
Setelah Drama es cream berakhir mereka pun melanjutkannya perjalanan mereka dengan banyak tingkah random tentunya.
setelah perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 5 jam akhirnya mereka sampai tempat tujuan.
Al melihat Ara yang tertidur karena tadi memang ia yang meminta untuk Ara tidur saja karena engga tega melihat Ara menahan kantuknya untuk menemani Al mengemudi, dengan sedikit perdebatan akhirnya Ara nurut dan tertidur.
"Ra bangun yuk udah sampai ini " ucap Al membangunkan Ara dengan menyentuh pipinya lembut.
Ara merenggang kan tangannya yang pegel.
dengan nyawa yang masih setengah persen Ara membuka matanya.
"Ini dimana Al " tanya Ara sambil melihat sekeliling dan segera ikut turun menyusul Al yang sudah terlebih dahulu turun.
"Rumah siapa Al ini "
"Kita " jawab Al dan membuka pintu rumah.
"Kita " ucap Ara bingung tapi tetep ngintil masuk kedalam rumah.
Ara ikut duduk di sofa ruang tamu , tepat di samping Al yang tersenyum.
"Suka nggak sama rumahnya" Tanya Al sambil menggenggam tangan Ara.
__ADS_1
"Suka Al, tapi apa serius ini rumah kita "
Al hanya mengangguk tanda mengiyakan.
"itu artinya kita pindah ke sini" Ara bukan anak lagi dia tau sifat Al dengan Al menunjukkan ini rumah mereka itu tandanya mereka harus pindah,Ara tampak murung memikirkan hal ini.
"Engga harus sekarang ra, kamu siapnya kapan kita pindah " ucap lembut Al.
Ara tampak kesel dan menghempas tangan Al dan berdiri.
"Kenapa lo engga diskusi dulu sama gw kalau mau pindah di sini, kenapa lo ambil keputusan sendiri Al " emosi Ara
"Ra , tenang dulu " Al menghampiri Ara yang tengah emosi dan memerlukannya dari belakang, sekuat tenaga Ara mencoba melepas tetap saja tenang Al lebih kuat berakhir Ara pasrah di peluk Al dari belakang.
"Apa " tanya Ara masih dalam posisi berpelukan dan mereka sekarang tengah menikmati sore yang indah dengan pemandangan taman di luar jendela.
"Gw harus bisa Mandiri,dan gw harus bisa tangung Jawab terutama sama lo, dan menurut bapak Mandiri itu yang kita memiliki rumah sendiri, agar kita bisa saling percaya agar kita bisa saling kerja sama untuk membuat rumah tempat kita pulang nyaman".
" Kalau dari ayah " Tanya Ara lagi
"Dari dulu gw selalu nolak buat mengelola perusahaan Ayah karena itu buka passion gw, gw pengen jadi guru punya usaha bengkel gw sendiri, Ayah dukung pilihan gw dengan satu syarat, ketika nanti gw memutuskan untuk menikah gw harus mau untuk meneruskan perusahaannya ".
" Karena itu lo bawa gw ke sini " kini Ara saling berhadapan dengan Al, Al tersenyum dan melanjutkan cerita.
__ADS_1
"Iya, karena gw udah nikah dan hidup gw bukan tentang gw lagi ra, tapi ada lo juga di hidup gw dan nanti gw juga bakal punya anak dari lo"
Al mengecup kening Ara dan sekarang mereka berpelukan.
"Ada banyak hal yang harus kita lewati bersama ra, entah itu suka ataupun duka, ada banyak hal yang perlu kita pelajari bersama ra, agar rumah tangga kita menjadi rumah yang nyaman untuk kita berdua dan anak-anak kita kelak".
" Makasih ya Al, lo udah mikirin sejauh ini, maaf gw yang masih suka pakek ego gw"
"Kita sama-sama belajar yuk " ucap Al dan tersenyum dan mengendong Ara ala bridal style ke kamar mereka.
"Al lo mau apa " sontak Ara terkejut dan faham arah pikiran Al karena Ara bukan anak polos.
"Kan tadi gw bilang kita belajar ra "
"Aaaaa Al lepasin gw belum siap, belum nonton tutorialnya juga " teriak Ara namun tak di hiraukan Al.
Dan mereka sampailah di kamar mereka.
"Al " Masih di gendongan Al dengan tangan Ara merangkul Al, masih berusaha memohon.
"Kita belajar ya ra, semalem udah gw biarin lo molor, tidak untuk malem ini, oke "
Al menidurkan Ara perlahan dan dengan perlahan dia mencium bibir mungil Ara dan ciuman itu semakin lama semakin menuntut.
__ADS_1
Dan berakhir lah mereka berdua belajar bagaimana caranya menyenangkan satu sama lain, belajar berbagai kehangatan di tengah dingin nya malam.