
Tiga Bulan berlalu hari pernikahan mereka pun semakin dekat dimana hari yang di nantikan akan segera tiba.
Ada rasa yang campur aduk yang di rasakan keduanya pun untuk kedua orang tuanya dimana bagi mereka melepas anak mereka adalah pengalaman pertama dan itu cukup membuat Bu Mesya ibunya Ara terlihat bahagia namun juga sedih.
"Belum tidur bu " Ucap Bapak yang ingin membaringkan tubuh nya karena lelah seharian Ia full memantau jalanya segala persiapan untuk acara pernikahan besok.
"Belum bisa pak, besok Anak bandel itu akan menjadi seorang istri pak " Ucap Ibu sendu namun ada rasa lega dan bahagia di sana.
Bapak tersenyum dan menggenggam tangan ibu.
"Pecahlah bu sama Ara bahwa dia akan menjadi seorang istri yang berbakti kepada suaminya" ucap bapak menenangkan.
Ibu tersenyum dan ikut berbaring di ranjang dan segera terlelap karena esok akan menjadi hari yang membahagiakan untuk mereka.
__ADS_1
Di lain kamar kumpul lah 3 Anak manusia yang Tengah terlelap saling berpelukan mencari kehangatan, entah ini ide dari siapa sampai mereka harus tidur di satu ranjang bertiga.
Biasanya pengantin akan dag dig dug dimalam dia akan menikah tapi ini lain dari pada yang lain Ara terlelap dengan syahdunya dimana dia di dekap kedua adiknya.
Al yang mondar-mandir seperti setrika mati di kamarnya, sedang menghafal ijab kabul membuat Ale yang menemani nya ikutan frustasi akibat ulah kakak nya ini.
"Mas bisa tenang dikit ngga, ini mas Al udah ke sekian ribu ngafalin nya loh " oceh Ale yang udah pengen nyerah karena dari tadi siang dia di sekap di kamar kakaknya untuk menemaninya.
"takut salah le tar gak jadi nikah sama Ara kan berabe "
Al tersenyum melihat senyum Ara yang terpampang di wallpaper ponselnya. Ia mencoba menenangkan dirinya untuk menghadapi esok hari. Hari dimana ia akan mengucapkan janji suci nya.
Karena terlalu memikirkan hal yang aneh-aneh membuat Al kelelahan dan akhirnya ia pun terlelap.
__ADS_1
"Mas Al" Ale baru saja ingin menyuruh Al makan tapi dia sudah terlelap dalam mimpi indahnya membuat Ale mengurungkan niatnya dan segera pergi dari kamar Al. Diruang tengah banyak saudara Ale dan Al sendang berkumpul karena besok mereka akan bersama-sama mengantarkan Al ke rumah mempelai wanita.
Ale yang tipe orang engga suka keramaian memutuskan untuk keluar rumah karena toh berada di kamarnya pun akan percuma karena kamarnya sudah menjadi hak milik para sepupunya jika ada kumpul keluarga seperti ini.
Ale sudah bersiap menaiki motornya sport nya namun terhalang panggilan Ayah.
"Le mau kemana? " Tanya ayah yang muncul dari balik mobil yang berjejer terparkir di depan rumahnya.
"Mau cari angin dulu yah "
"Udah jam 11 le, istirahat lah mah kemana? " cegah Ayah yang faham dengan ketidak nyamanan anaknya.
"Jam 12 aku pulang yah, pergi bentar ya" Ucap Ale dan segera bersalaman dengan Ayah. Ayah membiarkan Ale pergi bukan karena tanpa alasan, karena dia faham dengan yang Ale rasakan, Ale bukan tipe anak yang nyaman di tengah keramaian meskipun itu sodaranya sendiri.
__ADS_1
Ayah memutuskan untuk segera masuk dan beristirahat karena besok Ayah juga harus bangun pagi untuk mengantarkan anak Sulung nya menjemput cintanya. Ayah tersenyum dan bersyukur karena yang di pilih anaknya ada anak perempuan yang dulu ingin sekali ia angkat sebagai anaknya. Membayangkan masa lalu membuat ayah tersenyum geli sendiri.