
"Rina. Dengarkan aku. Aku gakkan basa-basi lagi." Ais kembali merubah raut wajahnya.
"Aku gak mau pindah. Sebaiknya kamu cari tempat duduk lain. Kalo kamu masih mau di sini, ambil meja dan kursi sendiri. Jangan rebut milik orang lain." ucap Ais.
Rina menatap Ais dengan tatapan tak suka.
"Gue tau kenapa lo mau duduk di situ. Lo duduk di situ supaya bisa terus liat ustadz Yusuf kan?" tebak Rina.
"Kalo iya kenapa? Masalah buat kamu? Lagian ustadz Yusuf itu suami aku. Aku ga akan dosa jika terus menatap suami aku. Beda halnya dengan kamu. Kamu bakalan dapet dosa kalo terus liatin ustadz Yusuf. Apalagi dia itu udah jadi suami orang."
Rina menahan kekesalannya. Tanpa membalas Ais pagi, Rina pergi meninggalkan Ais. Ais menatap Rina dengan jengkel. Sudah ada dua orang yang tidak dia sukai di pesantren. Dan mereka terlihat sangat mirip.
Ais dan yang lainnya kembali duduk. Tunggu. Ais seperti menyadari sesuatu. Reni, Rina. Apa mereka bersaudara? Atau ini hanya kebetulan saja? Pikir Ais.
"Ukhti hebat lah. Selama ini tidak ada yang berani melawan Rina." puji Silvi.
"Iya ukhti. Sekarang dia tidak bisa berkata-kata lagi." timpal Cica.
Kia terus melihat Ais. Dia ingin memastikan suasana hati Ais.
"Kak Ais gak papa?" tanya Kia.
Ais menggelengkan kepalanya. Raut wajah Ais bingung.
"Kia, apa ustadzah Reni punya saudara?" tanya Ais.
"Rina itu adiknya ukhti." jawab Silvi.
Benar dugaanku. Batin Ais.
"Pantas saja sikapnya tidak asing." gumam Ais.
__ADS_1
Bel sudah berbunyi. Pembelajaran sudah di mulai. Hari ini kelas Ais akan belajar bahasa Inggris. Minggu kemarin kelas Ais tidak belajar bahasa Inggris karna gurunya berhalangan hadir.
Ais melihat ustadzah Reni masuk ke dalam kelas. Ais menduga kalo ustadzah Reni adalah guru bahasa Inggris mereka.
"Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.." ustadzah Reni membuka suara dengan mengucapkan salam.
"Wa'alaikumsalam Warahmatullaahi Wabarakaatuh.." jawab semua santriwati.
"Perkenalkan saya ustadzah Reni. Saya adalah guru bahasa Inggris kalian. Saya minta maaf karna minggu kemarin saya tidak bisa mengajar."
Semua santriwati diam dan mendengarkan.
"Kalian mendapat teman baru di sini. Apa kalian sudah berkenalan?" tanya ustadzah Reni.
"Sudah ustadzah.." jawab semua santriwati.
"How about we get to know each other again? (Bagaimana kalau kita berkenalan lagi?)" usul ustadzah Reni. "you agree? (Kalian setuju?)"
Ais tau ustadzah Reni pasti mempunyai maksud tersembunyi.
"Aisha please come forward and introduce yourself. (Aisha tolong maju dan perkenalkan dirimu)." pinta ustadzah Reni.
Ais maju ke depan dan berdiri menghadap santriwati lain.
"please use English. (Tolong gunakan bahasa Inggris)."
Ais menganggukkan kepalanya.
"Dengarkan semuanya, Ais akan memperkenalkan diri menggunakan bahasa Inggris. Harap kalian simak semuanya. Perkenalan ini adalah bab pertama kita belajar."
"Silahkan Ais." Reni menatap Ais dengan tatapan meremehkan.
__ADS_1
Ais mengangguk tanpa berekspresi.
"Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.." Ais mengawali perkenalannya dengan mengucapkan salam.
"Wa'alaikumsalam Warahmatullaahi Wabarakaatuh.." jawab semua orang.
"Hello everyone. introduce my name is Aisha Rahma. I am 19 years old and I am married. Before entering this pesantren, I attended Trisatya International School. (Halo semuanya. perkenalkan nama saya Aisha Rahma. Saya berumur 19 tahun dan saya sudah menikah. Sebelum masuk pesantren ini, saya bersekolah di Trisatya International School)." ucap Ais dengan jelas.
"If you want to ask please. (Jika ingin bertanya silahkan)." ucap Ais.
"Ada yang ingin bertanya pada Ais? Ais membolehkan kalian bertanya." ulang ustadzah Reni.
Seseorang mengangkat tangannya. Ais melihat orang yang mengangkat tangannya di belakang sana.
"Iya Rina, silahkan mau bertanya apa?" ustadzah Reni mempersilahkan Rina untuk bertanya.
Semua santriwati refleks melihat ke belakang.
"Apart from English, what other languages do you speak? (Selain bahasa Inggris, bahasa apa lagi yang kamu kuasai?)" tanya Rina.
Owh.. Bahasa Inggris nya bagus. Rupanya dia mau pamer dia juga bisa bahasa Inggris. Batin Aliza.
"I can also speak Korean, Chinese, French and Thai. (Saya juga bisa berbicara bahasa Korea, Cina, Prancis, dan Thailand)." jawab Ais.
"France? impossible. if so, prove it." Rina tidak percaya pada ucapan Ais. Oleh sebab itu dia meminta bukti kalo Ais bisa bahasa Prancis.
"Bonjour.." Ais tersenyum dan melambaikan sebelah tangannya.
"Je suis très heureux de vous rencontrer. J'espère que nous pouvons être de bons amis. (Saya sangat senang bertemu dengan Anda. Semoga kita bisa berteman baik)." ucap Aliza.
Rina merasa geram pada Ais. Niat hati ingin membuat Ais malu. Tapi Ais malah berkilau di hadapan semua orang.
__ADS_1
Setelah perkenalan, Ais kembali duduk. Dia merasa senang karna bisa membungkam mulut Rina. Secara tidak langsung Ais sudah mengalahkan Rina.