Hujan

Hujan
Masa Lalu


__ADS_3

Ara tersenyum mengingat waktu itu, kini Al sudah tertidur setelah minum obat dari dokter yang tadi memeriksanya .


Dengan masih menggenggam tangan Ara, Al menikmati tidurnya, karena kelelahan dan rasa khawatir yang datang bersama membuat Ara mengantuk juga, dan berakhir mereka tertidur, dengan posisi Ara di samping ranjang Al. Mereka berdua tengah berkelana di Alam mimpinya masing-masing.


Mama yang masuk kamar dan melihat pemandangan seperti ini tersenyum bahagia, karena Al menemukan kebahagiaannya, sempat mama khawatir kalau Al akan patah hati karena mama tau sendiri selama ini yang sering gonta ganti pacar itu Ara sedangkan Al cuma sekedar dekat itu juga engga benar-benar serius karena Al tau siapa yang akan ia tuju.Ara.


Dengan senyum sumringah mama pergi meninggalkan kamar Al.Sebelum pergi mama tak lupa mengabadikan momen romantis mereka, menurut mama.


"Mama kenapa senyum-senyum gak jelas gitu" ten Ale yang melihat tingkah mama nya ya aneh.


"Mama lagi bahagia , nih lihat" jawab mama sambil menunjukan hasil jepretannya tadi.


Ale yang di kasih lihat coba bisa geleng-geleng kepala.


"dasar mama kek gak pernah muda aja, dah ale mau ke kamar lagi "

__ADS_1


"Yee tapi ini so sweet tau le" mama yang kecewa, berjalan masuk kekamar nya ingin memamerkannya dengan suaminya.


Hampir satu jam Al tertidur karena obat tidur, Kepala juga tidak sepusing tadi,Al mencari keberadaannya Ara dan tersenyum saat melihat wanita yang selalu ada di hatinya itu berada di samping nya tengah tertidur. Dengan perlahan Al turun dari tempat tidur meski rasa pusingnya masih ada sedikit.


Perlahan tapi pasti Al memindahkan Ara ke tempat tidur agar wanitanya bisa dengan nyaman tidur.


"Terimakasih ya ra " Ucapnya pelan dan mencium kening Ara.


Al menyenderkan kepalanya, mencari kenyamanan dalam duduknya karena pusingnya masih terasa Al yang niatnya mau keluar kamar ia urungkan. Dan memutuskan untuk tetap di kamar. Melihat Ara yang tertidur pulas membuat Al tersenyum, karena yang ingin ia lakukan setiap bangun tidur wajah ngeselin dan manisnya Ara yang dia lihat, dan kini Tuhan menjawab doa-doannya selama ini.


flashback of :


Al yang takut Akan hujan karena pernah memiliki trauma. Akhirnya memberanikan diri untuk ikut hujan-hujanan seorang gadis manis yang ia ketahui satu kelas dengan nya.


Dan untuk pertama kalinya Al merasakan wajahnya tersapa air hujan meski awalnya ragu dan takut namun gadis itu berhasil meyakinkannya perlahan tapi pasti rasa takut itu sedikit demi sedikit hilang.

__ADS_1


Dengan masih mengengam tangan gadis itu Al menikmati setiap rintik hujan yang turun.


Mereka berjalan beriringan untuk pulang karena mereka sudah lelah menunggu jemputan yang seharusnya sudah 2 jam yang lalu datang namun karena hujan jemputan itu tak datang.


Sebelum pulang kerumah nya Ara mengantarkan Al terlebih dahulu karena Al yang masih takut dengan hujan bahkan sampai dirumah nya saja dia masih mengengam tangan Ara.


"Ya Allah Al" Mama Al yang panik langsung mengambil handuk dan memeluk Al dengan wajah paniknya, Ara yang melihat itu bingung tapi ya mungkin itu rasa kekhawatiran seorang ibu. Ara gak mau ambil pusing.


"Nama kamu siapa? " masuk dulu ya "Mam Al menyapa Ara.


" Tidak terimakasih tante, Ara langsung pulang saja sudah sore takut di cariin " ucap Ara dan berpamitan.


"Asalamualaikum tante, " Ara salim ke tante


"Gw pulang ya Al dada" ucapnya berpamitan ke Al.

__ADS_1


__ADS_2