
Sekarang tersisa tiga hari lagi, rasanya hari-hari seperti ini adalah hari-hari yang mendebarkan sekaligus terasa sukar untuk dilalui mengingat begitu banyak masalah yang dihadapi, tidak hanya harus bertempur dengan soal-soal. Tapi, masalah lain yang kerap kali singgah dalam benak adalah godaan untuk berbuat curang. Namun, beruntung karena batinku selalu menolak, yang jika di ibaratkan ini seperti kembali kemasa lampau dimana terjadi perang dunia dahulu…hehe just kidding!
“Hai kerjanya kok ngelamun terus? Nanti kesambet loh seperti yang satu itu tu …h!” celetuk Arya yang tak kusadari kapang datangnya, dia sontak membuyarkan lamunanku. Ah, dia memang seperti itu datang sesuka hati, seperti saat dia datang dan merasuki hatiku. Jika di ibaratkan yah kisah cinta kami seperti tuh seperti salah satu pasangan di serial drama TV korea yang sedang buming sekarang dia adalah baek sen joo dan ohani, yang main di serial televisi dengan judul playfull kiss ini sangat digemari di kalangan remaja. Selain karena ceritanya yang seru, serta pemain-pemainnya yang asli keren, kim hyung joong sukses memerankan baek senjoo. Begitu berbanding terbalik dengan orang yang ditunjuk Arya. Yups, siapa lagi kalau bukan Andi yang beberapa hari ini sedang menggalau ria.
Dari jauh ku amati dia yang menyendiri membawa sedihnya. Masih bergelut pada dengan masalah yang sama. Aku ikut prihatin akan apa yang menimpanya namun tak adayang dapat kami perbuat untuk hal tersebut, sebab ini menyangkut keluarganya.
“Aduh masalah lagi tuh!!!” lamunanku kembali.
“Hal ini memang sudah terduga sebelumnya, so! Menurut kamu apa yang bisa kita lakukan sekarang?” tanyaku pada Arya yang sekarang menggantikanku terdiam terpaku menatap Andi lekat-lekat. Kasihan sekali!
__ADS_1
“Eh… iya! Kamu bilang apa tadi?” jawabnya terbata.
“Hemm, katanya aku yang hobi banget ngelamun! Kok sekarang nular ke situ sih?” sindirku.
“Ini gara-gara aku terlalu sering sama kamu sayang! Makanya kebiasaan buruk kamu pun nular ke aku!” candanya.
“Ok baiklah! Hust jauh-jauh sana!” timpalku tidak ingin kalah.
“Iya-iya! Aku juga tidak akan tega melihatmu seperti itu! Ohya, tadi itu aku bilang kita harus bagaimana sekarang ? Kita tidak mngkin kan, melihat Andi seperti it uterus. Terlepas dari itu Alisa pun tentunya lebih tersakiti akibat hal itu” jelasku lagi. Tiba-tiba pikiranku tertuju pada Alisa yang sedag terluka sendiri disana. Terlebih lagi kami belum bisa kesana untuk menjenguknya. Ah… hidup-hidup!
__ADS_1
“Aku pikir jalan satu-satunya yah kita harus meyakinkan orang tua Andi untuk menerima Alisa, meski hal itu tidaklah mudah” jawabnya kemudian.
“Aku pikir sih, itu akan sia-sia saja, mengingat betapa keras kepalanya ibu Andi …” “Tapi, yah tidak ada salahnya kita mencoba”
“Berjuang lagi deh …! Semangat” timppalku.
**********
Siang ini sepulang sekolah aku, Arya dan Andi langsung menuju kediamanku. Yah, alasannya tidak lain adalah untuk menyusun rencana bagaimana selanjutnya keberlangsungan hubungan Andi dan Alisa. Tapi, kuharap mereka bisa tetap bersama.
__ADS_1
To be continue