Ikatan Cinta

Ikatan Cinta
pertemuan


__ADS_3

tidak lama kemudian datang seorang laki laki dari depan pintu yang memakain jas hitan disertai kameja putih didalamnya dengan gagah, tampan, dan tinggi ia dia adalah Raditia Abizar lelaki yang ingin dijodohkan denganku.


"hallo tante, paman apa kabar"katanya dalam nada santai dan senyuman tipis


"baik nak"jawab papa


Radit langsung duduk di sebelahku dia adalah cowok yang paling jahil di dunia menurutku namu kata kata cuek nya itu semakin membuat aku kesal jika berada di dekat nya


"hei,nenek sihir apa kabarmu"kata radit dengan jengkel.


aku hanya terdiam dan melotot kepadanya namu dalam hatiku itu adalah suatu hal yang konyol yang pernah aku lakukan.


***


entah darimana tingkah koyol radit mulai bangkit kembali dia melakukan yang seharusnya tidak dia lakukan


"Kei,, sini"katanya terhadap adek perempuan ku mereka memang sangat akrab tidak seperti ku dengan radit yang tiap hari berantan.


"iya kak dit"jawab Kei dengan nada gembira


entah apa yang mereka bisik bisikkan radit memang seperti itu membuat orang penasaran aja setelah melihat mereka selesai berbisik bisik Kei pun senyum senyum sendiri seperti orang konyol.

__ADS_1


apa yang mereka rencanakan, gumamku dalam hati.


tiba tiba tante Heni memanggilku dan Radit dan mempersatukan tangan kami dang mengucapkan sebuah kata yang rasanya sulit untuk dilakukan yaitu "hanya kalian yang bisa mengikat hubungan ini dengan erat"sahut tante Heni dengan ekspresi memohon.


aku hanya terdiam begitu juga dengan Radit


kami akhirnya bertatapan dan kami merasa tidak tega menolaknya dan akhirnya kamipun menyetujuinya.


****


Radit Pov


untuk meyakinkan keputusan ku aku rasa aku harus menelpon Ara dan membicarakan ini dengan empat mata.


sambil melangkahkan kakiku kedepan jendela menikmati indah nya pemandangan malam aku mencoba menghubungi Ara.


"iya halo,Dit?" suara cuek Ara terdengar ditelingaku.


"lo yakin makin nikah sama gue? udah yakin ngk?" tanyaku pasa Ara.


"idihh, gue sebenarnya ngk percaya amat sih tapi demi keluarga gue mau lakuin semua itu"

__ADS_1


Aku tersenyum mendengar jawaban kasar dari cewek yang tidak asing lagi bagiku.


"Ok. sekarang lo otw ketempat taman yang dekat rumah lo"


tanpa basa basi Ara memutuskan telponnya aku hanya membuang napas setinggi mungkin karna Ara bisa dibilang lebih dingin daripada sifat ku.


setelah Ara sampai ketempat yang kukatakan aku langsung mengajukan pertanyaan kepadanya.


"Gue masih ngk percaya gadis se judes lo mau nikah sama gue"tanya ku pada Ara


"ya udah kalau lo ngk mau kita batalin aja"jawab spontan dari Ara


mendengar jawabannya aku hanya bisa berkata awas aja lo kalau udah jadi istri gue gue apekin dengan sifat judes gue yang ngk kalah sadis dari lo gumamku dalam hati


****


setelah itu,Radit hanya terdiam dan memandang wanita yang didepannya tanpa mengalihkan ketempat lain.


Ara yang bertanya tanya dalam hatinya ada apa dengan Radit pun langsung menepuk tangannya ke depan mata Radit sambil mengatakan"kamu dirasuki apa sampe sampe ngk ngalihin perhatian lo dari gue"tanya Ara dengan nada tertawa.


Radit cuma menjawab kata "Oh"simpel namun menyakitkan bagi Ara.

__ADS_1


__ADS_2