
Malam semakin larut. Tapi, kami tidak jua merasakan kantuk. Alisa, mulai terlihat membaik, ia mulai kembali tersenyum seolah tidak ada masalah.
“Oh ya, Ndi! Aku mau besok kita ke pantai yah!”
“Aduh jangan ah, nanti kamu sakit lagi. Ini saja belum sembuh!”
“Ayolah! aku sudah merasa baikan kok. Aku benar-benar lagi ingin kesana yah. . yah. . !” pintanya dengan manja, merengek membujuk Andi.
“Biarkan sajalah Andi! Yang penting dia senang dan berjanji untuk tidak kecapean nanti. Gimana?” usulku yang kasian melihat sahabatku yang satu ini.
“Iya, betul itu. lagi pula inikan saat-saat terakhir kita bisa keluar jalan bareng lagi seperti dulu!” sambung Arya. Andi terdesak dan mau tidak mau dia harus mengabulkan permintaan kami ini.
“Ok.. ok. . Baiklah, besok kita berangkat. Tapi, janji yah, nanti kamu sakit lagi dan aku tidak mau itu sampai terjadi mengerti princess-ku” putusnya Andi kemudian yang mecubit hidung Alisa. Mereka terlihat sangat romantis aku iri.
“Terima kasih sayang.! Kalian yang terbaik..!” pandangannya beralih ke kami setelah melihat andi dengan tatapan penuh cinta.
“Ohya, malam nampak kita dibatasi oleh waktu. Sudah larut nih, kami yah!”
“Iya, besok juga kita masih harus sekolah kan?”
“Baiklah,aku balik yah sayang.! Malam. . . oh ya,jaga diri baik-baik. Besok aku jemput ok!”
“Iya-iya. . Hati-hati yah semua. Maaf karena aku tidak bisa antar kalian sampai depan”
“Tidak apa kok. Kami pergi yah! Assalamu’alaikum!”
“Iya, wa’alaikum salam.. Dahh”
__ADS_1
Aku, Arya dan Andi berlalu meningglakan pekarangan rumah Alisa.
********
Keesokan harinya sepulang sekolah kami kembali ke rumah Alisa, tujuan hari ini adalah untuk menjemputnya ke pantai sesuai kesepakatan tadi malam. Dia berusaha keras agar terlihat sehat di depan kami. Tapi, ya sudahlah, jika ini memang bisa membuatnya lebih baik. Maka, yang bisa kami lakukan hanya menuruti kemauannya. Setibanya di pantai kami segera mencari tempat berteduh untuk Alisa, takut jika nanti terjadi sesuatu hal buruk
padanya. Aku dan Alisa mengeluarkan perlengkapan yang akan kami gunakan untuk bermain pasir seperti anak kecil saja !
“Kemana Andi dan Arya yah Lis?”
“Ah, mereka! Tadi kulihat kembali ke parkiran mengambil sisa barang-barang” jawabnya sembari fokus pada pasir pantai yang keabu-abuan itu.
“Oh… begitu yah!”. Lalu, tanpa sengaja aku melihat Arya yang sedang berjalan dari arah tempat parker bersama seorang perempuan dan terlihat sangat akrab.
“Siapa yah dia?” tanyaku pada diri sendiri!
“Lin!… mana yah lotionku yang tadi?” Alisa tiba-tiba membuyarkan lamunanku.
“Melamun lagi? … “
“Tidak … tidak kok! Aku hanya … “
“Aku tahu kok! Tidak perlu kau jelaskan. Kamu cemburu kan melihat Arya bersama perempuan itu kan?” goda Alisa
“Iya … sedikit! Tapi, … kurasa banyak deh”. Aku tahu pasti sekarang wajahku memerah. Ah sial dia benar-benar menangkapku sekarang!
“Tenang saja! Tuh mereka kemari!”. Aku berbalik dan mendapatinya dengan senyum manis serta lambaian tangan seolah tidak ada yang salah dari sikapnya.
__ADS_1
“Hai sayang! Eh iya, hampir lupa nih kenalin namanya Putri Kirana. Dia adalah sepupuku dari Surabaya yang kebetulan berlibur disini.”
“Hai! Aku Alisa”
“Ohya, Put, kenalin ini Elina pacarku yang tadi kuceritakan”
“Hai, Elina salam kenal. Kamu benar-benar berhasil membuat sepupuku yang satu ini tergila-gila”
“Ngomong-ngomong kok Andi tidak ikut kembali sama kamu?”
“Entahlah!”
“Itu dia. Tapi, sama siapa yah!”
“Sepertinya itu adalah orang tuanya! Kira-kira apa yang dibicarakannya yah, kenapa terlihat begitu serius? Kenapa pula mereka harus melirik ke arah kita?”
“Apa mungkin mereka marah pada kita? Maklum saja orang tuanya kan tidak senang Andi bergaul dengan orang miskin seperti kita ini. Katanya tidak se-level!”
“Ya sudahlah! Mari kita nikmati saja suasananya, mari bersenag-senang bukankah ini tujuan kita kemari?”
“Ada apa?” Tanya Alisa ketika Andi kembali bergabung bersama kami, dari raut wajahnya dapat ku tangkap kegundahan hatinya.
“Ah tidak apa-apa kok! Biasa hanya masalah kecil, mama memang seperti itu!”
“Oh. Baguslah kalau begitu!”
Andi merangkul Alisa dan mendekapnya dalam dada. Mereka terlihat menikmati, aku pun menikmati suasana dengan Arya. Kami bermain pasir, yah beginilah cara kami menikmati hari ini hingga sang mentari terbenam lagi.
__ADS_1
note: Maaf guys kalo masih banyak penulisan yang salah.
Semoga bermanfaat.