
Setelah Ale dan Mama pergi dari kamar Al.
Al masih terbaring di atas tempat tidur dengan kompres menempel di dahinya dan tangannya gak lepas dari tangan gw.
Gw cuma bisa tersenyum Inget dimasa dimana pertama kali gw sama Al tambah Akrab dulu.
Dimana gw yang emang suka sekali sama hujan-hujanan tiap sekolah selalu pulang dengan hujan-hujanan dan itu membuat Al penasaran ngikutin gw dan dia sakit.
Flashback off :
"lo mau kemana" tanya Al yang melihat Ara berdiri dari tempat duduk nya
"Pulang" jawab singkat Ara setelah selesai memasang rain cover ke tasnya.
"Ini kan hujan "
"lalu? "
__ADS_1
"lo nggak takut kehujanan? " pertanyaan Al terdengar aneh di telinga Ara pun bagi Al namun apa boleh buat karena Al sebenarnya takut sendirian dalam kondisi hujan seperti ini. Sebisa mungkin dia ingin menahan Ara untuk tetep tingal sampai mamanya menjemputnya.
"Hahahaha pertanyaan lo lucu , kalau gw takut hujan ya gak bakal jalan lah" Ara menggelengkan kepala dan melangkah.
"Tunggu" Al memberanikan diri untuk mencegah Ara yang dia ketahui teman satu kelasnya itu.
"Kenapa, lo takut hujan? " pertanyaan Ara sontak membuat Al kikuk malu untuk menjawab. Al hanya diam dengan tetap memegang pergelangan tangan Ara.
Ara menghela nafas. Dan menatap Al.
"Lo harus menerima hadirnya hujan, dan menikmati setiap rintik yang turun ke bumi ,dengan begitu lo gak bakal takut lagi sama hujan, gw engga tau trauma apa yang udah ngebuat lo nggak suka hujan, tapi percayalah sama gw kalau lo suka sama kehadirannya hujan gw yakin lo nggak bakal takut sama hujan" Ara menatap wajah Al yang hampir ingin menangis namun ia tahan.
"Percaya sama gw, hujan engga semenakutkan yang ada di fikiran lo"
"Nih lo bungkus dulu tas lo pakek kantong plastik " Ara menyodorkan kantong plastik ukuran besar dan Al menerimanya dan melakukan apa yang disuruh Ara.
"Udah siap " Tanya Ara yang melihat Al sudah selesai memasukkan tasnya. Al hanya mengangguk.
__ADS_1
"Lest go " Ucap Ara yang menggandeng Al berjalan keluar dan halte bus, Al yang takut berjalan dengan memejamkan matanya.
Dan itu menciptakan tawa untuk Ara.
"Berhenti " Al mengikuti perintah Ara.
Ara Menegadakan tangan Al untuk menampung air hujan sebisa mungkin.
"Al coba lo nikmatin tetesanya deh, kepada lu Angkat dan coba rasakan air hujan yang jatuh ke wajah dan tangan lo " Ucap An dengan Anak juga sudah melakukannya Al pun mengikuti apa yang Ara katan.
"Gimana rasanya " Tanya Ara dengan masih di posisi memejamkan mata dan Menegadakan wajahnya ke langit menikmati setiap tetesan air hujan .
"Dingin" jawaban Al sontak membuat Ara terkekeh.
"Namanya juga hujan, yok ah buka mata lo dan kita jalan "
Al membuka matanya perlahan dan dia melihat Ara yang suka bermain air. Melihat Ara yang bermain sambil menari di bawah hujan membuat nya ikut tersebut bahagia. Dan membuat Al sedikit tidak takut dengan hujan.
__ADS_1
Mereka berdua berjalan beriringan bercanda dan saling memperkenalkan diri karena meski mereka sudah satu kelas selama satu minggu dengan sifat Al yang pendiam membuat nya takdir kenal meski satu kelas, dan Ara tentu saja manusia paling heboh di kelas, karena itu Al mengenalinya terlebih dahulu.