Hujan

Hujan
#6


__ADS_3

Dua manusia yang sudah halal ini menyantap makanannya masing-masing karena Ara masih ngambek karena Al.


"Ra masih ngambek nih "


"Cimol " bukannya menjawab Ara malah manggil cimol, udah gitu Al nurut aja lagi ngambil cimol untuk istri tercinta.


Setelah selesai mereka memutuskan untuk bersantai di kamar, sedikit rayuan Al tadi meluluhkan hati Ara, meski dengan permintaan yang aneh aneh yang harus di turuti Al besok.


Mereka menghabiskan waktu di kamar dengan Al yang bersandar di ranjang dan Ara yang bersandar kepada nya, lagi sweet sweet nya nih.


"Al "


"Hemzzt" Al hanya berdehem dan memainkan rambut Ara


"Al yakin pindah ke sini" Mendengar pertanyaan Ara membuat Al menghentikan aktivitasnya, Al faham ada banyak ketidak siapa yang tengah Ara pikirkan.


"Ra gw slalu ada di samping lo, jadi lo gak boleh khawatir kalau dapet kesulitan, berumah tangga engga sesulit tutorial yang lo tonton"


"Tapi Al " Ara bukan nya ragu Ara hanya takut mengecewakan selama ini Al selalu melakukan hal yang terbaik untuk nya sedangkan dia sering nya membuat masalah.


"Ada gw ra " Al menenggelamkan kepada Ara ke curug lehernya. Memeluknya dengan erat dan menyakinkan nya bahwa semuanya akan baik-baik saja.

__ADS_1


"Makasih ya Al " ucap Ara tulus, Al hanya tersenyum dan membiarkan Ara tertidur dalam pelukannya, karena hari semakin larut.


Setelah perlahan membaringkan Ara, Al keluar kamar dan menelfon seseorang.


"Gimana apa semuanya berjalan lancar " Tanya Al di seberang telfon.


"Oke besok saya Akan ke sana , persiapan dengan baik" Ucap nya mengakhiri sambung telfon.


Al duduk termenung di meja makan.


Keputusan yang di ambil Al memang cukup berat dia memilih mencintai Ara dan menikahinya , merelakan cita citanya . Tapi Al tak menyesal karena Al bersyukur Ara menerima dirinya.


******


Di sebuah mini Bar terlihat seorang pemuda tampan yang tengah meneguk minuman entah ini sudah gelas ke berapa, rasanya hati nya hancur melihat seseorang yang selama ini di cintai nya dan dengan susah payah berusaha menemukan nya namun saat mereka sudah bertemu takdir berkata lain hatinya bukan untuk nya lagi melainkan untuk pria lain dan sekarang mereka sudah menikah.


Sungguh hancur hatinya, tapi mau bagaimana takdir sudah berkata begitu.


Agam terus meneguk minuman lagi tanpa menghiraukan larangan dari teman nya yang berusaha menghentikannya. percuma Agam sudah terlanjur mabuk dan tak sadar kan diri, merancau mencurahkan segala kesedihan hatinya.


Teman nya hanya bisa menemanimu nya dan memastikannya kalau Agam tidak akan melakukan hal hal bodoh lainnya.

__ADS_1


********


Pagi menyapa dengan begitu cerah, kedua suami istri ini setelah melaksanakan sholat subuh memutuskan untuk jogging meski pada akhirnya yang terjadi mereka berwisata kulineran.


ya seperti pada saat ini mereka sudah mengantri duduk manis di sebuah stand bubur ayam yang dari pendengaran mereka ini bubur nya enak makanannya mereka ikutan rela mengantri demi mencicipi nya.


"Rame banget yah Al "


"Iya kan tadi banyak yang bilang enak, mau kerupuk nggak" Ara hanya menanggung .


Bubur sudah tersaji di depan mereka, heem aromanya sungguh menggiurkan kedua manusia ini tanpa menunggu lama mereka segera mencicipi nya.


"Enak Al " tanya Ara


"Iya enak , nih pakek sate usus ra"


"Mau sambel ngak Al " Ara ini nawarin tapi udah nuangin satu sendok sambel ke mangkok nya Al


"tuang lagi aja ra yang banyak " ucap Al yang di sindir cuma nyengir.


Setelah memakan bubur nya mereka berburu jajanan di sepanjang jalan CFD, emang dasar kelakuan mereka ya gak berubah tetep aja melakukan hal hal yang unik.

__ADS_1


__ADS_2