Indah

Indah
Indah 28


__ADS_3

"Hai istri orang, kenapa muka cantikmu ditekuk, menyesal karena bukan aku suamimu ya?"


"Hei ... belum pernah merasakan ciuman pengantin pria?" tanya Setyo sambil meninju pelan dada Bayu.


Entah di mana lucunya, kenapa mereka berdua bisa meledak tawa sedemikian rupa.


Indah melengos membuang  pandangannya ke arah lain, hingga tanpa sengaja nampak Inge dan Mas Dion sedang duduk di salah satu meja dekat jendela.


Melihat rona tak perduli Indah, Bayu dan Setyo hanya bisa saling pandang saja.


"Tampaknya kalian masih belum menyelesaikan masalah di pantai kemarin, ayolaaaah. Dik ... selesaikan urusanmu secepatnya atau kau mau malam pertamamu berakhir dengan kau tidur di luar,?" bisik Bayu sambil menepuk bahu Setyo.


"Semoga bahagia, jangan bersedih terus ... segera berikan aku ponakan, ok!" Bayu memeluk Indah, yang dibalas senyum kecut karena mendengar doa Bayu.


"Hei ... jangan lama-lama bukan muhrim."


"Jangan cemburu padaku, Dik. kamu tahu kan kalo Indah cinta mati padamu?" ujaran Bayu dibalas pelototan mata Indah.


Bayu hanya tersenyum sambil berlalu meninggalkan Setyo dan Indah sambil melambaikan tangannya.


"Apa benar kau cinta mati padaku, Ndah?"


"Nggak!" sengit Indah.


"Ah, bodohnya aku percaya dengan ngigauanmu waktu di


rumah sakit dulu."


"Apa maksudmu? Mana pernah aku mengigau?"


"Mana ada pula orang mengigau bisa sadar kalo dia mengigau? untung saja aku rekam," ujar Setyo sambil menggenggam tangan Indah erat.


Indah terperangah mendengar Setyo mempunyai rekaman dia saat sedang mengigau.


"Mana ... tunjukkan padaku, mana rekaman itu, jangan bohong."


"Aku kasih, tapi ada syaratnya, dan itu harus kamu lakukan,"


"Apa syaratnya, lagian kenapa pakek syarat sih."


"Syaratnya nggak susah kok, kamu tinggal lanjutin doang."


"Lanjutin apa?"


Tiba-tiba saja Setyo berlutut di depan Indah. Indah yang kaget karena tingkah Setyo hingga terduduk kembali di kursi pelaminan.


"Kamu mau apa? Jangan ngelakuin yang aneh-aneh."

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara gitar menggema, dan seorang laki-laki datang dan menyerahkan microfon ke Setyo.


🎶🎶Memenangkan hatiku


Bukanlah satu hal yang mudah


Kau berhasil membuat


Ku tak bisa hidup tanpamu


Menjaga cinta itu


Bukanlah suatu hal yang mudah


Namun sedetik pun


Tak pernah kau berpaling dariku


Beruntungnya aku dimiliki kamu


Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati


Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi


Kaulah bentuk terindah


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu


Kau wanita terhebat bagiku


Tolong kamu camkan itu


Meruntuhkan egoku bukanlah satu hal yang mudah


Dengan kasih lembut kau pecahkan kerasnya hatiku


Beruntungnya aku dimiliki kamu (ku ingin engkau tahu)


Kamu adalah bukti dari cantiknya paras dan hati


Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi tentang terang dan gelapnya hidup ini


 

__ADS_1


Kaulah bentuk terindah (kaulah bentuk terindah) dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu (mengusaikan cantikmu)


Kau wanita terhebat bagiku, tolong kamu camkan itu


(Semua yang jadi bukti tersimpan di dalam palung hati


Kamu adalah bukti dari cantiknya paras dan hati


Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi tentang terang dan gelapnya hidup ini


Bukti-Virgon🎶🎶


Setyo menyelesaikan lagu dengan mata berkaca-kaca. Pun dengan Indah yang dengan lekat dan meneteskan air mata menatap laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya.


Setyo memeluk Indah erat, disambut dengan tepukan tangan para undangan dan semua yang ada di tempat itu.


Indah yang tersadar kondisi, mencoba melepaskan pelukan Setyo, namun Setyo malah menambah erat pelukannya.


Hingga tampak teman-teman mendatangi Indah dan Setyo. Adam mencolek bahu Setyo, hingga membuat Setyo melepaskan pelukannya.


"Terimakasih gitarnya," ujar Setyo ke Adam yang mendekat bersama Selly.


"Kalian kapan?" Tak usah lama-lama," ujar Setyo lagi.


"Looo, Selly ’ma Adam? Kata Mas Bayu, Mama sudah melamar Selly?"


"Iya, Mama Mas Bayu melamarku untuk Adam, bukan untuk Mas Bayu."


Indah memeluk Selly bahagia.


"Alhamdulillah,"  ucap Indah sambil terus memeluk Selly.


"Terus Mas Bayu sama siapa?" Tanya Indah sambil memandang Setyo.


"Sudah tak usah bahas Mas Bayu, dia laki-laki, dan laki-laki bukan pilihan tapi memilih," ujar Adam.


"Rencana bulan madu kemana nih?" Dina yang juga mendatangi kursi pelaminan bertanya, tampak pula Eko yang menggendong anaknya yang tertidur pulas.


"Kemana aja tak penting, yang penting berdua ya, sayang," ujar Setyo sambil menatap ke arah Indah.


Indah tersenyum dan menganggukkan kepala.


"Cieeeeeeeee!"


Meledaklah sindiran teman-teman Setyo dan Indah yang ikut berbahagia.

__ADS_1


"Semoga berbahagia Indah, bukan semoga tapi kamu harus bahagia, karena bila tidak aku akan kembali untukmu," doa seorang  pria yang memperhatikan Indah dari jauh. sambil tersenyum, kemudian melangkah ke luar gedung resepsi.


__ADS_2