HIJRAHKU BUKAN KARENA CINTA

HIJRAHKU BUKAN KARENA CINTA
Garis dua


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


Happy Reading guys🥰🥰🥰


Berbanding balik dengan keadaan Ella, Saat ini Ning Syaqila tengah bahagia, melihat garis dua pada Testpack yang dia gunakan.


Ning Syaqila sama sekali tidak menyangka jika dirinya tengah berbadan dia, pasalnya dia masih rutin datang bulan dan tidak pernah telat.


Awalnya dia hanya mencoba saja iseng menggunakan testpack karena melihat perutnya sedikit membuncit dan betapa bahagianya saat melihat testpack yang dia gunakan bergaris dua.


"Ya Allah,,, apakah ini nyata? " ucap Ning Syaqila yang masih belum yakin.


Edward yang baru selesai berganti pakaian heran melihat tingkah istrinya.


"Kenapa? " tanya Edward.


"Mas,, aku tidak lagi mimpi kan? " tanya Ning Syaqila membuat Edward semakin heran.


Edward mencubit pipi Ning Syaqila dengan sedikit kencang, membuat Ning Syaqila kesakitan.


"Ih,,, kok Mas malah cubit aku sih. " kesal Ning Syaqila.


"Sakit? " tanya Edward dan Ning Syaqila hanya mengangguk.


"Berarti kamu sekarang tidak sedang bermimpi. " ucap Edward lalu berjalan menuju meja rias menyisir rambutnya.


"Ya Allah berarti aku tidak mimpi, Alhamdulillah ya Allah,,, tapi,, " Ella masih belum yakin, apakah Testpack yang di gunakan salah.


"Kenapa hmm,,,? " tanya Edward memeluk Ella dari belakang.


"Astaghfirullah Mas,,, kamu ngagetin. " Kaget Ella.


"Kenapa? " tanya Edward lagi.


"Mas apakah ini benar? " tanya Ella menunjukkan Testpack di tangannya.

__ADS_1


Wajah Edward langsung berubah berbinar.


"Ini beneran sayang? " Edward malah balik bertanya.


"Ihh,,, aku kan nanya sama kamu Mas. " Ucap Ning Syaqila sedikit kesal.


"Kita kerumah sakit. "


"Tapi,,, Mas aku takut. "


"Takut kenapa hm,,? "


"Takut jika ternyata testpack nya salah. "


"Tidak ada salahnya kita periksa, jika memang testpack nya salah, itu artinya kita harus lebih berusaha lagi. "


"Mas,,, aku serius. "


"Aku juga serius, ayo siap siap kita langsung ke rumah sakit. "


Ning Syaqila dan Edward langsung berangkat ke rumah sakit,selama perjalanan Edward tidak sedetikpun melepaskan genggaman tangannya dari Ning Syaqila.


Selama perjalanan Ning Syaqila terus bersholawat berharap syafaat baginda Nabi, jika memang dirinya tidak hamil dia berharap Allah memperluas rasa sabarnya.


"Jangan tegang,,, . " ucap Edward sambil tersenyum menenangkan, Edward memang bukanlah laki laki romantis, memanggil Sayang saja Pada Ning Syaqila jarang jarang.


Tidak menampakkan kemesraan pada siapapun, Ning Syaqila dan Edward jika di depan semua orang sikapnya tidak pernah mesra hanya jika sedang berdua saja.


Ning Syaqila bersyukur Edward tidak pernah menuntut anak padanya,bahkan saat dirinya membahas Anak Edward selalu berkata untuk bersabar.


Hampir satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai dirumah sakit, Edward dan Ning Syaqila tidak perlu lagi mengantri karena Edward tadi sudah menghubungi pihak rumah sakit jika dirinya akan memeriksa kandungan istrinya.


Edward dan Ning Syaqila keluar dari ruangan Dokter kandungan mereka tersenyum bahagia karena penantian mereka selama tiga tahun akhirnya terwujud.


Di Apotek mereka bertemu dengan Aaron yang juga sedang mengambil obat untuk Ella.

__ADS_1


"Itu bukannya suami Ella ya Mas,, " Tunjuk Ella pada Aaron.


Edward melihat kearah Aaron, dia mengenal Aaron yang merupakan Rekan kerjanya dan Ayah Aaron merupakan sahabat kakaknya Tuan Fredy dia juga tahu jika Aaron adalah suaminya Ella.


Edward menghampiri Aaron sambil menggandeng tangan Ella.


"Tuan Aaron. " panggil Edward.


Aaron menoleh kearah Edward dan Ning Syaqila.


"Tuan Edward,, " sapa Aaron balik.


"Siapa yang sakit? " tanya Edward.


"Istriku,, " jawab Aaron lesu.


"Ella? " tanya Ning Syaqila.


"Iya."


"Sakit apa? " tanya Ning Syaqila lagi.


"Jatuh dari tangga. "


"Innalillahi,, lalu sekarang bagaimana keadaan Ella? "


"Baik, cukup baik,, tapi dia belum bisa menerima kenyataan jika dia keguguran. "


"Innalillahi wainnailaihi Raji'un. "


_


_


_

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 🥰🥰🥰


__ADS_2