Ibu Dari Anankku

Ibu Dari Anankku
Pengakuaan Sinaga


__ADS_3

18+ Istri Gelap #36


Oleh Sept


"Siapa yang datang, Pa?" Nyonya Surya muncul dari dalam rumah. "Apa yang terjadi Sierra?" Nyonya Surya langsung menarik tangan putrinya yang memeluk Tuan Surya.


Dilihatnya mata Sierra yang sudah sembab. "Jangan bilang ini karena wanita murahan itu?" Mata Nyonya Surya sudah mau keluar. Wajahnya mengeras, sepertinya ia sudah siap ingin menelan Moza bulat-bulat.


Sierra sendiri langsung memeluk tubuh mamanya, ia mengadu pada orang tuanya.


"Pa! Ini gak bisa dibiarkan! Panggil Naga secepatnya! Enak saja keluarga Surya dibuat main-main. Tunggu saja, bakal Mama labrak wanita itu," ujar Nyonya Surya berapi-api.


"Jangan pernah kotori tangan kalian! Aku pastikan Naga akan didepak besok pagi!" Mata Tuan Surya menatap tajam pada halaman rumah yang terang benderang karena lampu taman.


"Ayo masuk!" sambung Tuan Surya.


Di dalam kamar, di kediaman keluarga Surya. Nampak Sierra sudah tertidur. Nyonya Surya menyelimuti putrinya. Hatinya miris, wanita secantik putrinya mengapa kisah cintanya tak semulus jalan tol. Kurang apa si Sierra, anak itu bahkan memiliki jiwa penyanyang, batin Nyonya Surya.


Di ruang tamu, Tuan Surya sedang menghubungi semua orang-orang yang bisa ia pengaruhi untuk menjatuhkan Naga. Rencana jahat bin busuk pun sudah disiapkan. Tinggal menunggu matahari terbit, Tuan Surya akan mengoyang Sanrio Group dengan sekali perintah.


Naga sendiri diam terpaku, ia sedang mencari Sierra yang kabur. Berkali-kali sudah menghubungi ponsel istri pertamanya itu. Tapi tidak diangkat, pesan singkat pun tak dibaca. Naga khawatir, nanti hal buruk terjadi. Karena Sierra mengendara dengan pikiran yang kalut.


Pria itu kini memarkir mobilnya di tepi jalan, merenungi semua kisah hidupnya. Terlihat sekali bahwa ada beban berat pada pundak pria tersebut.


Bercerai berarti memecah Sanrio, itu artinya ia harus meyakinkan bahwa para dewan direksi tidak terpengaruh atas perceraian yang akan terjadi.


Naga pun harap-harap cemas, mengusap wajahnya dengan kasar. Barangkali ini adalah awal mula hancurnya Sanrio selama dalam pimpinannya.


Di rumah baru Moza, wanita itu sejak tadi mondar-mandir. Mengintip jendela, mengapa Naga belum pulang? Apa sesuatu yang buruk terjadi lagi?

__ADS_1


Perasaan Moza tidak tenang, ia hanya berjalan ke sana ke mari mirip setrikaan. Moza baru berhenti merasa cemas, tak kala terdengar suara mobil berhenti. Pasti Naga! pikir Moza. Ia pun langsung membuka pintu, dilihatnya wajah kusut Naga yang keluar dari mobil.


"Apa sesuatu yang buruk terjadi?" tanya Moza saat menyambut kedatangan Naga.


Naga mengeleng, namun kemudian mendekati Moza. Memeluk wanita itu, Naga butuh energi. Ia merasa sudah sangat lowbat.


"Maafkan aku!" bisik Moza, ia merasa semua masalah yang menimpa Naga pasti bersumber darinya.


"Jangan minta maaf padaku, tidak ada yang perlu dimaafkan! Ayo masuk!" Naga ingin menenangkan Moza, meskipun ia sendiri juga butuh ditenangkan.


Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah, rumah baru bergaya Eropa. Semoga mereka awet di sana. Sebab masalah sudah siap menghantam keluarga kecil Sinaga.


Pagi hari, kekacauan sudah terjadi di Sanrio Group. Tiba-tiba perusahaan diaudit, banyak pria berpakaian rapi mengambil banyak berkas dari perusahaan Sanrio. Isu pengelapan pajak dan penyalagunaan dana perusahaan sedang berhembus kencang. Satu-satunya orang yang bertanggung jawab adalah Sinaga Putra Sanrio Group.


"Bagaimana hal ini bisa terjadi?" Mateo nampak marah menatap Naga yang akan dibawa oleh pria-pria berseragam rapi tersebut.


"Hubungi kuasa hukum Sanrio! Ini jebakan!"


"Maaf, kalian bisa lanjutkan pembicaraan nanti!" sela petugas yang membawa Naga berjalan keluar dari kantor.


Para karyawan menantap nanar pada bos mereka, mengapa hal ini bisa terjadi? Ini pasti salah. Karena bos mereka adalah orang yang lurus. Beda lagi pada saat kepemimpinan Tuan Taka, Ayah Naga. Pria itu memang hanya bisa menghabiskan dana perusahaan.


Ruang introgasi.


"Saya tidak mau menjawab! Biarkan kuasa hukum saya yang bicara!" tegas Naga ketika ia diberondong banyak pertanyaan.


"Baik, itu hak anda!"


Mereka pun meninggalkan Naga sendirian. Naga menghela napas dalam-dalam, ini pasti Sierra. Tapi bukan Sierra seutuhnya, mungkin Tuan Surya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian.


Tuan Taka datang dengan gusar, ia mengebrak meja dengan kasar. "Apa yang kalian lakukan pada putraku!" Pria tua itu menyalak marah kepada para petugas.


"Aku yang menjamin! Lepaskan dia sekarang!" Sorot matanya menatap tajam para pria-pria yang berdiri di depannya. Dunia hitam, dunia main-main, manipulasi data, manipulasi kasus, membungkam semua media adalah makanan biasa bagi Tuan Taka.


Oke dia adalah laki-laki tua yang tak tahu umur, images gelap sudah terstempel di dahinya. Tapi tidak dengan Naga, putra satu-satunya itu tidak sepatutnya diperlakukan bagai tahanan yang hina. Marah, Tuan Taka akan membalas semuanya. Ia tahu betul dalang semua ini. Siapa lagi kalau bukan Tuan Surya. Mulai dari sini teman pun berubah jadi lawan.


Menit berikutnya, Naga sudah keluar dari ruang introgasi.


"Apa yang kau lakukan pada putrinya?" sentak Tuan Taka marah. Karena putranya sudah menyulut api kemarahan dari besannya itu.


"Naga akan menceraikan Sierra!"


"Beraninya kauuuu!" teriak Tuan Taka.


Naga memalingkan wajah. Malas, menatap Tuan Taka yang sok benar sendiri.


"Naga sudah menikah lagi!"


Seketika itu Tuan Taka memegangi dadanya, jantungnya hampir copot. Nekat benar putranya itu. Berani menduakan putri satu-satunya Tuan Surya, benar-benar mengali kubur sendiri.


"Papa gila wanita, tapi tidak segila kamu!" maki Tuan Surya.


"Naga bahkan sudah memiliki anak!"


Deg


Barangkali Tuan Taka sebentar lagi dibawa ke UGD karena serangan jantung. Bersambung. Wkwkwkwk

__ADS_1


Yuk yang belum kenal, kenalan sama penulis Rahim Bayaran, Istri Gelap. Lewat Instagram : Sept_September2020


__ADS_2