
Setelah sampai dirumah aku langsung duduk di sebuah sofa berwarna putih dan menghidupkan televisi di depan sofa.
"Ra.. udah pulang"panggil mama heni.
"Mama..udah ma,Mama maafin Ara ya soalnya tadi belum sempat mintak izin sama mama mau keluar barang Radit"ucapku sambil menundukkan kepala ke bawah.
Mama hanya tersenyum dan mengehelai rambutku seraya berkata"Ngak papa sayang, tadi Radit udah mintak izin kok sama mama"kata mama dengan lembut.
Aku dan Mama heni cukup terbilang akrab aku sering meminta pelukan kepada Mama heni seperti memeluk Mama ku sendiri.
"Ma.. Ara boleh mintak sesuatu ngak? "kata ku kepada mama heni.
"Boleh sayang, apa itu? "jawab mama dengan senyuman.
"Ma.. Ara rindu dengan pelukan Mama bolehkan kalau Ara memeluk mama?"ucapku dengan malu malu.
Mama tanpa menjawab pertanyaan ku lalu memelukku dengan kehangatan kasih seorang mama lalau mama membisikkan ke telinga ku"Ara kalau ingin meluk mama ngk usah mintak izin mama pasti senang bisa meluk Ara"kata mama lagi.
__ADS_1
"Makasih Ma"ucapku dengan tangisan.
Mama Heni yang mendengar tangisan ku lalu melepaskan pelukannya dan melihat air mata yang membasahi pipiku"Lo kok Ara nangis? "ucap mama Heni sambil menghapus air mataku.
"Ma... Ara beruntung punya mama mertua seperti mama yang sayang sama Ara"ucapku lagi sambil memeluk mama Heni kembali.
"Mama juga beruntung punya Ara kok"kata mama Heni serta mempererat pelukanku.
Tiba tiba Radit datang Disaat suasana yang tidak ingin aku lepas.
"Ehemmm.... Ada apa ini? "ucap Radit.
"Udah udah jangan berdebat"ujar Mama heni serta tertawa.
"iya ni ma, kan aku masih pengen meluk mama ngak kayak Radit ngak pernah meluangkan harinya untuk mama jangan jangan Radit ngak sayang sama mama"ucapku dengan sindirin terhadap Radit.
"ihh enak aja lo bicara gue sayang lah sama mama"ucap Radit sambil memeluk mam.
__ADS_1
Kejadian itu menjadi sangat harmonis mama hanya tersenyum dam memeluk kami berdua seraya berkata"Kalian berdua adalah kesayangan mam, Radit juga ngak boleh kasar sama istrinya"ucap mama aku dan mama hanya tertawa melihat Radit .
"Istri yang pemalas, bawel, ngk cantik juga untuk apa di sayang"kata Radit dengan spontan.
Aku hanya kesal dengan jawaban Radit dan Raut kesal ku terlihat oleh Radit dan Mama mereka hanya tertawa.
****
Suara ketukan terdengar dari pintu kamar "siapa itu??" ucapku dari dalam namun tidak ada suara aku langsung keluar namun tidak ada satu orangpun hanya ada sebuah surat dan tertulis.
sekarang kamu bukak lemari pakaian dan disitu ada kotak terus kamu pakai hadiahnya aku tunggu di taman belakang.
~Radit~
Aku hanya mengikuti perintah dari Radit ketika aku menemukan kotak yang dimaksud Radit dan melihat apa hadiah nya ternyata melebihi dari yang aku pikirkan hadiah yang sangat mahal dan tidak pernah aku duga yaitu sebuah kalung berlian dan gaun mewah.
"jadi ini hadiah yang dimaksud Radit" gumamku dalam hati.
__ADS_1
Tapi hal apa lagi yang ia berikan ketika ia menyuruhku ke taman belakang?.entah apa yang ia lakukan aku hanya menjalankan perintah nya dan segera memakai hadiah yang ia berikan.