
Jam 10 Al terbangun dan melihat dirinya sendiri dan juga Ara yang masih pulas dalam tidur nya.
Al tersenyum puas akhirnya bisa belajar bersama sahabatnya ini.
Al turun dari ranjang dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai mandi Al berpakaian rapi karena ia akan mencari makan untuk dia dan Ara karena malam ini mereka belum memakan apa-apa. Sebelum pergi Al membangunkan Ara terlebih dahulu Agar membersihkan diri dan nanti setelah ia pulang dari membeli makanan bisa sholat berjamaah.
"Ara Sayang " Al mengecup kening Ara dan menepuk pipi nya agar bangun.
Ara menggeliat, dan berusaha mengumpulkan nyawanya.
"Bangun yah, bisa bangun nggak, udah malem aku mau beli makanan, kamu mandi dulu yah, biar nanti bisa sholat berjamaah, kamu mau makan apa? "
Mendengar rentetan pertanyaan Al membuat Ara tersadar atas apa yang sudah terjadi .
"Al kok lo tega, Alllllllll " teriakannya.
"Iya ra kenapa" sambil menutup kuping nya
"Lo udah buat gw enggak perawan lagi " Sedih Ara dan menangis Al yang melihat tingkah Ajaibnya Ara cuma bisa menghela nafas.
"Mau lagi " tantang Al dengan senyum manisnya .
__ADS_1
Ara yang menyadari itu langsung menggelengkan kepala.
"Yakin, aku tunda nih keluarnya kalau mau lagi " goda Al mendekatkan wajahnya ke wajah Ara mereka hanya berjarak beberapa cm saja.
" Udah sana gw mau makan ayam geprek, buru laper"jawab ketus Ara tapi pipinya memerah, melihat itu Al tersenyum jahil.
"Ok sayang, akan ku belikan permintaan mu, " jawab Al dan segera pergi, sebelum melangkah dia mencium bibir Ara terlebih dahulu.
"Upah beliin makanan" ucap Al dan segera kabur sebelum Ara ngamuk.
"Al sialan" Ara melemparkan bantal yang terbuang sia-sia karena Al berhasil menutup pintu sebelum bantal itu sampai kepadanya.
"Al sialan emang ah, bikin orang mandi keramas malem-malem " Gerutu Ara dan segera masuk ke kamar mandi meski dengan langkah tertatih.
*****
Al juga membeli beberapa cemilan kesukaan Ara biar dia engga ngambek lagi, karena Al tau perbuatan nya tadi sudah bikin mood Ara turun. Karena Al harus menjaga moodnya Ara untuk nanti malem, senyum Al sungguh sumringah.
*****
Setelah mandi Ara menunggu Al di depan TV sambil menonton acara yang engga tau apa acara nya karena dia cuma asal, Ara cuma iseng karena rumahnya terasa sepi .
Tiba -tiba Ara meraba perutnya yang masih rata dan tersenyum.
__ADS_1
"Apa keputusan Al ingin pindah ke sini sudah tepat ya " Memikirkan itu Ara jadi dilema.
Dari lubuk hatinya yang terdalam dia belum siap akan hal ini, tapi dia juga sudah mengambil keputusan yang amat besar untuk hidup nya.
Ara melihat ke sekeliling Rumah, sepi dan dia membayangkan ada anak kecil yang berlarian di rumah nya dan dia tersenyum.
"Apa gw udah siap " monolog nya.
"Siap apa sayang" Dari arah pintu ternyata Al sudah sampai. Karena terlalu asik dengan fikiran sendiri Ara sampai tak mendengar suara mobil Al
"Siap melempar bantal ke lo " jawab jutek Ara dan melempar asal bantal ke arah Al
"eits gak kena" ucap Al dan langsung duduk di samping Ara.
"Nih Ayam geprek level level buat kamu "
"Level berapa? "
"Cobain aja, nih sama gw juga beli cemilan kesukaan isti aku ini "
"Dih ngerayu cerita nya "
"Iya gimana yah dapet istri hobi ngambekan kalau gak di rayu gak dapet jatah"
__ADS_1
"Al "
"Iya sayang aku ambil piring dulu " Al mengalihkan pembicaraan sendiri dan pergi ke dapur mengambil piring dengan senyum-senyum , serang Ara cuma bisa menghela nafas.