetap mengelak.
"Jika terbukti Nenek melakukan sesuatu kembali pada Ella, aku tidak akan segan segan menghabisi Nenek dengan tanganku sendiri." ancam Aaron, tapi Nenek Aaron masih bersikap tenang.
Aaron mendatangi ruang keamanan untuk melihat rekaman CCTV ruang rawat Ella, Aaron melihat nya dengan teliti tidak terlewatkan sedetikpun, dilihat dari Queena yang meninggalkan Ella sendiri hingga Ella sepertinya hendak menggapai sesuatu dan terjatuh kepalanya mengenal sudut meja di sampingnya, dan setelah Ella tak sadarkan diri baru terlihat Neneknya memasuki ruang Rawat Ella menemukan Ella tak sadarkan diri kemudian berteriak memanggil Dokter.
Aaron kembali ke depan Ruang Rawat Ella dilihatnya sang Nenek masih setia menunggui Ella, ada rasa bersalah dalam dirinya karena telah menuduh Neneknya yang bukan bukan.
"Maafkan Aaron Nek. " ucap Aaron.
Nenek Aaron langsung memeluk Aaron lembut, namun dibalik itu dia tersenyum licik, senyumnya begitu puas dan sebentar lagi semuanya akan kembali seperti semula, semuanya akan kembali berjalan sesuai dengan keinginannya.
"Nenek minta Maaf atas semua kesalahan yang Nenek lakukan, Nenek sadar jika selama ini terlalu menekan Ella. "
Dibelakang mereka ternyata ada Javier dan Riana, Javier tersenyum sementara Riana merasa tidak percaya dengan apa yang diucapkan mertuanya itu.
"Kenapa kalian berada diluar ? " tanya Riana.
"Ella masih diperiksa Ma. " jawab Aaron.
"Kenapa sampai harus menunggu diluar? "
Wajah Aaron kembali murung, mengingat keadaan Ella.
"Ella terjatuh ma dari Ranjangnya. " jawab Aaron lesu.
__ADS_1
"Jatuh? "
"Ya,,. "
"Bagaimana bisa jatuh? "
"Sepertinya Ella hendak mengambil sesuatu di meja, untungnya ada Nenek yang menemukannya. "
Riana menatap mertuanya curiga, bagaimana putranya bisa begitu mempercayainya.
"Aku sudah melihat CCTV ruang rawat Ella Ma. " ucap Aaron dia mengerti tatapan mamanya.
"Sudah sudah lebih baik kita berdoa semoga keadaan Ella baik baik saja. " ucap Javier.
Queena datang dengan sedikit berlari sambil menggendong Zia.
"Ella kenapa ? " tanya Queena langsung.
"Ella jatuh dari ranjangnya Queen. " jawab Riana.
"Kok bisa? "
Queena melihat mereka dan tatapannya langsung menajam saat melihat Nenek Aaron disana.
" Kenepa ada dia disini? " tunjuk Queena dengan dagunya pada Nenek Aaron.
"Nenek datang kesini intuk meminta maaf. " jawab Nenek Aaron pelan.
'Aku harus berhati hati dengan bocah ini. ' batin Nenek Aaron.
"Sudah Tua bukannya tobat malah semakin menjadi."
"Kamu tidak ada hak untuk menghina Nenek saya Queena. " ucap Aaron.
"Wow,,, ada seorang hero rupanya, buka matamu Aaron. "
"Sekarang apalagi yang kamu lakukan hah pada Ella? "
"Nenek tidak melakukan apapun, Nenek kesini hanya ingin meminta maaf. " jawab Nenek Aaron sambil menangis membuat Aaron dan Javier tidak tega melihat nya.
"Queena sudah. " ucap Javier ikut membela Nenek Aaron, karena mau sejahat apapun Emily tetaplah Ibu kandungnya yang membesarkan dirinya dengan penuh kasih sayang.
Queena hanya tersenyum miring memandang mereka satu persatu.
"Keluarga Bodoh! "
Dokter Joni keluar dari ruang rawat Ella dengan wajah lesunya.
"Bagaimana keadaan istri saya Dok? " tanya Aaron langsung.
Dokter Joni menghela nafas " Maafkan saya Tuan, dengan berat hati kami menyatakan Nyonya koma. "
"Dan kami tidak bisa menafsirkan kapan akan sadar. " lanjut Dokter Joni.
Aaron langsung terjatuh bersimpuh di lantai, dia menyesal telah meninggalkan Ella sendiri.
__ADS_1
"Pasti ini ulah Anda kan? " tudih Queena langsung pada Nenek Aaron.
"Hiks,,, Nenek tidak melakukan apapun Queen. "
"Tidak usah mengelak lagi, hanya kamu yang tidak menyukai Ella,dasar wanita tua jahat. " Queena mendorong tubuh Nenek Aaron, dia telah dikuasai oleh amarahnya sendiri.
Hampir Nenek Aaron terjungkal untung Javier segera menangkapnya.
"Apa yangvkamu lakukan Queen? " bentak Javier.
"Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri, dasar wanita biadab. " maki Queena.
"Nenek tidak salah. " ucap Aaron.
"Ya Nenek kamu tidak salah yang salah itu kamu Aaron Kamu! " teriak Queena.
"Kenapa Ella harus menikah dengan Pria pengecut seperti mu? "
Aaron memandang Queena marah, dia tidak terima dibilang pria pengecut.
"Ella seperti ini gara gara Kamu Queen, andai kamu tidak meninggalkan Ella sendiri dia tidak akan seperti sekarang, aku menitipkan kepadamu tapi kenapa kamu meninggalkan sendiri, seharusnya kalau kamu mau pergi kamu hubungi aku dulu jangan meninggalkan Ella sendiri an. " Aaron menyalahkan Queena.
Queena diam meresapi ucapan Aaron benarkah jika ini kesalahan dirinya, Ella koma kerena dirinya.
"Tidak,! aku kenal Ella dia bukan wanita ceroboh, tidak mungkin Ella terjatuh sendiri pasti ini ulah Nenek kamu lagi kan. " balas Queena.
"Aku sudah melihat CCTV jika Ella terjatuh sendiri. "
"Hiks,,, Aaron Queena sudah lebih baik sekarang kita lihat keadaan Ella saja. " ucap Riana akhirnya buka suara.
Aaron dan Queena masih saling pandang secara tajam, namun setelah itu mereka memasuki kamar Ella, hati mereka begitu sakit melihat tubuh Ella dipenuhi alat alat medis.
" Aku akan mencari tahu semuanya Ell. " ucap Queena pelan dia berdiri di samping ranjang Ella dengan Zia yang masih setia berada di gendongannya tidak merasa terganggu sama sekali, meski dari tadi Mommy teriak teriak, dia tetap betah
berada dialam mimpinya.
Sementara Aaron duduk disamping Ella menundukkan wajahnya bahunya bergetar menandakan Aaton tengah menangis.
"Bangun Honey,,! " ucap Aaron.
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK🥰🥰🥰
Karaya baru Author, dibacaya 🥰🥰🥰
kisah seorang Bad girl yang mengejar cinta seorang Duda melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkannya.
__ADS_1