HIJRAHKU BUKAN KARENA CINTA

HIJRAHKU BUKAN KARENA CINTA
GATEL


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


Happy Reading guys🥰🥰


Satu minggu berlalu setelah kematian Maira saat ini Yusuf tengah demam, diperiksa ke Dokter sudah namun panasnya tidak kunjung turun justru saat ini keadaan Yusuf makin parah, dia tidak mau makan apapun bahkan saat diberi susu dia langsung memuntahkannya.


Seluruh keluarga sudah panik, Yusuf terus menerus menangis dengan tubuhnya yang sudah lemah.


"By,,, ayo kita bawa Yusuf ke rumah sakit . " ajak Queena.


"Bang Ayo kita bawa Yusuf. " Queena juga mengajak Gus Azka.


"Ayo,,! " Gus Azka langsung menyetujui nya, mereka berangkat bertiga sementara Twins di titipkan pada Ning Syaqila dan Edward.


Mereka bertiga langsung membawaYusuf ke rumah sakit, sesampainya disana Yusuf langsung di tangani Dokter anak, dan Dokter menyarankan agar Yusuf di rawat inap saja kerena Yusuf sidah kekurangan cairan.


"Ya Allah nak,, cepat sembuh ya jagoan Aba. " ucap Gus Azka sambil mengelus pelan kepala Yusuf.


"Abang aku pamit keluar sebentar ya,, " ucap Queena, dia harus memastikan sesuatu.


"Mau kemana Humaira? " tanya Gus Alzam.


"Ke Toilet Assalamu'alaikum. " Queena buru buru keluar dari ruangan Yusuf.


Gus Alzam merasa heran dengan tingkah istrinya, mau ke toilet kenapa harus keluar jelas jelas ruangan Yusuf itu Ruangan VIP, jadi pastinya sudah di lengkapi dengan Toilet, tapi mengapa harus keluar.


Dia segera menyusul Queena keluar, dilihatnya Queena berjalan cepat tapi bukan kearah Toilet.


"Humaira,,, " panggil Gus Alzam.


Gus Alzam memegang tangan Queena.


"Apa By,, " jawab Queena.


"Mau kemana? " tanya Gus Alzam.


"Ish,, lama Ayo ikut saja. " Queena menarik tangan Gus Alzam agar mengikutinya.


Gus Alzam hanya pasrah saja mengukuti kemanapun istrinya menariknya.


"By,, lihat itu Aaron kan" tunjuk Queena pada seorang pria yang sedang mengandeng seorang wanita hamil dengan mesra.


Gus Alzam memperhatikan dengan seksama, memang benar juka itu Aaron, dan wanita itu pasti,,,


'Apakah ini waktunya Queena mengetahui segalanya. ' pikir Gus Alzam.


"Tidak mungkin kan Ella sekarang membuka cadar? " ucap Queena.


"Tapi tubuhnya memang bukan Ella sih, lalu siapa wanita itu, Apa saudaranya Aaron, tapi Aaron kan anak tunggal. " Queena bermonolog sendiri.


"Apa jangan jangan,,,? "


"Ini tidak bisa dibiarkan. " Queena melepaskan tangan Gus Alzam dan berjalan mendekati Aaron.


"Aaron Tunggu,,,! " teriak Queena, dia berlari mengejar Aaron yang sudah menjauh darinya.

__ADS_1


Queena terus mengejarnya sampai ke parkiran, sa Aaron hendak memasuki mobilnya Queena dengan sigap menahannya.


"Tunggu,,! " bentak Queena, dia menarik tangan Aaron dengan kasar.


"Queena,, " kaget Aaron.


"Ya Saya,, "


"Katakan dimana kamu menyembunyikan Ella. "


"Tidak akan. " balas Aaron membuat Queena semakin murka.


"Katakan Brengsek,,! " Queena menarik kerah kemeja Aaron.


Wanita yang bersama Aaron tadi keluar dari mobilnya, dia mendekati Aaron dan Queena.


"Siapa wanita ini Sayang? " tanya Wanita itu.


"Sayang,,? " ulang Queena, tangannya langsung lemas melepaskan kerah baju Aaron, dia merasa shok.


"Humaira,, " panggil Gus Alzam lembut, dia takut nanti istrinya tidak dapat mengendalikan emosinya.


"Siapa wanita ini Aaron? " tanya Queena.


"Kenalkan saya Naila, istrinya Aaron. " wanita hamil tersebut memperkenalkan dirinya.


"Istri,,? "


"Istri,,, ? "


"Lalu sahabat gue lo kemanakan Aaron Sialan? " Queena sudah kehilangan kesabaran nya dia hendak melayangkan tinjuannya pada Aaron tapi segera ditahan Gus Alzam.


"Jangan menggunakan kekerasan Humaira. "


Queena mengabaikan teguran suaminya, Aaron sudah melewati batasnya, dia tidak akan bisa bersikap tenang lagi.


'BUG,,, BUG,,, '


"Laki laki seperti lo memang harus di musnahkan dari bumi ini. " ucap Queena sinis setelah menghajar Aaron.


"Katakan dimana Ella sekarang atau gue bunuh lo sekarang,,! " ancam Queena.


"Siapa sih wanita ini sayang? " tanya Naila istri Aaron, sambil membantu Aaron berdiri.


"Apa dia keluarga mbk Ella? "


"Cuih,, wanita Ular. " Queena meludah tepat di hadapan Aaron dan istri barunya.


"Jaga mulutmu Queena,,! " Aaron hendak menampar Queena tapi Gus Alzam segera menahan tangan Aaron dan menghempaskannya dengan pelan.


"Tidak usah bermain tangan. "


"Seharusnya Anda mengajari istri Anda, istri seorang kyai tidak dapat menjaga lisannya, selalu berkata kasar, kali ini anda gagal mendidik nya. " ucap Aaron, namun hanya di tanggapi senyuman manis oleh Gus Alzam.


"Heh,, pria sialan, lo gak usah bawa bawa suami gue, bicara dengan laki laki bangsat seperti lo memang tidak bisa sopan, karena Anjing tidak mengerti itu. "

__ADS_1


"Humaira,, " Gus Alzam kembali menegur Queena, karena bahasanya sudah mulai sampai ke isi ragunan.


"Astaghfirullah,,, mbk, tidak baik bicara seperti itu, wanita itu harus bermartabat. " Ucap Naila dengan suara yang menurut Queena itu menjijikkan.


"Apa??,,, bermartabat, seperti apa wanita bermartabat itu? "


"Cihh,,, dilihat dari segi manapun Ella lebih unggul segalanya dari Lo, wajah kayak pantat panci, body seperti tong sampah, memang ya,,, untuk menjadi seorang pelakor tidak perlu cantik, cukup satu poin saja. " Queena berkata sambil melihat Naila dari atas kebawah pandangannya begitu mencemoh.


"Apa maksud kamu Mbk? " tanya Naila dengan suara halusnya meski dia marah tapi dia berusaha menahannya.


"Ya,,, Seorang pelakor tidak perlu cantik yang penting GATEL! " tekan Queena.


'Plakk,,, ' Queena menempar Pipi Aaron dengan keras hingga Aaron menolehkan kepalanya, tamparan Queena tidak main main.


"Sekarang katakan dimana Ella, biar gue yang merawatnya, lo cukup jaga istri muda Lo itu. " ucap Queena.


"Ella adalah istri saya, jadi Ella adalah tanggung jawab saya. " ujar Aaron.


"Oke,, Ella memang istrimu, tapi,, kenapa harus ada dia sebagai istrimu juga Aaron. " hati Queena sakit membayangkan bagaimana sakitnya jadi Ella, nadanya mulai melemah.


"Mohon maaf mbk, tapi,,. "


"Stop! gue gak bicara sama lo. " Queena langsung memotong ucapan Naila.


"Jika memang kamu sudah tidak menginginkan Ella, kembalikan dia, aku tahu sekarang Ella adalah tanggung jawabmu, dia istrimu dan seharus aku tidak ikut campur, tapi,,, kamu tahu tugas suami bukan, tugasmu membahagiakan nya, apakah menghadirkan orang ketiga itu termasuk membahagiakan? " Gus Alzam mengelus tangan Queena lembut.


Aaron menunduk, dia tahu apa yang dia lakukan pasti sangat menyakitkan bagi Ella.


"Jadi,, aku Mohon pertemukan aku dengan Ella. " Air amta Queena sudah tidak dapat dia tahan lagi, dadanya begitu sesak, apakah sahabatnya sekarang baik baik saja.


"Maaf Queen, tapi Ella belum bisa ditemui siapapun." setelah berkata demikian Aaron langsung memasuki mobilnya meninggalkan halaman rumah sakit bersama istrinya.


"Aaron,,, . " teriak Queena dia berusaha mengejar mobil Aaron tapi Gus Alzam segera menariknya kedalam pelukannya.


"Hiks,,, By lepas aku mau mengejar Aaron. "


"Tenang Humaira,,, Ayo kita pamit dulu pada Azka. "


"Tapi nanti ketinggalan By. "


"Sudah jangam menangis lagi, nanti kita langsung ke rumah Aaron. "


"Tapi kita tidak tahu dimana alamatnya By. " Queena dan Gus Alzam sudah beberapa kali mendatangi Mansion keluarga Fernandes juga Penthous Aaron tapi tidak ada orang nya, Queena tahu jika Aaron adalah seorang Mafia jadi bukan hal sulit baginya untuk bersembunyi.


"Aku sudah Tahu Alamat nya Humaira, dan juga keberadaan Ella. "


"Apakah kamu juga tahu By,, jika Aaron sudah menikah lagi? ",,


_


_


_


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 🥰🥰🥰


__ADS_2