
🌹🌹🌹🌹🌹
Happy Reading guys🥰🥰🥰
Di Penthous Aaron masih tidak mau melepaskan pelukannya pada Ella padahal jam sudah menunjukkan angka tujuh.
"Mas,,, lepas! " Ucap Ella, bukannya melepaskan justru Aaron malah semakin mengeratkan pelukannya.
"Mas tidak kerja? " tanya Ella tapi tidak dijawab oleh Aaron.
"Mas,,,! " panggil Ella.
"Hmm,, " balas Aaron.
Ella baru mengingat kejadian dimana Aaron meninggalkan Mansion keluarga Fernandes membuat Ella seketika menundukkan kepalanya.
"Kenapa hm,,? " tanya Aaron melihat wajah sedih Istrinya.
"Maaf,, " ucap Ella pelan.
"Gara gara aku Mas jadi pengangguran. " lanjut Ella.
"Hey,,, lihat aku! kamu lupa jika Mama memberikan perusahaan Adhitama, dan walaupun tanpa Adhitama sekalipun tidak membuat aku jadi pengangguran. " Ucap Aaron menarik dagu Ella.
"Aku masih mampu menghidupi istriku mau belanja apapun. "
"Ish,, Sombong! "
"Hahaha,,, bukan sombong Honey, tapi kenyataannya memang begitu, aku punya perusahaan sendiri yang aku bangun dari nol tanpa bantuan siapapun. "
"Lalu sekarang Mas tidak kerja? "
__ADS_1
"Aku masih mau memeluk istri cantikku ini. "
"Apaan sih Mas,,! " ucap Ella menutup wajahnya yang sudah memerah.
"Hahahaha,,, kenapa masih malu malu sih? " Aaron menarik tangan Ella yang menutupi wajahnya.
"Sayang,,, kamu ganti baju juga. " suruh Aaron pada Ella.
"Mau kemana? " tanya Ella.
"Ikut aku ke kantor. " jawab Aaron.
"Mau ngapain ikut kamu Mas? "
"Nemenin aku kerja biar semangat. "
"Tapi Mas,,, niatnya aku mau ke butik. "
"Besok saja ya sayang. "
Aaron membawa Ella ke perusahaan miliknya yang bernama Ryn Company sengaja diberi nama Ryn Company diambil dari nama tengahnya, perusahaan Ryn company tidak kalah besarnya dengan milik keluarga Fernandes, tidak ada satupun keluarga nya yang mengetahui jika dirinya memliki perusahaan sendiri.
Aaron sengaja mempublikasikan diri sebagai pemilik Ryn Company, sengaja membangun perusahaan sendiri karena dia tahu watak Neneknya, dan yakin jika hal ini akan terjadi jadi dia sudah menyiapkan segalanya.
Aaron memeluk pinggang Ella dengan mesra, banyak dari karyawan wanita yang menatap iri padanya.
"Mas,, Malu. " ucap Ella pelan.
"Malu kenapa? " tanya Aaron menolehkan wajahnya pada siang istri.
"Aku malu dilihatin banyak orang. "
__ADS_1
"Hahaha,, mereka hanya iri pada kamu sayang. " Ucap Aaron sambil tertawa dan hal itu sukses membuat orang yang melihatnya menganga, seorang Aaron tertawa itu adalah hal yang luar biasa bagi mereka.
Ella terlihat begitu memukau dengan gamis navy nya senada dengan pakaian Aaron, meskipun Ella menggunakan cadar tapi tidak mngurangi kecantikannya malah menambah kesan anggunnya.
"Dari matanya sudah cantik, pasti istrinya Pak Aaron itu sangat cantik. " bisik salah satu karyawan pada temannya.
"Iya,,, pasti pak Aaron sangat Posesif ya,, melihat dari caranya dia memeluk Ibu presdir. "
"Dan Pasti Pak Aaron juga Bucin. "
"Ahh,,, aku ingin lihat deh sikap bucin Pak Aaron. " Bisik bisik antar karyawan terus berlanjut meski Aaron dan Ella sudah memasuki ruangan nya.
Aaron menarik tangan Ella, mendudukkannya dia atas pangkuan nya sambil memutar mutar kursi kerjanya.
"Mas,,,! " Ella berteriak sedikit keras karena terkejut, segera dia memeluk leher Aaron karena takut terjatuh.
"Kenapa Hmm? " tanya Aaron lembut, dia memeluk Ella sambil meletakkan dagunya di bahu Ella.
"Lepas ,,, nanti ada yang lihat. "
"Biarkan saja mereka lihat. " acuh Aaron.
TBC
_
_
_
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 🥰🥰🥰
__ADS_1
HALO PARA READERS YANG TERLOPE LOPE
MAAF AUTHOR TIDAK BISA UP BANYAK BANYAK KARENA AUTHOR ADA SEDIKIT KESIBUKAN 🙏🙏🙏