
Tadinya Ara mau langsung istirahat namun karena melihat Al yang baru saja masuk rumah membuatnya tersenyum dan ingin masak Indomie.
Dua Indomie tersaji namun kali ini tanpa telur setengah matengnya,karena memang Ara belum belanja.Melihat suaminya tengah duduk di ruang tengah belum ada perabotannya .
"Al makan yok "
"Makan disini aja Ra , gw gelar tiker nya ya"
"Oke"
Yah rumah mereka memang baru ada set sofa,satu set TV di ruang tamu dan kamar tidur dan lemari itu saja yang baru di isi Al, karena untuk urusan lainnya itu nanti Ara yang akan mengantur nya .
"Ra mau beli perabotannya kapan ,?"
"Kapan ya , emmm Lo besok engga ke kantor emang nya ?" Tanya Ara karena mulai saat ini Al Sudah resmi menepati posisi CEO di perusahan nya Ayahnya.
"Masuk kerja Ra,tapi aku usahain pulang sore "
"Enggak usah buru-buru Al,pas kamu libur aja, weekend nanti gimana jadi biar puas milihnya,kan kamu tau gw paling gak bisa buru-buru " jelas Ara
"Ya udah kalau itu mau Lo "
__ADS_1
"Besok Lo enggak mau ikut ke kantor?"
"Enggak Al , besok mau ke pasar di belakang komplek itu sambil naik sepeda hehehe mau ngisi kulkas dulu ,keburu di vc sama ibu terus gw di omelin karena kulkas isinya ciki semuanya "
"Anak takut ibu "
"kek Lo berani aja "
"Enggak juga sih " mendengar jawaban Al membuat mereka berdua tertawa.
"Beneran gak mau ikut ke kantor "Al masih menanyakan, berharap Ara besok ikut ke kantor.
Menaikan rambut Ara yang tengah tiduran di paha Al .Ya mereka tengah di ruang tamu menikmati momen romantis sambil nonton TV tapi TV nya yang nonton mereka berdua.
"Sakit Ra " keluhnya sambil memegangi kepalanya
"Lagian ganggu aja " cemberut Ara, Bukannya menyesal karena telah menganggu Ara ini Al malah makin tersenyum.
"Mau lagi "
"Gak mau "Sebelum Ara beranjak pergi meninggalkan sofa ,Al sudah lebih dulu mengurung nya .
__ADS_1
"Al "rengeknya karena ia sudah mulai faham isi kepala suaminya itu kalau sudah mode on .
Al tersenyum dan kembali meraih bibir Ara, dengan lembut ia mencium nya kali ini tak ada penolakan Ara.Al tak menyia-nyiakan ini .
Al melepaskan ciumannya dan tersenyum mengusap bibir dan pipi Al , kemudian memeluknya.Dan berucap Terimakasih.
"Sama-sama Al " mereka saling berpelukan untuk beberapa waktu yang lama .
"Kalau besok udah selesai ke pasar nya mau gak nyusul ke kantor "Tanya Al setelah selesai berpelukan dan kini mereka kembali ke posisi seperti semula
"Kenapa Emang Al,kok maksa gw buat ke kantor"Ara mendongak ke wajah Al .
"Gw kurang sreg sama sekertaris di kantor Ra" Al memulai cerita
"Kenapa emang nya "Ara mulai antusias kalau masalah gini .
"Beberapa waktu lalu pas berkunjung ke kantor untuk perkenalkan CEO baru sama Ayah,gw merasa dia seperti ada hal yang di sembunyikan dari gerak geriknya,dan itu membuat gw enggak nyaman " jelas Al sambil mengelus elus kepala Ara .
"Kenapa enggak minta ayah ganti sekertaris cowok aja "
"Udah ,tapi kata ayah belum ada kandidat yang bisa menyaingi kemampuan nya dia Ra "
__ADS_1
"Al gw percaya kok sama Lo " kini Ara menatap mata Al dan mengengam tangganya.
"Makasih ya Ra " ucap tulus Al, karena Al tak ingin kehilangan Ara,ya Ara paling enggak suka di bohongi maka dari itu sebelum suatu hal yang tak di inginkan terjadi Al lebih memilih menceritakan kecemasannya.