
Sore ini kami si kembar tapi beda akan keluar untuk jalan-jalan. Yah! Si kembar tapi beda apa tuh maksudnya. Jadi, itu cuma menurut teman-teman sih, katanya Aku dan Alisa seperti anak kembar, kami selalu nampak harmonis (kadang-kadang).
“Tok. . Tok. . . Tok. . .” tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar.
Aku dan Alisa yang terlalu parno panik setengah mati, bahkan kami hampir pingsan karena kaget. Butuh waktu sekitar dua jam untuk menstabilkan jantung kami ini. Hehehe lebai deh!
“Assalamu’alaikum! Apa ada orang di dalam?” kembali terdengar suara dari luar, entah siapakah gerangan dia. (eng-ing-eng)
“Siapa?” jawab kami bersamaan. Namun, masih mendekap jantung ini takut lari lagi (hehehe).
“Ini aku, sweety pie! Apa blue berry dan strawberry ada di dalam?” teriaknya dari luar.
Maka,tahulah kami bahwa yang di luar sana pasti si manusia sok imut dan selalu merasa dirinya paling manis. Siapa lgi kalau bukan Andi karena sweety pie adalah nama kesayangan kami untuknya, soalnya tidak bisa di pungkiri bahwa dia memang manis seperti kue pie. Terus blueberry dan strawberry adalah pemberian darinya, katanya karena kami si kembar yang berbeda.
Segera Lisa membukakan pintu dan apakah yang terjadi ?
__ADS_1
Doooor.!
“Eh kamu! Bareng sama Arya juga ternyata! Ketemu dimana kalian? Kok kompak banget sih datangnya barengan? Oh iya sampai lupa silahkan masuk” tanyanya panjang sepanjang kereta api. Dia emang gitu suka
cari-cari perhatian so' manis lagi disitu.
“Lin, tolong ambilkan minum dong” teriaknya padaku
“Iya-iya tunggu sebentar” jawabku pasrah.
“Hei, kok pada diam sih? Ayo mulai , memang kita mau bahas apa sih?” aku memecah keheningan dengan jurusku sendiri tentunya.
“Ayo kita jalan! Double date. Gimana?” tambah Arya
“Hahh, maksud kamu?” aku terkejut, wajahku berubah memerah tampak seperti tomat segar.
__ADS_1
“Baiklah jalan kemana? Oh iya aku sama Lisa yah! Kamu Lin, sama Arya aja Ok?” Andi menanggapi
“Emmhh,, , baiklah” jawabku pasrah dengan usulan Andi. Meskipun aku dan Lisa pada awalnya memang berencana untuk jalan hari ini, tapi aku sama sekali tidak pernah membayangkan bahwa acara jalan kami akan berubah menjadi acara double date. Terlebih dengan kesepakatan yang telah di sepakati bahwa aku bersama Arya.
Yah, meski tak dapat kupungkiri bahwa ada feel yang tersimpan dalam hatiku pada orang itu. Tapi, justru aku berfikir bahwa dia mungkin punya feeling pada Alisa, entahlah!
Yah, kami berbincang-bincang di rumah ini, dari beberapa percakapan kami aku tahu ternyata Arya juga dari keluarga sederhana sama sepertiku dan Alisa. Kecuali, Andi dia memang dari keluarga berada. Tapi, aku salut karena dia masih tetap mau berteman dengan kami. Aku sudah lama bersahabat dengan dia. Tapi, kami jarang
sekali ke rumahnya, habis mamanya jahat sih. Perbincangan kami pun mulai merambah ke semua topic yang bisa dijangkau oleh wawasan kami yang sedikit. Sungguh! Disela-sela perbincangan kami tak sengaja kulihat Arya dan Alisa lagi-lagi mereka sibuk dengan urusannya sendiri. Akhirnya waktu semakin berlalu hingga kami memutuskan untuk menunda jalan-jalan hari ini dan akan menggantinya besok sore saja.
“Yah sudah, kami pulang dulu yah!”
“Ok, hati-hati di jalan”
“Emmmhhh, jangan lupa untuk datang besok sore, ok!”
__ADS_1
“Ok.” jawabku serempak dengan Lisa. Kemudian mengantar kedua cowok ini, dua cowok yang sangat berbeda karakter maupun pembawaannya ke depan, diiringi lambaian tangan dari kami, mereka pun berlalu