
🌷🌷🌷🌷🌷
Happy reading guys 😘😘😘
Di dalam kamar Queena menangis,sesekali menggigit lengan Gus Alzam dia merasa bersalah pada Putri kecilnya.
"Hiksz,,,By bagaimana jika nanti Zia benci aku By?"
"Humaira,,, Zia tidak akan membencimu,dia sangat menyayangi mu sekarang sudah ya nangisnya,kasihan loh anak kita jadi nangis juga."
"By,, aku lapar." rengek Queena.
"Mau makan apa Humaira?"
Queena berpikir keras apa yang dia ingin makan, saking kerasnya berpikir hingga dia terlelap dalam pelukan Gus Alzam.
🌷🌷🌷🌷🌷
Disisi lain Gus Azka kelimpungan sendiri tadi mulai perjalanan Ella merasa pusing, Gus Azka mengajak agar kembali saja tapi Ella merasa tidak tega pada Yusuf dan Zia yang sangat senang di ajak jalan jalan.
Sampai di tempat Odong odong Gus Azka di buat panik karena tiba tiba Ella langsung pingsan membuat Yusuf dan Zia menangis.
Di bantu orang orang disana Ella dibawa kerumah sakit,di tengah perjalanan Ella sadar.
"Ba kita mau kemana?" tanya Ella sambil memegang kepalanya.
"Kita kerumah sakit ya,,"
"Aku tidak apa apa Ba,, mungkin hanya kecapekan saja."
"Wajah kamu sangat pucat Ma,kita periksa saja ya." bujuk Gus Azka.
"Baiklah." pasrah Ella.
Sampai dirumah sakit Ella langsung di periksa, setelah selesai Dokter itu pun tersenyum.
"Bagaimana keadaan Istri saya Dok?" tanya Gus Azka.
"Selamat Pak istri anda saat ini tengah hamil."
"Apa?" tanya Ella.
"Ibu saat ini tengah hamil."
"Hamil?" Ella merasa ini mimpi dia mencubit pipinya dengan keras dan sakit, apakah ini nyata pikirnya.
"Ba apakah sekarang aku lagi bermimpi?" tanya Ella yang masih belum percaya.
"Tidak Ma kamu tidak bermimpi,ini nyata kamu hamil"
Air mata Ella tidak dapat dia tahan lagi,Ell menangis bersyukur karena Allah telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk menjadi seorang ibu.
Dokter yang melihat itu tersenyum, "Ibu tidak bermimpi saat ini usia kandungan Ibu mungkin sudah memasuki minggu ke tujuh, Apakah Ibu tidak merasakan perbedaan nya?" tanya Dokter itu.
"Tidak Dok,saya tidak merasakan gejala apapun, tapi apakah ini beneran saya hamil Dok?"
"Benar Bu,,, untuk lebih jelasnya silahkan Ibu melakukan USG ya."
"Terimakasih Dok." ucap Gus Azka.
"Alhamdulillah ya Allah,,," tidak henti hentinya Gus Azka dan Ella mengucapkan syukur.
Berita kehamilan Ella membuat seluruh keluarga besar Gus Azka tersenyum bahagia,dan memberikan selamat pada Ella.
Berbanding balik dengan kebahagiaan Ella kejayaan keluarga Aaron kini hanya tinggal sebuah kenangan,saat ini mereka telah menjadi keluarga biasa,tidak ada perusahaan,tidak ada lagi Mansion atau kendaraan mewah.
Akibat ditipu oleh kolega bisnis nya dan kegagalan beberapa Proyeknya perusahaan Fernandes tidak dapat di selamatkan dan hal itu sama sekali tidak ada campur tangan Queena ataupun tuan Fredy.
Saat ini Aaron hanya bekerja di perusahaan biasa milik temannya dan gajinya pun tidak seberapa hanya cukup biaya sehari hari, semua keluarganya bergantung pada pendapatan Aaron.
Neneknya jatuh sakit karena tidak tahan hidup susah, harta yang dia banggakan kini telah tiada,begitu juga Naila yang merasa bosan hidup susah dengan sangat terpaksa di kerja di sebuah toko Fashion yang berada di dalam Mall.
Sore ini Aaron mendapat rejeki lebih,dia diberikan bonus juga kenaikan jabatan karena berhasil memenangkan sebuah proyek besar Aaron mengajak seluruh keluarganya makan di luar membuat Naila juga Nenek Aaron begitu bahagia sudah sangat lama mereka tidak makan diluar.
Mereka makan di sebuah Restoran mewah dan terlihat sangat Islami, disisi temboknya banyak tulisan tulisan Arab, dan yang paling besar tulisannya adalah " SEBELUM MAKAN JANGAN LUPA BERDOA" dibawahnya lengkap dengan bacaan Doa sebelum makan,didepan pintu restoran Naila tidak sengaja menabrak seorang laki laki gagah dengan setelan jasnya yang terlihat mahal.
Tanpa berkata sepatah katapun laki laki itu langsung melongos pergi meninggalkan mereka yang menatapnya kesal.
"Tidak punya sopan santun sekali pria itu." ujar Naila.
"Itu bukannya Malvin." ucap Javier.
"Ya benar Pa dia Javier." Aaron membenarkan.
"Kalian mengenalnya?" tanya Nenek Aaron.
"Anaknya Fredy kakak Queena." jelas Javier.
"Pantas sama sama tidak punya sopan santun."
__ADS_1
Aaron menggelengkan kepalanya sudah miskin saja Neneknya masih sangat sombong.
Mereka masuk dan langsung memesan makanan dan pelayanannya mengatakan jika khusus hari ini makan di Restoran itu gratis, pemilik restoran itu sengaja menggratiskan khusus hari ini sebagai bentuk rasa syukur atas kehamilan sang Istri.
Naila tersenyum bahagia dia langsung memesan semua makanan yang menurutnya enak di restoran itu begitu juga dengan Nenek Aaron.
"Kita bungkus juga Ya Nek." ucap Naila pada Nenek Aaron.
"Iya mumpung gratis." balas Nenek Aaron.
"Jangan malu maluin deh kalian." ucap Riana.
"Tapi kan Ma jarang jarang kita bisa makan di Restoran mewah."
"Pasti pemilik restoran ini orangnya sangat baik." ucap Nenek Aaron.
"Iya,, semoga Istri dan anaknya sehat hingga hari persalinannya." Doa Riana tulus.
Dari pintu Restauran masuk beberapa orang yang sangat dikenali oleh keluarga Fernandes,dan itu membuat Nenek Aaron dan Naila sangat tidak menyukainya.
Dengan mesra Gus Alzam menggandeng Queena mereka berjalan dibelakang Abi Reyhan dan Umi Maryam yang menggandeng Zio.
"Zam,, dimana Adikmu menunggu kita?" tanya Umi Maryam.
Belum sempat Gus Alzam menjawab teriakan Zia mengagetkan mereka.
"Abi,,,!" teriak Zia dengan cempreng.
"Ini bukan hutan Dek." ucap Zio.
"Apaan sih Zio, siapa yang bilang ini hutan? mengganggu Zia saja."
"Abang Sayang." tegur Gus Alzam, Zia sudah sering di ingatkan agar memanggil Zio Abang tapi tetap saja selalu memanggil Zio nama tanpa embel embel Abang.
Zia hanya cemberut sambil memanyunkan bibirnya.
"Dimana Umma sayang?" tanya Queena.
"Itu,," tunjuk Zia pada Ella yang di gandeng Gus Alzam sambil menggendong Yusuf.
"Ayo kita kesana." ajak Gus Alzam.
Mereka berjalan kearah Ella, Queena segera melepaskan tangan Gus Alzam dan berjalan cepat memeluk Ella.
"Selamat ya Ell." ucap Queena.
"Selamat ya nak." Umi Maryam juga memberikan selamat pada Ella.
Mereka duduk di sebuah meja panjang dan langsung saja pelayan datang membawakan menu menu spesial untuk mereka.
"Selamat Ka." ucap Gus Alzam.
"Terimakasih Bang." balas Gus Azka.
"Andai Syaqila ada disini pasti di juga ikut bahagia." ucap Queena.
Ning Syaqila hampir dua tahun menetap di Turki, setelah kandungan Ning Syaqila memasuki bulan sembilan tujuh Edward membawa keluarga kecilnya pindah karena perusahaan yang disana bermasalah.
Ning Syaqila melahirkan seorang Anak laki laki dengan paras yang sangat tampan diberi nama Alvian Chandra.
Naila yang melihat Ella tersenyum bahagia merasa marah, karena baginya Ella tidak pantas bahagia, semua kehancuran yang dia alami penyebabnya adalah Ella menurut Naila.
Naila berjalan mendekati meja dimana Ella dan keluarganya duduk dengan membawa segelas jus di tangannya.
"Mau kemana kamu Naila?" tanya Aaron tajam.
Mengabaikan pertanyaan Aaron Naila berjalan cepat,tanpa berkata Apapun dia langsung menyiram kan Jus dia bawa pada Ella.
"Dasar wanita mandul,,!" Ucap Naila dengan Lantang.
Ella yang tidak menyadari kehadiran Naila sangat terkejut dengan perbuatan Naila.
"Astaghfirullah,,," seru Ella.
Keluarga Aaron mendekati mereka, meskipun keadaannya tidak terlalu sehat namun Nenek Aaron yang memang memiliki dendam pada Ella membawa semangkuk Mie pesanan Naila yang masih panas dan langsung melemparkan kearah Ella.
Gus Azka yang menyadari nya segera melindungi Ella sehingga mie tersebut mengenai punggung Gus Azka.
"Apa apaan kalian ini?" bentak Queena.
"Ini belum seberapa gara gara wanita mandul ini keluarga kita hancur, dasar perempuan pembawa sial." maki Nenek Aaron.
"Pasti Nenek ini keseringan marah marah makanya cepat Tua." celetuk Zia tanpa Dosa.
Gus Alzam yang tidak ingin anak anaknya mendengar urusan orang dewasa meminta Zio membawa Adik adik nya ke ruangan Gus Azka.
"Zio,,, sayang bawa Adik adikmu ke ruangan Aba ya." ucap Gus Alzam lembut.
"Baik Abi." jawab Zio dengan sopan.
__ADS_1
Setelah memastikan anak anaknya sudah masuk kedalam ruangan Gus Azka Queena menatap tajam keluarga Aaron.
"Ada masalah apalagi sih kalian ini suka sekali mengganggu ketenangan Ella."
"Gara gara wanita mandul ini keluarga Fernandes jadi bangkrut." ucap Nenek Aaron.
"Tunggu tunggu siapa yang Anda sebut wanita Mandul Nyonya?" tanya Queena.
"Siapa lagi kalau bukan sahabat lo itu." ujar Naila.
"Hahahaha,,, gak salah bilang Ella mandul, lo tahu saat ini tengah hamil,dan kalian makan gratis di restoran ini karena syukuran atas hamilnya Ella."
Ucapan Queena sukses membuat keluarga Fernandes menganga tidak percaya.
"Bagaimana bisa?" heran Nenek Aaron.
"Ya jelas bisa, jika Allah sudah berkehendak apapun bisa terjadi." ucap Gus Azka.
Aaron menatap Ella dalam, Andai dia lebih bersabar mungkin saat ini dia tengah bahagia dengan Ella.
"Sudah jangan bikin keributan malu, lebih baik kita pulang." Javier menarik tangan Ibu dan Istrinya.
Aaron langsung mengikuti langkah Orang tuanya tanpa berkata sepatah katapun.
Naila memandang benci Ella, rasa irinya semakin besar, Ella selalu di kelilingi kebahagiaan sementara dirinya selalu sial.
Dia meninggalkan Restoran dengan menghentakkan kakinya kasar.
Sampai di dalam mobilpun Aaron tidak fokus pikirannya tertuju pada mantan Istrinya, sampai di sebuah tikungan Aaron tidak menyadari adanya sebuah Motor didepannya, karena terkejut Aaron membanting stirnya ke kanan niatnya ingin menghindari pengendara motor, tanpa Aaron sadari Truk besar melaju dengan kencang kearah mobilnya.
Tabrakan itu tidak bisa di hindari lagi mobil Aaron langsung berguling guling di aspal dan mengeluarkan Asap kemudian mobil itu terbakar.
'DUARRR,,,' semua orang yang berada di dalam mobil itu tewas di tempat.
Kabar kecelakaan itu langsung menyebar,Ella dengan yang lain yang mendengar kabar tersebut langsung menuju tempat kejadian, sampai disana ternyata semua korban sudah dibawa kerumah sakit terdekat.
Mereka berempat Queena,Gus Alzam,Ella dan Gus Azka segera menyusul kerumah sakit, sesampainya disana mereka segera menuju ke Kamar Mayat dimana Aaron dan keluarganya berada.
Ella menangis melihat Beberapa jasad yang sudah tidak dapat dia kenali wajahnya, Ella tidak kuat melihat jasad anak kecil yang dia yakini adalah Axel anak Aaron.
"Innalilahi wa Innailaihi Raji'un."
"Kasihan sekali kamu nak." ucap Ella memandang jasad Axel.
"Apa tidak ada satupun keluarga dekat mereka?" tanya Gus Azka.
"Semenjak Fernandes bangkrut seluruh keluarga besarnya meninggalkan mereka." ucap Queena.
"Astaghfirullahal Adzim,, lalu bagaimana dengan mereka?"
"Kita bawa ke pesantren saja agar di mandikan dan di sholatin setelah itu kita makamkan di TPU." ucap Gus Alzam, dia tadi sudah bertanya pada pihak rumah sakit dan ternyata tidak satupun keluarga besar Aaron yang mau datang dengan macam alasan.
Karena prosesnya di rumah sakit berjalan sedikit lambat akhirnya Aaron beserta keluarganya dimakamkan keesokan paginya.
Ella berjongkok di depan nisan Aaron,mau bagaimanapun Aaron pernah mengisi hari harinya meski pada akhirnya berpisah.
"Semoga kamu tenang Mas."
"Aku masih tidak menyangka jika mereka akan meninggal dengan cara tragis seperti itu." ucap Queena di samping Gus Alzam.
"Humaira,, setiap yang bernyawa pasti akan pergi juga,kita semua akan menghadapi yang namanya kematian,entah dengan cara seperti Apa."
"Jangan pernah tinggalkan aku By." Queena memeluk Gus Alzam.
Setelah pemakaman Aaron dan keluarganya mereka langsung kembali ke Pesantren.
"Aku harap setelah ini kita akan selalu hidup bahagia ya Queen." ucap Ella.
"Aminn semoga saja." Ella dan Quenna saling berpelukan.
_
_
_
AND
JANGAN LUPA BACA KARYA BARU AUTHOR YA
INI KISAH MALVIN SANG KULKAS TUJUH PINTU DAN AZALEA SANG BAD GIRL
mohon dukungannya 🙏🙏🙏
Terimakasih buat para Reders yang selama ini sudah setia membaca cerita Author yang ngawur ini
terimakasih semua LOVE YOU ALL ❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1