Ikatan Cinta

Ikatan Cinta
pernikahan


__ADS_3

sinar matahari mulai datang.disitu aku terbangun dan melihat tempat tidurku yang sudah di dekorasi tanpa sepengetahuanku.


"pagi sayang"terdengar suara mama dengan senyuman tipis


"pagi Ma"kata ku dengan senyum tipis.


mama datang mendekatiku dan memelukku dengan etat kenapa tidak karna ini adalah hari pernikahan ku dengan Radit.


"Ra.. mama harap kamu akan menjadi seorang istri yang patuh terhadap suamimu"kata mama sambil meneteskan air mata.


aku hanya menghapus air mata mama dan menjawab dengan senyuman lebar.


mama hanya mencimun keningku dan mengakatakan"Ra..kamu cepat berdandan sebentar lagi keluarga Abizar akan datang"kata mama dengan senyuman.


Aku hanya menjawab dengan senyuman tipis.


****


setelah selesai berdandan aku hanya melihat diriku de depan kaca dan mengatakan dalam benaku apakah mungkin aku bisa menjalin rumah tangga tanpa cinta kata kata yang selalu muncul dalam benaku.


Kei tiba tiba datang tanpa kusadari dia telah memelukku dan berkata"Kak Ara nanti jangan lupain Kei"dengan nada menangis.


aku hanya menghapus air mata adek itu dengan membisikkan "Kakak ngk kan pernah lupa sama Kei"jawabku dengan senyuman.


Kei menghapus air matanya dan memberi senyuman kepadaku serta berkata"ayuk kak kita turun semua orang sudah menantimu"sahut Kei dengan nada halus.

__ADS_1


aku hanya membalas dengan senyuman tipis


****


tidak lama kemudian Radit sudah tiba dan Akad Pernikahan segera dimulai cukup dibilang sederhana hanya keluarga Abizar&Dwira yang hadir serta para sahabat ku dan sahabat Radit.


"Ra... "panggil Radit. aku menoleh."Lo udah siapkana?? ".


aku hanya tersenyum lebar, lalu berkata"iya,aku siapkok"balas ku terhadap Radit.


****


setelah persiapan dan penentuan yang membuat kuragu dalam mengambil keputusan perjodohan ini kina Aku dan Radit resmi menjadi suami dan istri.


keluarga Abizar dan Dwira kini telah berkumpul dan sulit rasanya kini aku harus pergi dari keluar Dwira.


"Ra.. sekarang kamu sudah jadi keluarga Abizar"ucap tante heni dengan senyuman


"iya,tante"jawabku dengan pelan.


tante heni menghampiri ku dan berkata"sekarang jangan panggil aku tante panggil saja Mama"ujar tante heni dengan senyuman.


"iya, Ma"kataku dengan senyuman.


Mama heni menyuruhku untuk istirahat dan menunjukkan tempat tidur Radit.

__ADS_1


"Sekarang kamu tidur disini anggap lah ini seperti istanamu"kata mama heni dengan lembit.


aku hanya membalas dengan senyuman.


lalu mama heni pergi meninggalkan ku


****


Malam tiba aku hanya termenung melihat bintang dari jendela.


"Ngapain kamu lihat bintang itu? "tanya Radit, membuat ku terkejut.


"ngk ada, aku cumq bosan di kamar mu yang kayak petir ini"ucapku dengan spontan.


Radit tertawa, "Jelaslah, cewek pemarah kayak lo ngk kan sanggup sama gue. "sindir Radit.


"Hmm, jadi selama ini aku pemarah gitu emang situnya selama ini kayak mana? "ejek ku, membuat Radit tertawa.


"Mau nanyain soal ketempanan atau sifat gue? "tanya Radit dengan jengkel.


aku hanya melotot mendengar pertanyaan Radit. "Hekk emang sifat kamu kayak mana?"


ucapku dengan cuek.


Radit membisikkan kata ketelingaku"Haumm kalau sama lo sifat gue ma ngk beda jauh judes"ucap Radit dengan jengkel.

__ADS_1


Aku hanya mengangguk"kamu tu ngeselin ya Dit"ucapku


tanpa menjawab Radit hanya cuek.


__ADS_2