I Love but You Go

I Love but You Go
Episode 15 Lulus sekolah


__ADS_3

Masih dalam kondisi panik. Andi dan keluarganya harap-harap cemas pada kondisi Ibunya yang jatuh pingsan sebelumnya.


“Maaf, dengan keluarga ibu Amelia?”


“Iya, kami semua keluarganya Dok!”


“Baiklah, sekarang kalian semua bisa menjenguknya. Tapi, ingat jangan membuat beliau stress atau pun naik tensi lagi. Sebab, itu bisa jantungnya kumat lagi.” Jelas pak dokter yang terlihat masih sangat mudah tapi telaten dalam melayani pasiennya. Segera kami memasuki ruangan, dan disana sudah terbaring ibu Amelia dengan lemah di pembaringannya, beliau tidak dapat banyak bergerak.


“Andi! Sekali lagi mama minta sama kamu jangan berhubungan dengan gadis itu lagi yah Nak! Kamu berhak mendapat yang lebih baik dari dia.”


“Mama, Andi minta maaf sebelumnya. Tapi, Andi benar-benar tidak bisa, Alisa adalah yang terbaik buat Andi.”


“Aduh, jantungku! Baiklah jika memang itu kemauanmu. Biarkan saja mama mati sekarang, jangan anggap aku mamamu lagi!”


“Ayolah, jangan seperti ini, ku sayang mama, aku tidak ingin kehilangan mama. Ok! Baiklah Andi akan melakukan semua yang mama katakan. Jika memang itu yang mama inginkan akan ku turuti kemauanmu itu Ma”

__ADS_1


“Pilihan yang tepat … Mama juga amat sangat menayangimu Ndi!”


*************


Akhirnya waktu pengumuman pun tiba. Rasa syukur tiada terkira ku haturka padamu ya Rabb, mendengar namaku disebut sebagai salah satu siswa yang lulus dengan nilai yang baik tahun ini. Kebahagiaanku bertambah mendengar bahwa Arya pun lulus juga. Namun, sayangnya kami tidak dapat berpuas diri karena ternyata Andi harus menangis sedih meratapi ketidaklulusannya, sementara yang lain menangis bahagia dan siap dengan seabrek rencana yang telah mereka susun dengan apik menyambut masa depan mereka mempersiapkan diri untuk melanjutkan study ke perguruan tinggi.


Aku mencoba meyakinkan hatiku bahwa Andi akan baik-baik saja. Dia kan anak orang kaya sangat mungkin baginya untuk di pindahkan atau mungkin di homeschooling seperti yang di inginkan oleh ibunya sejak awal. Namun, selalu di acuh kan oleh Andi yang lebih memilih sekolah umum, alasannya sih karena dapat memiliki banyak teman dan lebih bisa bersosialisasi langsung di lingkungan luar.


Kemudian, beberapa waktu berlalu. Aku mendengar kabar burung bahwa Andi akan dikirim ke luar negeri untuk melanjutkan studinya.


“Apa itu benar? Kabar yang mengatakan bahwa kamu akan pergi ke luar negeri?”


“Cuma refreshing toh!”


“Iya, lagipula aku butuh waktu untuk menyendiri, menghilangkan sejenak kepenatan batin yang membuntutiku setiap hari”

__ADS_1


“Lalu, masalah ini sudah kau bicarakan dengan Alisa?”


“Tentu … dia memang perempuan terbaik yang pernah ku kenal. Meski ku tahu dia pasti kecewa karena kami tidak direstui. Tapi, sebagai sahabat dia betul-betul sangat pengertian. Justru dia mendukung 100% setiap langkah yang aku ambil, jika memang itu jalan  terbaik untuk kami berdua.”


“Yah, itulah dia selalu ingin membahagiakan orang lain. Meski pada kenyataannya dia harus hancur dibelakang, sendiri tanpa ada yang tahu!”


“Atas dasar itulah mengapa aku sangat mencintainya!”


“Sudah-sudah jangan dibahas, nanti kita mewek-mewekan lagi. By the way kapan-kapan kamu kasi kabar yah dan tempatku selalu terbuka untukmu”


“Ok boss!”


Teringat kembali percakapanku dengan Andi , ketika kami sedang berkemas-kemas. Yah, daripada bête di rumah, apalagi Arya sedang pergi ke kediaman neneknya bareng sama keluarga besar sih katanya! Mungkin dia memang lagi ada acara kali. Pada akhirnya semua hanya akan jadi kenangan!


**************

__ADS_1


Note: Masa putih Abu-abu akan selalu menjadi salah satu masa oaling manis dalam hidup. Seru-seruan sama teman-teman. Ajang pertama kali mengenal cinta-cintaan. Juga mulai memutuskan masa depan yang akan di pilih. Apakah akan melanjutkan pendidikan, mencari kerja, atau menikah saja.


To be Continue


__ADS_2