I Love but You Go

I Love but You Go
Episode 22 Tolong, jangan lagi


__ADS_3

“Stam tadam, is fo mi sora … stam tam tada stara fo mi sora … stami so ra …” kurang lebih seperti itulah bunyi nada dering handphone-nya yang membuatku kaget.


“Halo …! Siapa?”


“Halo! Ehmm sudah lupa padaku. Tapi, bagaimana bisa, adakah orang lain yang telah menyusup masuk dalam hatimu. Kurasa tidak! Karena aku sang pemegang kunci. Apa kabar sayang? Aku benar-benar hampir gila karena merindukanmu. Maaf karena baru menelpon sekarang dan menggunakan nomer teman soalnya HP-ku lobet.” Katanya panjang lebar yang membuatku sedikit terkejut mendengar semua penjelasannya.


“Iya, tidak apa kok! Yang penting kamu masih ingat untuk menghubungi si pemilik hati. Aku juga kangen sama kamu! Pengen deh kamu ada di dekatku sekarang.” Goda nya dengan wajah merona karena malu pada diri sendiri.


“Tenang saja itu akan segera tekabul karena aku akan kembali besok siang. Jadi bersabarlah sedikit lagi!”


“Sumpah demi apa? Kamu serius? Ah pasti cuma bercanda kan!”


“Aku serius demi cintak tulusku untukmu. Apa itu masih kurang!”


“Benarkah? Kok bisa sih?”


“Iya serius dong, kapan sih aku pernah bohong padamu?” katanya yang jika ku ingat-ingat, memang benar dia hampir tidak pernah bohong kecuali saat dia pura-pura pingsan untuk mengatasi kejengkelan ku waktu itu.


“Iya percaya deh! Tapi kenapa bisa?”


“Aku ada beberapa berkas yang harus di urus di sana. Engga lama sih paling hanya sepekan tapi yang terpenting karena aku kangen berat sama kamu tahu, aku hampir gila memikirkanmu terus. Jadi, ku putuskan untuk balik. Kenapa apa kamu ngga suka?.”

__ADS_1


“Ah, …Tentu saja aku senang, terima kasih yank. Aku tidak sabar kamu datang” Jawabnya sembari berjingkrak-jingkrak kegirangan


“aku juga tidak sabar untuk segera berjumpa dengan pujaan hatiku. Eh, maaf sepertinya kita tidak bisa lama-lama karena handphonenya hampir mati. Sudah yah, love you!”.


“Iya-iya, besok aku jemput yah! Love you too honey!”


“Assalamu’alaikum”


“Wa’alaikum salam … …Tut-tut-tut” sambungan berakhir, ada rasa kecewa, tidak percaya, bahagia,bingung semuanya bercampur jadi satu. Yah, aku merasa bahagia meski dia belum berada tepat di dekatku. Namun, hanya mendengar rencananya untuk pulang sudah membuatku berbahagia.


Malam ini terasa sangat lama, detak suara jam terhitung setiap detik hingga waktu berjalan begitu lambat. Aku tidak dapat memejamkan mata meski telah ku coba berkali-kali tetapi yang terjadi hanya bayangan Arya yang melayang-layang di setiap sudut kamar, setiap sudut yang tertuju oleh mataku selalu ada sosoknya. Oh tuhan terima kasih untuk kesempatan yang kau berikan padaku. Untuk sesaat aku merasa penantian ini akan segera terobati lewat kehadirannya. Jadi tidak sabar!


 ******************


“Stam tadam, is fo mi sora … stam tam tada stara fo mi sora … stami so ra …”


“Halo, iya kamu dimana sekarang?”


“Halo! Ini aku Evi bukan Arya”


“Oh kamu? Maaf aku kira Arya.! Sebab,aku tengah menunggu telponnya sekarang”

__ADS_1


“Iya-iya, tahu deh yang mau ketemuan sama si pemilik hati. Eh, hampir lupa kalo enggak salah sih tadi aku lihat di televisi ada berita kecelakaan gitu!”


“Oh ya, tapi biarin aja deh! Aku lagi tidak mood buat bahas tentang berita hari ini. Kan mau ke bandara jemput Arya.!”


“Nah, justru karena itu! Kecelakaan yang aku maksud itu adalah kecelakaan pesawat jatuh. Aku tidak tahu pasti tapi kalau seperti yang kamu katakana kemarin kalau Arya akan siang ini. Itu sama persis dengan waktu yang di perkirakan kapal itu landas”


“Jadi, kamu curiga itu pesawat yang di tumpangi Arya! Ah tidak mungkin, bisa saja kan, pesawat lain yang kebetulan waktu tibanya sama.”


“Iya juga sih, tapi masalahnya kabarnya pesawat ini mengangkut beberapa mahasiswa-mahasiswa asal indonesia  gitu. Dan yang lebih meyakinkan aku karena travel pesawatya Harbour-Jakarta. Tapi,semoga Arya tidak disitu.”


“Apa … kamu bilang apa tadi. Ah, masa sih, jangan menakut-nakutiku gitu  dong! Jadi parno nih.”


“Serius, lihat sendiri deh nanti beritanya!”


“Iya, awas yah kalau kamu bercanda. Sumpah ini enggak lucu sama sekali”


“Ya enggak mungkinlah aku bercanda lagian buat apa juga. Sekarang coba nyalain TV…Tuh liat sendiri!”


“Ok … ok. Kuharap dia tidak disana. Tuhan aku mohon selamatkan dia dimana pun dia berada.”


Hampir di semua siaran televisi menyiarkan tentang kecelakaan tersebut. Melalui breaking news aku mengetahui bahwa memang benar Arya menjadi salah satu korban dari kecelakaan tragis yang menenggelamkan sebuah pesawat yang mendarat tepat di tengah laut, mungkin seperti maut arus laut segitiga Bermuda. Saat itu pula aku

__ADS_1


merasa tidak sanggup melanjutkan hariku. Terlebih ketika mengetahui bahwa hingga detik ini jasadnya belum jua ditemukan. Aku tidak tahu apa yang salah pada diriku, mengapa hidupku seperti ini, setiap orang yang ku sayang mendapat masalah dan sekarang Arya pergi  meninggalkanku. Dia mungkin telah bersemayam di dasar samudra terdalam dan membawa cintaku bersamanya. Aku kehilangan rasa, semuanya terasa gelap dan aku tak tahu lagi.


***************


__ADS_2