
🌷🌷🌷🌷🌷
Happy Reading guys🥰🥰🥰
Satu jam berlalu penghuni pesantren Darussalam mencari keberadaan Zia, tapi belum juga ditemukan.
"Zio dimana Zam? " tanya Kyai Reyhan pada Gus Alzam.
Gus Alzam menoleh mencari keberadaan Zio, mereka baru menyadari jika Zio juga tidak ada.
"Ya Allah kemana Twins. " ucap Queena, sebagai seorang ibu walaupun Zia memang sudah biasa menghilang tapi tetap saja dia begitu mengkhawatirkan anaknya, apalagi sekarang yang menghilang bukan hanya Zia tapi dengan Zio juga.
"Apa mungkin mereka sembunyi atau ikut orang? " ucap Gus Azka.
"Tidak mungkin jika mereka ikut orang, karena saat ini pasti Zia bersama Zio dan Zio kalau mau ikut siapapun pasti pamit terlebih dahulu. " Queena tahu betul kebiasaan putranya.
"Ya Allah sekarang dimana kedua cucuku sekarang. " Umi Maryam menangis.
Edward dan Ning Syaqila berjalan dengan tergesa-gesa, nafas Edward memburu, dia heran kenapa menjaga anak sekecil Zia saja mereka sering kecolongan.
"Princess,,, bagaimana Zia bisa hilang lagi. ? " tanya Edward, tadi Gus Azka menelponnya menanyakan keberadaan Zia, saat tahu Zia hilang Edward dan Ning Syaqila langsung menuju pesantren Darussalam.
"Sekarang bukan Zia saja tapi dengan Zio juga. " jawab Queena.
"Apa? " teriak Tuan Fredy yang baru datang, niatnya tadi dia mau memberikan oleh oleh dari Jepang pada cucunya tapi saat sampai dia langsung di kagetkan dengan hilangnya kedua cucunya.
"Daddy,, " Queena heran kenapa bisa ada Daddynya padahal dia tidak ada menelpon sangat Daddy.
"Princess,,, kenapa Twins bisa hilang? " tanya Tuan Fredy.
"Tadi Zia ikut Abinya mengajar tapi tiba tiba hilang. " jawab Queena.
"Lalu Zio? "
"Kita baru sadar jika Zio juga tidak ada. "
"Ya Allah Princess,,, kenapa kamu bisa kecolongan sih. " ucap Tuan Fredy dan di angguki Edward.
"Hanya menjaga anak sekecil Zia saja kamu sering kecolongan Princess, kalau kamu tidak sanggup menjaga mereka pakai Babysitter saja atau biar Uncle bawa saja. "
__ADS_1
"Iya benar kata Unclemu, atau Zia biar sama Daddy saja. "
"Hiks,,, kok Daddy sama Uncle malah nyalahin Queena sih, Zia itu anaknya Queena jadi Daddy sama Uncle tidak ada hak untuk membawa Zia, Zia akan tetap sama Queena. " Queena menangis sudah tidak dapat menahan emosinya lagi.
"Humaira,,, Istighfar sudah,, jangan menangis Twins pasti di temukan, sekarang Zia bersama Zio pasti tidak apa apa. "Gus Alzam menarik Queena ke dalam pelukannya.
"Sudah lebih baik kita cari Zia sama Zio lagi, Mereka pasti baik baik saja Zio pasti bisa jagain Zia. " ucap Kyai Reyhan menengahi perdebatan Ayah dan Anak itu.
"Anak sekecil Zio bisa apa?, dia juga hanya anak kecil. " balas Tuan Fredy.
"InsyaAllah Zio bisa jaga adiknya Daddy. " ucap Gus Alzam yakin.
"Mommy,,,! " teriak Zio dari kejauhan berlari mendekati Queena.
Sontak semua orang menoleh mendengar suara Zio.
"Zio,,,! " teriak Queena langsung memeluk putranya.
"Kamu dari mana nak? " tanya Queena.
"Zio ikut Zia Mom. " jawab Zio.
"Disana,,! " tunjuk Zio pada halaman Asrama putri.
Zio berjalan ke halaman Asrama putri diikuti Oleh Keluarga Gus Alzam dan keluarga Queena.
"Dimana Adikmu Nak? " tanya Kyai Reyhan karena dia tidak melihat keberadaan Zia dimanapun.
"Itu,, " tunjuk Zio pada pohon jambu air yang sangat rimbun juga sedikit tinggi.
"Zia,,,! " teriak Queena melihat Putrinya duduk dengan enteng di atas pohon.
Semua yang melihat langsung melongo bagaimana anak sekecil Zia bisa memanjat pohon yang setinggi itu, dan dengan tanpa beban dia tersenyum sambil menggigit jambu air di tangannya.
"Astaghfirullah Zia,,, kenapa kamu bisa diatas nak. " ucap Umi Maryam.
"Princess ngapain kamu diatas? " tanya Edward.
"Sia Manjat lah Nek, Sia ambil ini Glenpa enak loh, tapi lebih enak Es klim, Sia lebih suka Es klim. "
__ADS_1
"Turun sini nak. " Gus Alzam mengadahkan tangannya.
"Ish,,, Sia tidak bisa tulun, makanya Sio tadi ninggalin Sia. "
"Lalu tadi manjat nya bagaimana Princess? " tanya Tuan Fredy.
"Ya Naik Glenpa. " jawab Zia nyebelin.
"Sini turun pelan pelan sayang Abi tangkap. " ucap Gus Alzam.
"Sia tidak bisa tulun Abi. " balas Zia.
Karena tidak mau turun akhirnya Gus Alzam ikut memanjat pohon jambu air juga, dia meletakkan Zia di punggungnya kemudian turun dengan perlahan.
"Zia,,, lain kali kalau mau kemana pamit dulu ya nak. " ucap Queena lembut.
"Oke Ommy. "
"Eh,, ada Glenpa, pasti bawa Es klim yang banyak kan. " Zia langsung memeluk Edward.
"Grandpa tidak membawa apapun, tadi buru buru kesini. "
"Huh,,, aku malah cama Glenpa. " Zia melepaskan pelukannya dengan cemberut namun seketika matanya langsung berbinar melihat Tuan Fredy menenteng tas oleh oleh.
"Glenpa,,,! " Zia menghambur memeluk Tuan Fredy.
"Baru sadar jika ada Grandpa hm,,,? " tanya Tuan Fredy lembut.
"Hehehe,,, tadi Sia cuma lihat Glenpa eweld. " jawanb Zia.
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 🥰🥰🥰
__ADS_1