I Love but You Go

I Love but You Go
Episode 6 Untukmu aku akan selalu ada


__ADS_3

Hari ini aku kembali datang ke rumah Alisa. Yup, sejak kepergian ibunya aku dan dia benar-benar seperti saudara kandungku. Sebab, aku merasa kami benar-benar senasib sekarang yaitu sama-sama kehilangan kasih sayang dari sosok seorang Ibu. Aku mengerti betul bagimana perasaannya dan dia pun mengerti diriku dengan baik. Oleh karena itu, melihatku datang dia terlihat lebih baik.


“Eh, Elina! Kamu sudah datang rupanya? Gimana keadaan di sekolah? Apakah ada tugas lagi hari ini?” dia selalu seperti ini meski sakit tetap pelajaran lebih penting buatnya. Oleh karena itu pula setiap hari aku harus berjuang mengrjakan dua tugas sekaligus. Sebab, meski tidak datng ke sekolah ajaibnya tugas-tugasnya tetap ada. Yah, begitulah dia!


“Iya, ada matematika! Tapi, sayang aku pun tidak mengerti apa yang dijelaskan tadi. Jadinya tidak bisa mengerjakannya.. gimana dong?” jawabku “Oh ya, nanti Andi dan Arya akan datang bolehkan?” Tanyaku lanjut. Yup, semenjak kehilangan ibunya dan kini sakit-sakitan. Akulah yang merawatnya. Sebab, Ayahnya sedang


berada di luar kota ada masalah keluarga begitulah jawabannya saat kutanyakan dimana Ayah dan Adiknya Si kecil Nisa yang kini di titip di rumah neneknya. Sebab, tidak mungkin dia mampu merawatnya dalam kondisi seperti ini. Jadi, memang itu adalah keputusan yang tepat untuk Nisa ikut ke rumah kediaman nenek Alisa.


“Oh tentu saja boleh!” jawabnya singkat dan bernada sendu kudengar.


“Tok-Tok-Tok..” terdengar suara ketukan pintu di luar. Aku segera berlari menuju sumber bunyi


tersebut.


“Tunggu sebentar!” “Eh kalian sudah datang! Panjang umur, baru saja kami mebicarakan kedatangan kalian. Ayo masuk!” sambungku kemudian.

__ADS_1


“Iya nih, kangen banget sama Alisa-ku dimana dia? Aku ingin segera melepas kerinduanku pada kekasihku yang satu ini!” kata-katanya yang entah dipungutnya dari jalan mana anak ini.


“Andi-Andi” aku menggelengkan kepalaku menyaksikan tingkahnya.


“Iya-iya tahu deh yang lagi kangen berat ma Si pujaan hati..!!” sambungku lagi.


“Hem-ehem. Jadi, aku gimana dong.? Betapa kasiannya hidupku ini. Tidak ada yang perduli bahkan sang kekasih pun acuh!”


“Aduh jadi ada yang tercederai nih.. Hehe maaf ya sayang, sini! Ayo masuk!” kataku sambil merangkulnya dengan manja.


“Sayang! Kenapa kamu keluar kamar, bukankah kau sakit?” katanya dengan lembut.


“Kalian tunggu sebentar, aku masuk ambil minum dulu!” kataku berlalu menuju dapur


“Iya. Tapi, jangan lama-lama yah! Aku pun ingin melepas rindu padamu!” senyum Arya entah kenapa selalu ampuh membuat hatiku bergetar. Aku bahagia menyaksikan ke-iri-annya pada Andi.

__ADS_1


“Iya-iya sayangku!” jawabku segera meraihnya.


keheningan malam kami berempat duduk sambil berbincang-bincang. Pada satu titik dimana terjadi kesunyian yang terjadi karena kami sama-sama terdiam sejenak hingga suasana semakin senyap.


“Aku sudah putuskan untuk berhenti bersekolah”. Tiba-tiba Alisa memecah sunyi dengan pernyataan yang mengejutkan, yang kemudian memunculkan berbagai pertanyaan.


“Tapi, kenapa?”


“Apa alasanmu berhenti secara tiba-tiba seperti ini?”


“Apakah ada masalah? Jika ada ceritakan pada kami, sempat kami bisa membantu!” timpal Arya pula


 .


note: Maaf untuk typonya yang keterlaluan banyaknya

__ADS_1


__ADS_2