
percakapan kedua pasangan itu masih berlanjut masuk ke pembahasan lebih serius.
“Tapi buat apa? Saya pikir kalian semua sudah tahu bagaimana kondisiku sekarang? Terlebih lagi, sebenarnya Ayahku kehilangan pekerjaan dan aku tak ingin menyusahkannya!” kata Alisa mencoba menjelaskan kepada kami.
“Tapi, bukankah kau bilang padaku bahwa. . . . “ aku tak dapat melanjutkan lagi perkataanku. Aku benar-benar tidak percaya bahwa ia membohongiku.
“Tapikenapa?? Kenapa kau membohongiku Alisa? Kenapa kau harus. . . “
“Iya, aku salah telah berbohong padamu Elina. Itu semua kulakukan karena aku tidak ingin membuatmu khawatir. Sebab, aku tahu bagaimana sifatmu Lin, dan bagaimana kondisimu sekarang. Aku hanya tidak ingin merepotkanmu lagi. Jujur saja aku tinggal disini pun sebenarnya hanya ingin menyelesaikan semua ini, aku ingin pamit pada kalian, dan pergi dengan cara baik-baik bukan melarikan diri. Mungkin lusa aku sudah akan berangkat setelah kondisiku sudah agak membaik.” Jelas Alisa dengan raut wajahnya yang sendu di tambah kulitnya yang pucat itu membuatku tidak tega.
“Tapi, kenapa baru bilang sekarang?” kataku tidak terima.
__ADS_1
“Aku mohon jangan pergi!” Pinta Andi dengan wajah memelas.
“Kami semua disini akan selalu ada untukmu! Kapanpun kau butuh. Ingatlah itu” tambah Arya.
Andi seolah mendapat petir dengan kekuatan tingg entah berapa Volt yang jelas ia tidak akan siap jika harus berpisah lebih jauh lagi dengan Alisa. Dia menumpahkan semua kerisauan hatinya dalam dekapan hangatnya itu untuk Alisa.
“Alisa aku mohon jangan pergi! Apa jadinya aku tampa dirimu, kumohon tinggallah demi aku” Dia memohon dengan mata yang muali berkaca-kaca.
“Haruskah seperti ini? Haruskah dengan cara kau pergi meninggalkan kami disini? Ayolah pertimbangkan kembali keputusanmu Alisa!” Arya kembali mencoba meyakinkannya.
“Sudahlah, kalian semua jangan langkahku semakin berat untuk pergi. Apa kalian pikir aku menginginkan perpisahan ini? Aku pun tidak ingin kita semua berpisah. Ingin selalu bercerita banyak padami Lin, setiap saat bisa mengabiskan hari-hariku dengan bahagia bersamamu Andi, dan mendengarkan semua cerita perkembangan
__ADS_1
hubunganmu dengan Elina, Arya! Tapi, aku tidak bisa. Aku tidak punya pilihan teman-teman aku harus pergi.!. . . “ dia terdiam sejenak mengambil nafas dan kembali melanjutkan penjelasannya. Hening. Semua fokus pada pikirannya masing-masing, kemudian kembali Alisa bersuara
“Lagi pula kalian masih bisa menemuiku kapan pun dan mungkin aku akan menunda keberangkatanku untuk beberapa waktu, agar aku bisa lebih lama bersama kalian!” seulas senyum tersungging dibibirnya yang mungil itu, jelasnya mencoba meyakinkan kami.
Akhirnya, malam ini pun kami gunakan untuk bertukar cerita, mencoba melupakan semua penat dan masalah yang menumpuk. Bahkan, sudah menyerupai gunung Fujiyama di Jepang ini. Entah kapan akan selesai? Masalah ini tidak henti-hentinya datang menhampiri bagai undian lotre yang selalu naik. Ku piker malam ini akan menjadi
malam yang panjang untuk kami terkhusus untuk Andi yang terlihat masih sangat takut untuk kehilangan Alisa. Tapi, itulah hidup semua hal di dunia tidak akan ada yang bertahan. Setiap perjumpaan pasti ada perpisahan, dan kita akan kehilangan apa yang kita cintai meski berat. Tapi, memang itulah yang akan terjadi, suatu saat mereka akan pergi. Meski tidak tahu kapan tepatnya. Namun, cepat atau lambat semua akan berakhir.
note: Serupa apapun pertemuan akan mencapai akhir cepat atau lambat semuanya akan pergi juga.
__ADS_1
Semoga bermanfaat kisahnya.