Hujan

Hujan
#


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah Al, Ara merebahkan diri di kasur rasanya badannya lelah hari ini.


Ia berbaring melihat dinding-dinding kamar, tersenyum dan membayangkan pernikahannya dengan Al yang sebentar lagi akan di laksanakan.


Rasanya mendebarkan sekaligus membuatnya takut.


lelah dengan pikirannya sendiri Ara memutuskan untuk segera tidur dan menuju Alam mimpi.


Sedangkan di lain kamar, Al tersenyum dengan bahagia karena akhirnya perjuangannya tidak sia-sia.


Karena Al datang di waktu yang tepat, dimana keberanian untuk mengungkapkan perasaan bisa lancar, karena efek obat yang di minumnya Al akhirnya tertidur dengan pulas.


*****


Pagi yang cerah untuk kedua manusia yang sama-sama saling merasakan indahnya persahabatan sekaligus rasa cinta yang begitu indah,ya mungkin saat ini rasa cinta Ara tidak sebesar rasa cintanya Al namun itu tidak membuat Al bersedih.Dengan Ara menerimanya menjadi pendamping nya saja itu sudah lebih dari cukup.

__ADS_1


"Udah kenyang belum " Ara menyuapkan suapan bubur terakhirnya.


Al cuma mengangguk tanda mengiyakan.


"Minum dulu Al " Ara memberikan minum dengan tulus Al menerimanya, sungguh ini kebahagiaan yang amat Indah untuk di rasakan Al.


"Makasih ya Ra " kini tatapannya tak teralihkan dari wanita yang dari dulu ia cintai.


"Sama-sama Al, aku ke dapur dulu nyimpen ini ya sama mau bantuin mama dulu, nanti gw balik lagi kesini" Dan lagi Al mengangguk karena entah kenapa pagi ini kepalanya kembali pusing , Al kembali memejamkan matanya, entah event obat atau karena memang merasa lelah Al kembali terlelap dengan mudah nya.


"Terimakasih ya Al " di ucapkannya dengan perlahan dan membenarkan selimut Al.


Tadinya Ara ingin berangkat ke studio setelah menyuapi Al sarapan tapi entah kenapa hati nya berat hati untuk meninggalkan Al sendirian di rumah karena mama ikut nemenin acara Ayah di kampus. Jadinya Ara memutuskan untuk mengedit di sini .


Ara mengerjakan pekerjaan duduk di karpet bawah biar bisa nyantai sambil ngeliatin Ayang bobok manja. Lagi Ara tersenyum.

__ADS_1


waktu berlalu begitu saja ketika dua manusia sibuk dengan kegiatannya masing-masing Al yang terlelap karena efek obatnya dan Ara yang terhanyut dengan pekerjaannya.


Dua manusia yang tengah memperkuat perasaannya masing-masing, dua manusia yang menyakinkan dirinya bawah ini adalah pilihan terbaiknya dari yang baik.


Terutama untuk Ara karena di sini Ara paling takut dengan komitmen, mungkin itu juga yang menghambat Al untuk mengungkapkan perasaannya.Tapi karena dukungan dari keluarga nya Al pun memberanikan diri untuk memperjuangkan atas nama cinta yang selama ini Ia genggam sendiri. Dan betapa bahagianya ketika cinta itupun tersambut.


Terkadang kita terlalu memikirkan hasil akhir sesuatu yang belum terjadi, sampai lupa menikmati setiap proses yang tengah kita hadapi.


Terkadang kita terlalu nyaman tehadap suatu hubungan sampai takut untuk kehilangan. Dan pada akhirnya keberanian yang menyelamatkan kita dari beberapa hal. Dan mungkin itu bentuk bahagia yang sebenarnya kita inginkan.


Ara tersenyum di sela-sela mengedit fotonya, satu hal yang kini Ara ketahui Perasaan tidak salah untuk Al. Dan pada akhirnya Ia yakin akan keputusan terberat nya.


Selamat datang hari-hari dimana dua manusia akan memperdebatkan hal-hal kecil lebih sering dari biasanya.


Selamat menikmati segala hal dari dua sudut pandang yang berbeda dari dua manusia yang terkadang memiliki kesamaan namun di satu waktu mereka amat sangat berbeda.

__ADS_1


__ADS_2