Hujan

Hujan
#14


__ADS_3

Satu bulan kemudian .


Yap hari ini Al dan Ara pindah ke Bandung,Ibu dan mama merengek untuk ikut mengantarkan anak mereka namun amat sangat tegas Al melarang nya bukan karena tak mau di antar namun Al Sudah lelah dengan drama yang akan terjadi nantinya,dan Al memutuskan untuk tidak di antar siapapun . Untung nya Ara bisa di ajak kerjasama.


"Mas masa mama gak boleh nganterin"


"Iya mas kan ibu juga mau tau rumah kalian"


"Ma ,ibu kita udah dewasa'nanti aku video call mama sama ibu ya ,biar tau rumah kita seperti apa ,oke " Bukannya menjawab Al namun kedua ibu negera itu malah cemberut,Ara dan yang lain melihatnya hanya bisa tertawa.


"Bu ,ma mau di bantuin gak dramanya"ucap Ale yang lalu lalang membawa kardus berisi barang -barang Al dan Ara,dan mendapatkan plototan dari Al ,susah payah menghentikan drama.


"Santai mas Al "jawab Al sengaja suaranya di kerasin


"Ini beneran mas kita enggak boleh ikut "tanya mama untuk kesekian kali .


"Iya mama ku yang cantik,dua Minggu lagi aja ya kalian kerumah kita "


"Ya udah deh mama ngalah "


"Mama enggak usah sedih,nasip kita sama "ucap ibu sambil merangkul mama .Dasar dua ibu yang suka ngedrama .


Ara cuma bisa melihat interaksi Al dan kedua ibunya itu .


Setelah semuanya masuk ke mobil Ara dan Al berpamitan, Al tidak membawa banyak barang cukup keperluan pribadi dia dan Ara saja karena memang permintaan Ara dirumah mereka nanti tak mau banyak barang dan Al sudah mempercayakan itu ke Ara terserah maunya Ara bagaimana.suka suka dia kalau kata Ale .

__ADS_1


"Kita berangkat dulu ya "ucap Ara memeluk ibu ,bapak,ayah dan mama tak lupa juga kedua adik resenya .


"Dua Minggu lagi ketemu ma enggak usah lebay"celetuk Ale yang udah pusing sama drama mereka dari tadi .


"Kalau enggak lebay buka mama sama ibu ka Ale " timpal lili yang udah sama bosennya , masalahnya mereka ditahan Mulu dari tadi mau berangkat aja .


sedangkan Nina hanya tersenyum melihat interaksi keluarga nya , perasaannya menghangat.


Setelah Ayah dan Bapak turun tangan membawa satu persatu istri mereka menjauh dari mobil , mereka pun pergi.


......


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam Ale dan Al beristirahat di rest area, mereka ingin memakan sesuatu yang enak .


"Boleh,kamu turun dulu cari baksonya ya aku mau isi bensin dulu "


"Oke Al " Setelah mobil berhenti untuk mengantri Ara turun dari mobil dan mencari bakso.


Ia melihat salah satu outlet bakso langganannya ,dan mengirim kan pesan ke Al . Setelah memesan Ara mencari tempat duduk yang berada di pojok dekat jendela yang mengarah ke jalan .


"Udah sejauh ini , semoga bisa ya Allah "Ara tersenyum melihat Al yang baru saja keluar dari mobil dan berjalan menujunya .


"Duh ternyata suami gw ganteng juga "ucap Ara sambil cengar cengar-cengir.Ara emang enggak pernah muji Al secara terang-terangan,ia cuma akan muji kalau ada maunya aja .tapi dia suka mengangumi Al dari jauh ,dasar Ara .


"Udah pesen baksonya "tanya Al yang duduk di depan Ara

__ADS_1


"Udah tinggal tunggu datang aja "


"Capek gak Ra "


"Gw kan cuma duduk diem , harusnya yang nanya itu gw Lo capek gak "


"Baru dua jam "


"Nanti malem pijetin ya"goda Al dan Ara faham arah pembicaraannya akan kemana


"Dih mesum "


"Sama istri sendiri itu gak pp Ra, dapet pahala malah "


"Iya in aja biar cepet " jawab Ara


"Mau kopi nggak,biar enggak ngantuk " tanya Ara karena tadi Al belum meminum kopi .


"Nanti aja kita beli bareng -barang Ra , sekarang makan dulu aja ,tuh udah dateng"


"Okeh "


Dua mangkuk bakso telah tersaji berserta dua jus segar .


Setiap memakan bakso Al masih belum faham sama ritual Ara , Mencium aromanya,incipi sebelum di kasih sambel dan teman-temannya dan jangan bersuara karena kata Ara menganggu kenikmatannya dan lebih anehnya lagi itu cuma berlaku untuk makan bakso dan mie ayam aja .Al cuma bisa tersenyum memiliki istri uniknya ini .

__ADS_1


__ADS_2