
Al tersenyum melihat Ara yang tertidur pulas. Sambil menunggu Ara bangun Allah mencoba mengaktifkan ponselnya karena dari sore tadi ponsel nya mati, ada banyak notifikasi chat dan panggilan karena malem ini Al ada janji dengan teman lamanya.
"Al udah bangun" Ara mengerjapkan matanya perlahan mencari nyawanya yang setengah hilang.
"Gw berisik ya " bukanya ngejawab Al malah ngasih pertanyaan.
Ara menggelang dan menyentuh dahi Al memastikan Al masih deman atau tidak ternyata sudah turun deman nya.
"Gw ambilin makan ya, lo dari sore belum makan, soto yang lo beli tadi juga belum makan " Ara ingin pergi ke dapur untuk mengambil makan namun Ak mencegahnya.
"Di sini aja, kan obat gw lo, " ucap Al menahan pergelangan tangan Ara supaya tidak pergi.
Ara tersenyum. Manis di pandang Al meski cuma sebentar.
"lo kira kalau engga makan bakal sembuh heh" semprot Ara yang faham kebiasaan Al kalau sakit susah makan.
"Baru kelihatan manis ra udah galak aja" Melihat punggung Ara meninggalkan kamarnya membuat Al sebel sendiri, meski perut nya terasa sedikit lapar.
"Mas Alllllll " terdengar teriakan gadis manis yang memiliki suara berisik siapa lagi kalau bukan lili.
__ADS_1
"Mas Al sakit apa, kok bisa sakit sih, mas Al maen hujan-hujanan yah atau itu apa jarang makan karena diet" ucap lili beruntun.
"Sakit deman li, kecapean aja " ucap Al lemes, di tambah lemes lagi kalau ada lili pasti ale bakal keluar karena ke berisik dan mereka bakal adu mulut.
"Siapa sih berisik bet, gangu gw aja " nah kan baru juga di bilang sama Al.
Al cuma bisa memijat kepalanya yang baru sembuh pusing tambah pusing lagi.
"Siapa yang berisik" Lili nanya balik.
"Heemz pantesan ada lu ternyata, berisik itu mulut gak bisa apa diem"
"Dih mulut mulut lili kenapa mas Ale yang rese, Mas Al tuh mas Ale ngisengin Lili, kenapa sih dia engga di kamar nya aja " adu lili
"Hih kok gitu sih mas Ale mulut nya nyakitin" Lili udah mulai berdiri dan sebentar lagi mereka bakal kejar kejaran.
Al cuma bisa geleng-geleng kepala gak pernah ada akurnya ini mereka berdua.
"Suara lu nyakitin telinga gw li"
__ADS_1
"Aaaaa mas Ale awas aja " noh kan mulai ngejar karena Ale menjulurkan lidahnya dan terjadilah kejar kejaran di kamar Al.
"Stop " berkataan Al yang pelan tidak di dengar oleh mereka. Al pasrah karena percuma menghentikan mereka yang lagi Kejar-kejaran.
Ara yang baru saja dateng untuk membawakan makanan untuk Al geram melihat kelakuan kedua adik nya ini kalau ketemu gak bisa akur.
"STOP KALIAN BERDUA" seketika mereka berdua diem.
"Kelakuan udah kek anak tk aja, gak bisa apa kalian berdua akur sebentar aja, gak liat ini mas Al lagi sakit? "
Yang di kasih tau cuma bisa diem dan saling pandang.
"Sebagai hukumannya kalian berdua pijitin tuh kaki mas Al "
"Tapi mba " jawab kompak mereka, Ara cuma melotot mereka udah patung dan naik ke tempat tidur. Masih berantem buat rebutan kaki padahal itu kaki ada dua masih aja direbutin.
"Ale " teriak Ara
"Iya mba " Ale terpaksa menggalah.
__ADS_1
Al tersebut melihat kelakuan orang-orang tersayang nya ini.
Ara mulai menyuapi Al untuk makan supaya bisa minum obat lagi dan istirahat.