
"Mau turun sendiri apa gw yang gendong Lo masuk sayang ku" Al sudah gemes melihat Ara yang dari tadi bengong gak jelas .
"Hah iya turun sendiri gw "Ucap Ara bingung tapi tetep turun .
Pemandangan pertama yang dilihat Ara sebuah bar berukuran sedang dengan peralatan kopi yang sederhana namun amat sangat rapi tertata.
Tidak terlalu banyak pengunjung yang datang namun tempat nya sangat nyaman untuk di kunjungi apa lagi untuk berbincang ,Ara tersenyum dan menggenggam tangan Al ,dan itu sukses membuat Al tersenyum, Mereka berdua berjalan beriringan menuju sebuah kedai kopi.
"Terimakasih Ya Allah telah Engkau kirimkan seseorang yang begitu mengerti ku , Terimakasih"ucap Ara dalam hati dan terus memandangi Al .
"Baru sadar ya kalau ternyata Lo punya suami ganteng"Ucap Al dan itu membuat Ara tersenyum.
"Makasih ya Al "ucap tulus Ara ,Al hanya mengangguk.
"Selamat datang di kedai True kopi "ucap barista di sana menyapa mereka .
"Halo ka "jawab Ara seperti biasa ramah kesemuanya.
"Halo ka,mau pesen apa ka ,mau coffee atau non coffee "
"Halu banana ya Japanese "Jawab Ara langsung karena ia melihat deretan Beans kesukaan berderet di meja dengan rapi .
"Baik ka,ada tambahannya, seperti cemilan,atau makanan nya kak "
"Mau makan apa Ra " tanya Al yang di tanya sibuk celingukan nyari tempat yang enak buat duduk .
"Ara sayang "
"Heh hehe,serah Lo aja Al ,emm gw kesana ya duduk disana aja ,gimana "bukannya menjawab dia malah menunjuk tempat yang Inggin ia duduki .
Kalau seperti ini Al cuma bisa pasrah,dan mengiyakan,ya mau buat sesuatu yang romantis sama Ara enggak bakal terwujud kalau tampa paksaan , manusia nya susah di tebak.Dengan bahagia Ara segera pergi ke kursi pojok dekat air terjun buatan.
"Saya pesan Nasi goreng dan Ricebowl,2 air mineral dan coffee latte,oh iya mas pesanan saya yang kemarin sudah di siapkan ?"
"Atas nama siapa ya kak"
"Aldy mas "
"Baik Kak, pesanan Atas nama Aldy sudah tersedia kak mau di ambil sekarang atau nanti kami yang antarkan " jawab barista itu tersenyum ramah .
"Di Antar aja ya mas "
"Baik ka ditunggu ya,nanti akan kami antarkan ke meja ka Aldy dan istri , terimakasih mohon ditunggu "
"Sama-sama mas "
Al menuju meja Ara yang sudah sibuk dengan kamera di tangan nya , sepertinya dia kecolongan Ara membawa kamera,Al menghembuskan nafas panjang nya .
__ADS_1
"Aduh bakal di cuekin nih gw "Ucap Al mendramatisir kalimat nya .
"Enggak usah lebay Lo Al " jawab Ara tampa menghiraukan ekspresi Al .
Al yang sudah faham akan Ara membiarkannya puas memotret, karena dia tau betul Ara sangat menyukai kedai kopi dengan konsep home seperti ini .Ya Ara memilih duduk di bagian pojok kedai yang dekat dengan kolam dan air terjun mini buatan yang terhubung dengan kolam ikan,dan itu sangat menenangkan.Membuat Ara betah berlama-lama,dan tentunya berkeliling bahkan ia juga memotret barista yang tengah menyeduh kopinya .Dan beberapa momen yang terjadi di kedai tak lupa ia abadikan juga, termasuk saat Al yang tengah duduk manis sambil menyesap secangkir coffee late nya.
"Ganteng juga suami gw "ucapnya sambil mengusap layar kamera, karena sudah puas berkeliling ia pun memutuskan untuk ikut duduk dengan Al .
"Mau coffee latte nya "
"Tadi kenapa gak pesan"kesel Al kebiasaan suka nyeruput coffee latte nya tapi kalau disuruh pesan sendiri enggak mau .
"Enakan punya Lo "jawab Ara tampa rasa bersalah.
"Makan dulu Lo , ricebowl kesukaan nih,salad nya di banyakin " Ya Al selalu tau apa yang di suka sama Ara
"Unch emang yah punya suami peka banget,duh jadi makin cinta deh " ucap Ara tulus dan tersenyum sekali lagi dalam hati selalu mengucap syukur.
"Kita kembali ke Bogor kapan Al "
"Besok "
"Cepet banget Al ,kan kita belum jalan-jalan Al "
"Selasa gw udah ngajar lagi Ra, nanti kalau udah pindah kesini Lo puas puas in jalan-jalan "
"Sebulan lagi ya , soalnya pengunduran diri gw di ACC bulan depan,jadi kita pindah bulan depan "Mendengar jawaban Al ada keraguan di hati Ara .
Pergerakan Ara membuat Al tersenyum dan mengengam tangan Ara ,ya Al tau apa yang sedang di pikirkan Ara .
"Lo bisa gw percaya sama Lo "
"Makasih Al "
"Sama-sama, nanti di sini kamu mau buka studio atau mau punya kegiatan lain " tanya Al mengalihkan keraguan Ara .
"Buka studio bosen Al"jawab Ara sambil was was bakal kena semprot Al atas jawabannya itu .
"Terus "
"Boleh cari kegiatan lain "hati-hati Ara dalam menjawab
"Contohnya "
"Jadi food blogger misalnya atau Youtubers "
"Yakin konsisten"
__ADS_1
"Janji Al konsisten "jawab Ara lantang dan tersenyum manis, yang membuat Al mana mungkin mengabaikan senyum nya itu .
"Oke"
"Makasih suami ku "
"Kalau ada maunya aja baru manggil suami kuh " jawab Al menirukan gaya bicara Ara yang di unyu unyuin itu dan itu membuat Ara tersenyum.
Setelah mereka menyelesaikan makanya, mereka berbincang sambil memainkan permainan uno blok,dan berkali-kali Ara kalah ,dan itu membuat wajah imutnya tercoret bedak berkali-kali.
"Masa gw kalah lagi " keluh nya karena sudah sekian kalinya Ara kalah .
"Udah nasib Lo "
"Cape Al "
"Ayok lagi masa gitu aja nyerah ,payah nih "
"Lo enak menang Mulu,gw kalah terus "
"Udah yah "
"lagi Ra "
"Gak mau "
"Lagi "
Ditengah perdebatan mereka yang mau lanjut sama enggak lanjut datang lah barista membawakan sebuah kotak kado .
"Permisi maaf mengganggu waktunya,ini ada titipan untuk ka Ara , silahkan diterima" ucap barista itu, melihat Ara yang bingung dengan datangnya sebuah kotak itu meminta persetujuan Al melalui isyarat matanya , setelah mendapatkan izin dari Al ,Ara menerimanya.
"Terimakasih"ucap Ara dan barista itu undur diri.
"Buka ada Ra "Melihat keraguan Ara membuat Al tampak gemes sama tingkahnya.
"Dari Lo "
"Iya buka aja"
Perlahan Al membukanya dan iya tersenyum melihat apa isinya . Sebuah buku catatan dan di atasnya ada sebuah kotak kalung.
"Al "
"Sini gw pakek in "Al berdiri dan duduk di samping Ara ,ya kalung bandul inisial huruf AA itu kini telah terpasang dengan indah di leher Ara .
"Makasih Al " Ara yang terharu memeluk Al dan meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Iya cengeng sama-sama" Jawab Al yang bahagia karena Ara menyukai kejutan kecilnya.Ara wanita yang telah ia cintai semenjak mereka duduk di bangku SMA kini telah menjadi miliknya sungguh ini sebuah mimpi yang terkadang tak mampu Al bayangkan akan terwujud.