
Namaku Isyara Dwira aku merupakan anak pertama dari pemilik usaha Dwira yang cukup terkenal di kota ini.
Dwira Aksara adalah nama papaku dan Melinda Iranika Dwira adalah mama ku aku mempunyai seorang adek perempuan namanya Kei Dwira yang saat ini duduk di kelas 2 SMP.
ketika aku turun dari tangga semua orang telah berkumpul dengan heran aku bertanya-tanya ada apa ini.
"pagi ma"kataku dengan senyuman
"pagi sayang"balas mama dengan senyuman tipis.
dama benaku ada apa pagi pagi meeka semua tersenyum senyum tanpa berbata bata aku langsung bertanya.
"Pa,memang ada acara apa? "tanya ku dengan penasaran
"Ra, ini adalah hari perjodohanmu"jawab papa dengan senyuman tipis
__ADS_1
aku yang mendengarkan kata kata itu bertanya tanya sejak kapan aku mau dijodohkan dan tidak ada satupun yang mengatakannya kepadaku gumamku dalam hati dengan penuh kekesalan.
"Ra, maafin mama ya"kata mama dengan rasa bersalah
"untuk apa ma"jawabku dengan nada kesal
mama langsung berdiri dan mendekatiku dan membelai rambutku sambi membisikkan
"Ra,mama pengen kamu nikah teman teman semua udah pada nikah"kata mama dengan senyuman
tidak lama kemudian tiba tiba suara mobil terdengar dari arah pintu gerbang dengan cepat papa dan mama menyambut tamu yang di tunggu tunggu iya mereka adalah keluarga Abizar keluarga yang berhubungan dekat dengan perusahaan kami
"hallo, merin"ucap seorang wanita yang sudah kuanggap seperti mama sendiri yaitu tante Henita Abizar yang biasa kupanggil tante heni
"hai... heni, senang bertemu dengan mu"jawab mama sambil berpelukan seperti melepaskan rindu
__ADS_1
para keluarga Dwira dan Abizar sudah berbincang bincang aku hanya terdiam saja aku merasa tidak bisa berbuat apa apa dan menolak karna hubungan keluarga kami sungguh sangatlah akrab.
tidak lama kemuadian terdengar olehku suara yang memanggil namaku "Ara" kata tante heni dengan senyuman "iya tante"jawabku dengan senyuman dan melangkahkan kakiku untuk mendekati tante heni.
"Ra, sekarang kmu sudah cukup dewasa"ucap tante heni sambil membelai rambutku dengan kehangatan.
aku hanya tersenyum tipis
"Ra, kamu maukan menerima perjodohan ini?" ucap tante heni lagi dengan nada penuh tanda tanya.
sekilas aku menatap mama dan mama sepertinya memberikan kode agar aku setuju
aku tidak tau berbuat apalagi aku tidak bisa mengelak dari permintaan mama
"iya, tante"jawab ku dengan lembut namun dalam hatiku aku sangatlah sedih
__ADS_1