
🌹🌹🌹
Happy Reading guys🥰🥰🥰
Queena yang mendapat kabar jika Ella masuk rumah sakit langsung mengajak Gus Alzam ke rumah sakit.
Queena berjalan dengan sedikit berlari di Koridor rumah sakit, dia begitu mengkhawatirkan keadaan Ella, sampai di depan ruang UGD Queena melihat Aaron yang sedang mondar mandir.
"Bagaimana keadaan Ella? " tanya Queena langsung.
"Aku tidak tahu. " jawab Aaron lesu.
"Kenapa Ella bisa masuk rumah sakit? "
"Aku tidak tahu kejadian yang sebenarnya, aku menemukan Ella sudah tergeletak tak sadarkan diri dibawah tangga. " cerita Aaron.
"Tidak mungkin jika Ella tergelincir dan jatuh kebawah, tidak Elit sekali ! " ucap Queena asal.
"Humaira,,, " tegur Gus Alzam lembut.
"Kan benar By, tidak mungkin Ella terjatuh sendiri, pasti terjadi sesuatu. " dia sangat mengenal sahabatnya, Ella bukanlah wanita ceroboh, mau lari sekalipun di tangga dia tidak bakalan jatuh.
Aaron seakan tersadar sesuatu dia mencari ponselnya untuk menghubungi keluarga nya.
"Kamu tahu dari mana jika Ella masuk rumah sakit? " tanya Aaron karena seingat nya dia belum menghubungi siapapun termasuk keluarga nya.
"Kamu lupa rumah sakit ini milik siapa? " tanya Queena balik.
Aaron baru ingat jika rumah sakit ini punya keluarga Queena, pasti pihak rumah sakit yang memberi tahu kan.
Aaron menghubungi Mama dan Papanya juga memerintahkan Mario untuk melihat CCTV di Penthous nya.
Gus Alzam menuntun Queena agar duduk di kursi tunggu, Sementara Aaron masih sibuk mondar mandir sesekali memijit kepalanya.
"By,,, Aku pusing. " ucap Queena menyandarkan kepalanya pada bahu Gus Alzam.
"Pusing kenapa hm,,? "
__ADS_1
"Lihat Aaron seperti setrikaan. "
"Humaira,,, Aaron itu mondar mandir begitu karena terlalu khawatir pada Ella. "
Dari kejauhan Javier dan Riana tengah berjalan mendekati mereka.
"Aaron bagaimana keadaan menantu Mama? " tanya Riana.
"Aku tidak tahu Ma, Ella masih di tangani Dokter. "
jawab Aaron.
"Bagaimana bisa terjadi Aaron? "
Belum sempat Aaron menjawab Dokter keluar dari UGD, segera semuanya mendekati Dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan istri saya Dok? " tanya Aaron.
"Keadaan Nyonya Ella tidak apa apa, hanya saja,,, " Dokter menjeda ucapannya.
"kami tidak dapat menyelamatkan janinnya. " lanjut Dokter tersebut.
"Iya,,, Nyonya Ella tengah hamil Muda,janinnya belum kuat jadi karena benturan yang cukup keras Nyonya Ella mengalami keguguran.Apakah kalian belum mengetahui nya? "
"Maksud Dokter istri saya saat jatuh dalam keadaan hamil? "
"Iya Tuan. "
Aaron langsung terduduk di lantai, air matanya langsung mengalir deras.
"Innalillahi wainna ilaihi Raji'un,, " Ucap Gus Alzam.
Riana langsung menangis dalam pelukan Javier, Cucunya harus tiada sebelum melihat keindahan Dunia.
"Apa yang harus aku katakan nanti pada Ella. " ucap Aaron pelan.
Queena menatap Sendu Ella yang tak sadarkan diri diatas brankar, bayi yang selama ini sahabatnya impikan telah tiada.
__ADS_1
'Tap tap' Derap langkah kaki mendekat ke arah mereka.
"Tuan,, " Panggil Mario yang baru datang.
"Anakku,, Apa yang harus aku katakan nanti pada Istriku Mario. " ucap Aaron.
"Anak? " tanya Mario.
"Ya,,, Ella tengah hamil Muda dan sekarang sudah keguguran. " bukan Aaron yang menjawab melaikan Queena.
Tatapan sendu Queena berubah menjadi tatapan tajam.
"Siapa yang melakukan hal itu? " tanya Queena langsung.
Mario menatap seluruh orang disana, mengela nafs kasar, dia sudah melihat tayangan CCTV di penthous Aaron.
"Katakan,,! " Ucap Aaron dingin.
"Itu,,, Tuan. "
"Kamu Gagu? " tanya Queena sinis.
"Humaira,,, kamu diam dulu biarkan Mario bicara. " Gus Alzam menarik Queena kedalam pelukannya.
"Ini Tuan lihat sendiri saja. " Mario memberikan ponselnya pada Aaron.
Aaron segera menerimanya, dada Aaron langsung bergemuruh hebat melihat kejadian yang menimpa Ella, wajahnya langsung memerah karena marah.
'PYARRRR,,, '
_
_
_
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 🥰🥰🥰