HIJRAHKU BUKAN KARENA CINTA

HIJRAHKU BUKAN KARENA CINTA
ELLA


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


Happy Reading guys 🥰🥰🥰


Setelah berpamitan pada Gus Azka, Gus Alzam dan Queena segera berangkat menuju kediaman keluarga Fernandes yang baru.


"By,, kenapa kami tidak bilang sih kalau kamu sudah mengetahui keberadaan Ella? " tanya Queena.


"Belum ada waktu yang tepat Humaira. " jawab Gus Alzam.


"Lalu sekarang bagaimana keadaan Ella By? " twnya tanya Queena lagi.


"Masih sama. "


"Maksudnya By? "


"Ella masih belum bangun dari komanya. "


"Ya Allah,, lalu kenapa Aaron bisa menikah lagi, sementara istrinya koma, dan sekarang lagi hamil. "


Gus Alzam dan Queena sudah sampai di sebuah gerbang mewah menjulang tinggi, awalnya mereka tidak diizinkan untuk masuk.


"Maaf Tuan, Nyonya tapi tamu yang belum membuat janji tidak diizinkan masuk. " ucap penjaga.


"Saya saudaranya Ella kenapa tidak boleh masuk? "


Penjaga tersebut saling pandang "Maaf Nyonya tapi kami hanya melakukan tugas kami. "


"Aaron,,,,! buka pintunya, jika tidak kami akan melaporkan kalian ke kantor polisi, Jika dalam hitungan ke tiga kalian tidak keluar aku ALYSSA QUEENA ANGELA bersumpah akan menghancurkan keluarga kalian. " teriak Queena lantang.


Dia tidak main main dengan sumpahnya, sudah cukup kesabaran nya selama ini, tidak ada lagi sabar banginya, jangan dipikir karena Queena sekarang sudah berhenti jadi Mafia jadi dia tidak mampu menghancurkan keluarga Fernandes.


"Satu,,, Dua,, " hitung Queena.


Tapi sebelum angka tiga pintu gerbang keluarga Fernandes sudah terbuka tanpa kata Queena langsung masuk dengan wajah marahnya.


"Queena,, " panggi Riana tapi Queena mengabaikan saja, baginya semua keluarga Fernandes itu sama saja.


"Dimana Ella? " tanya Queena dingin.


"DIMANA ELLA? " Bentak Queena karena tidak kunjung mendapatkan jawaban.


"Humaira,,, " Gus Alzam berbisik lembut.


"Kali ini biarkan aku By,, " balas Queena.


Semua keluarga Fernandes keluar termasuk Aaron dan Istrinya.


"Untuk apa kamu datang kesini? " tanya Nenek Aaron.


"Hhh,,, " Queena menyunggingkan senyum sinisnya.

__ADS_1


"Apa kabar Nenek tua? "


"Anda bertanya buat apa saya detang kesini? , saya datang kesini untuk membunuhmu. " tekan Queena.


"Jaga bicaramu di rumah orang Queena. " peringat Javier.


"Hahaha,, Tuan Javier yang terhormat tapi Bodoh, Anda pikir Anda itu siapa yang berani beraninya menegur saya. " tantang Queena, dia memegang tangan Gus Alzam sedikit meremasnya agar tidak menegur nya.


"Kalau Kamu datang kesini hanya untuk membuat keributan silahkan pergi, sebelum saya usir menggunakan kekerasan. " usir Aaron.


"Hahaha,, pergi? tentu saja Saya akan pergi, tapi,,, "


"Tapi,,, sebelum itu saya akan membawa Ella terlebih dahulu. "


Riana menangis menatap Queena, dia tidak mampu untuk berkata banyak hal yang ingin dia katakan tapi dia tidak mampu.


"Pergi,,! atau saya panggil polisi. " Aaron kembali mengusir Queena.


"Hhh,,, Kalian tidak amnesia bukan, siapa yang berani menangkap saya? bahkan kemarin sudah lengkap dengan buktinya tapi saya bebas. "


Aaron memberi isyarat pada Anak buahnya agar mengusir Queena dan Gus Alzam, segera mereka mendekati Gus Alzam dan Queena hendak menyeret mereka, tapi dengan Gantle Gus Alzam menepis setiap tangan yang hendak menyentuh istrinya.


"Mohon Maaf sebelumnya jika kedatangan kami mengganggu ketenangan kalian. " ucap Gus Alzam halus tidak ada nada emosi di dalamnya.


"Sangat! kedatangan kalian sangat mengganggu. " balas Nenek Aaron.


Sebelum berkata lagi Gus Alzam tersenyum, " Tapi kedatangan kami kesini bermaksud baik, kami hanya ingin bertemu dengan Ella,Istri saya sebagai sahabat Ella ingin tahu bagaimana keadaan nya sekarang. "


"Sebelum kesini lebih baik kamu didik dulu istrimu itu, sebagai istri seorang Kyai tidak pantas perkataan nya begitu kasar seperti wanita rendahan. "


"Apa maksud Anda mengatakan jika putri saya seorang wanita rendahan Nyonya Emiliy? " tanya Tuan Fredy yang baru datang dari belakang Queena.


Tadi di perjalan Queena sempat menghubungi Daddy nya memberitahu jika dia akan menemui Ella makanya dia segera menyusul nya.


"Fredy,,! " kaget Javier.


"Ya saya Javier. " balas Tuan Fredy.


"Atas dasar apa kalian berani menghina putriku? " Tanya Tuan Fredy tajam dia datang membawa pengawal.


"Tapi putri mu sudah bersikap kurang ajar pada Mama Fredy. "


"Hhh,,, justru itu masih tergolong sopan, bila perlu injak saja kepalanya Princess. " bukan menegur sang putri justru Tuan Fredy mendukungnya.


"Sekarang katakan dimana Ella putriku. "


"Ella tidak ada disini. " jawab Aaron.


"Katakan Saja Aaron, kami tahu Ella ada di dalam. "


"Benar kok, Mbk Ella tidak ada disini. " Naila ikut nimbrung.

__ADS_1


"Siapa dia? " tanya Tuan Fredy.


"Istri Aaron. " jawab Nenek Aaron.


"Katakan dimana Ella atau saya hancurkan kalian. " Ancam Tuan Fredy yang membuat Javier mengeluarkan keringat dingin, dia tahu seperti apa temannya itu.


"Silahkan lakukan apa yang ingin anda lakukan Tuan. " tantang Aaron.


"Baiklah,, Javier lihat anakmu sudah mengizinkan aku menghancurkan keluarga mu, bagaimana? Aaron Aaron,,, seberani itu kamu menantang Saya hahaha. " Tuan Fredy tertawa.


Tiba tiba ponsel Aaron berbegetar anak buahnya menghubungi nya memberi tahukan jika markasnya ada yang menghancurkan dan sekarang markasnya sudah rata dengan tanah, bahkan banyak anak buahnya yang tidak sempat melarikan diri dan meninggal di bawah runtuhan bangunan.


Aaron memandang tajam Queena dan Tuan Fredy dibalas senyum mengejek mereka.


"Hahaha,,, Suka dengan kejutannya Tuan Aaron? " Queena sengaja makin mengejek Aaron.


"Astaghfirullah ya Allah,,, " ucap Gus Alzam dalam hati, dia tidak ingin bila istrinya kembali dengan dirinya yang dulu.


"Sudah sudah lebih baik kita bicarakan ini secara kepala dingin saja, sebenarnya masalah in simple tanpa harus menggunakan kekerasan atau kepolisian, kami datang kesini hanya untuk bertemu dengan Ella, tidak lebih dari itu. " Gus Alzam mencoba untuk menengahi jika tidak ada yang mengalah maka tidak akan menemukan jalan keluarnya.


"Benar apa yang Gus Alzam ucapkan,, biarkan Queena menemui Ella, siapa tahu saja Ella akan sadar. " Riana ikut bersuara.


"Tapi Ma,, " ucap Aaron.


"Kali ini saja Aaron dengarkan Mama, Mama mohon hiks,,,, " Riana menangkupkan kedua tangannya sambil menangis, dia begitu menyayangi Ella sebagai mana putrinya sendiri.


"Ayo Queen,, ikuti Aunty. " Tanpa menunggu persetujuan Keluarga nya Riana menarik tangan Queena.


Sampai disebuah kamar mewah bernuansa gold, tapi Queena yakin jika ini pasti bukanlah kamar utamanya, karena kamar ini sedkit terpencil jauh dari kamar kamar lainnya.


'Deg,, ' Jantung Queena langsung berdetak dengan kencang tubuhnya langsung lemas melihat sahabatnya duduk dengan tatapan kosongnya, wajahnya pucat tubuhnya begitu kurus tinggal tulangnya saja.


"Ella,,,! " teriak Queena langsung berhambur memeluknya.


Ella tetap diam tak meresopon Queena yang sudah menangis, Tuan Fredy dan Gus Alzam juga sama terkejutnya dengan Queena.


'Ada ini, bukannya Ella masih belum sadar mengapa seperti ini? ' batin Gus Alzam, berdasarkan informasi yang dia dapat Ella belum sadar dari komanya.


"Hiks,,, Ella kamu kenapa? ini aku Queena Ell, Apa yang sudah mereka lakukan kepadamu? "


"Ell,,, jawab hiks,,, hiks,,,. " Queena terus mensngis sambil memeluk Ella.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2