
Jagung dan sosis yang di bakar pun mateng, kita makan sama-sama di bawah langit yang cerah malam ini, beberapa bintang hadir menemani.
Canda tawa itu, senyum manis bapak dan ibu , kebersamaan ini, Terimakasih Ya Allah atas segala rezekimu hari ini.
"Aaaaa buka mulut " Seperti biasa Al selalu suka banget nyuapin gw.
"Kok asin sih Al" tanya gw karena rasa sosis beda dari yang tadi di kasih ke gw. Al cuma tersenyum dan pura-pura gak tau.
"lo kasih garem ya" tanya gw menyelidik
"Enggak kok, enak rasanya nih gw makan" dia makan dan menguyahnya. Tapi gw masih penasaran pasti dia ngasih sesuatu sampai rasanya jadi asin.
"Jagungnya manis tadi beli dimana Al " Tanya ibu yang lagi asyik makan jagung bakar di samping Bapak, deuh gak bisa jauh dikit apa duduknya. wkwkw.
"Gak tau bu hehe tadi minta tolong sama mamang yang jaga fila "
"Lah bukannya tadi lo yang bilang metik dari pohonnya sendiri, boong lo ya "
"Enggak, enggak salah lagi, hahhahaa "
Puas banget keknya kalau bikin gw kesel, liat aja itu tawanya bikin pengen ngegaplok.
__ADS_1
"Men kartu yok, udah kenyang lili " Ajak lili yang di setujui semua warga masyarakat
"Ambil de kartunya" perintah Nina, lili pun segera berlari masuk kedalam fila untuk mengambil kartu uno, yaaa ini lah kegiatan yang paling disukai seluruh anggota keluarga maen kartu uno .
Yang kalah harus menurut permintaan yang menang hahhaa asli semoga Al kalah.
"Siap "Ucap Nina karena dia yang mengambil alih untuk permainan pertama.
kartu dikocok dan di bagikan.
Di mulai dari nina muter ke lili, lalu ke Bapak berlanjut ke Ibu dan ke Al terakhir ke gw ini urutannya.
Semua tertawa kala lili ambil 8 kartu hahhaa iya iya dia lagi apes aja malem ini calon kalah nih tapi ternyata dugaannya salah , setelah peperangan sengit dia akhirnya menang dari gw, sial bet kan udah pd buat menang ternyata lawan yang gw angep bakal kalah malah menang dari gw lagi.
"Ayok Al buru mau kasih hukuman apa" kelamaan mikir nih bocah buat nge hukum gw aja emang udah niat ini orang.
"Makan pisang pakek kecap " sumpah setelah mendengar jawaban Al bikin perut gw bergejolak pisang pakek kecap udah tau gw paling gak suka sama kecep lagi, kalau pisangnya mah hayo aja mau berapa banyak mah.
" Al gak mau yang lain napa, gak doyan kecep gw " tolak gw
"hahhaa apa di rasa itu mba kecep pakek pisang" timpal Nina
__ADS_1
"Enak mba cobain aja dulu " si bapak lagi ikutan
"Bapak pernah cobain emang nya " tanya polos lili
Bapak hanya menggeleng dan itu membuat semuanya tertawa.
"Ayo Mba biar cepet mulai lagi " Ucap Ibu memperhatikan gw sama Al berhadapan dan dengan semangatnya Al udah mau nyuapin itu pisang yang di cocol kecap kental uh ngeliatnya aja gw udah enek.
Mereka menghitung 1,2,3
Dengan susah payah gw telen juga itu pisang kecap, di ikutin dengan minum banyak air ih rasanya gak enak asli deh.
Permainan kedua di mulai.
Semuanya tertawa dan bahagia sekejap gw terkesima sama malam ini.
Di tempat yang jauh dari rumah, dengan pemandangan yang indah dan dengan orang-orang yang amat sangat gw sayang rasanya gak mau malam ini berlalu begitu cepat. Sekali lagi Terimakasih Tuhan atas semua yang ada di sekeliling ku.
Al menyenggol giliran gw dan permainan terus berputar, tawa itu terdengar lagi kali ini Nina yang kalah dan terus berlanjut sampai kita semua lelah dalam permainan.
Karena waktu sudah menunjukkan malam yang semakin Larut kita pun segera berbenah dan merapikannya. untuk segera pergi tidur lelah juga.
__ADS_1
Setelah semua orang masuk ke kemar masing-masing. Tinggal gw sama Al di luar masih menikmati Malam dengan merebahkan diri di atas bale dengan memandang langit yang luas dengan banyaknya bintang-bintang di atas sana.