
Secara tidak langsung,Aldo secara tidak sengaja mengingat sesuatu tentang wanita tadi yang ada di masa remajanya,saat ia dan teman-temannya sedang melakukan study tour ke Jakarta.
*Flashback
"Kota jakarta saé pisan nya Bu".
(kota Jakarta bagus banget ya Bu)
ujar Aldo sambil melihat keluar kaca mobil
"Leres, tapi ieu teu acan dugi ka Monas, ieu ngan ukur mimiti Jakarta, engké Aldo bakal nyobian ningali Monas, éta saé pisan, tapi ibu moal naék ka luhur kusabab ibu kan gaduh tekanan darah tinggi".
(iya tapi ini belum sampai monas, ini baru awal jakarta,nanti kamu coba lihat deh monas,bagus banget,tapi ibu gak bakalan naik keatas soalnya ibu kan punya darah tinggi)
balas ibunya Aldo sambil mengelus kepalanya Aldo
Aldo pun terus tidak berhenti memandangi kota Jakarta yang indah dalam perjalannya ke Monas,dan sesampainya di Monas,disitu Aldo pun sudah ditunggu oleh beberapa teman sekolahnya karena pada saat itu Aldo sedang ada study tour ke Jakarta dari sekolah SMA nya untuk melihat-lihat museum,dan menulusuri tempat-tempat populer di Jakarta.
"Halo do,akhirnya kamu datang juga,nah kalau gini kan jadi komplit kelompok kita".
ujar salah satu temannya Aldo bernama Gibran
"Iya Alhamdulilah,maaf agak telat temen-temen,tadi dijalannya macet,nyesel gak ikut travel bareng kalian".
ujar Aldo meminta maaf kepada teman-temannya karena telat
"Gpp,lagipula gak telat-telat banget,cuman telat 5 menit,oh iya sesuai perintah guru,katanya kita harus foto beberapa tempat-tempat populer di Jakarta,jadi aku sama temen-temen lainnya udah sepakat buat foto beberapa tempat-tempat ini,salah satunya Monas,museum,taman Indonesia indah,pantai ancol, taman Ismail Marzuki,dan yang terakhir margasatwa muara Angke, tempat-tempat ini mungkin agak jauh,jadi kita foto tempatnya berkelompok aja,gimana?".
usul salah satu temannya Aldo bernama Gibran
"Boleh sih,tapi sebelum itu aku mau beli minum dulu ya,kayaknya perjalanan kita jauh jadi harus persediaan air minum yang banyak,kalian mau dibeliin juga?".
tanya Aldo kepada teman-temannya
"Boleh do,ini uangnya ya,kalau aku sama temen-temen air mineral biasa aja,terserah mau apa asalkan air mineral".
jawab temannya Aldo yang bernama Andika sambil memberikan Aldo uang untuk membeli minum
"Air mineral yang langsung dari gunung boleh?".
tanya Aldo dengan sedikit bercanda
"Boleh,asalkan kuat nanjak buat ngambilnya hahahaha".
jawab Andika dengan tertawa sedikit keras
"Oke siap".
ujar Aldo sambil berjalan menuju warung terdekat
__ADS_1
Sesampainya Aldo di warung, disitu Aldo pun langsung membeli air mineral untuk teman-temannya.
"Punteun,bu beli air mineral 6 ya?".
ujar Aldo kepada pemilik warung
"harganya 24.000 ya dek".
jawab pemilik warung itu
Aldo pun kemudian memberikan uang itu kepada pemilik warungnya,lalu saat Aldo hendak kembali,disitu tiba-tiba saja ada seorang wanita yang berumur dibawah Aldo menabrak Aldo dari samping kiri.
"Astaghfirullah hal adzim!".
ujar Aldo yang tertabrak oleh wanita itu
*bruk!
Aldo pun terjatuh, beruntung air mineral dalam botol nya tidak pecah,wanita itu pun kemudian meminta tolong kepada Aldo karena ada beberapa warga yang mengejarnya.
"Aduh maaf banget ya kak,aku lagi buru-buru soalnya,aku dikejar sama warga karena dituduh mencuri,kak bisa tolongin aku gak kak?,pliss!".
ujar wanita itu memohon-mohon kepada Aldo
Aldo pun hanya diam dan kebingungan,lalu tiba-tiba ada beberapa warga yang hendak mendekati wanita itu.
"WOY!, ITU PENCURINYA,AYO KITA KESANA!".
"AYO!,AYO!,AYO!".
ujar semua warga yang emosi
Wanita itu pun kemudian hanya bisa bersembunyi dibelakang tubuh Aldo, kemudian Aldo pun menahan warga-warga itu,dan meminta keterangan.
"Bapak-bapak,ibu-ibu,kakek-kakek, nenek-nenek,muda-mudi yang ada disini, tolong tenang dulu ya,coba jelasin ke saya ini teh ada apa ribut-ribut?".
ujar Aldo yang masih sedikit bingung
"NGAPA LO?,MAU LINDUNGIN DIA?,EH GW KASIH TAU NIH YA DIA ITU,MALING TAS IBU ITU!".
jelas seorang warga sambil menunjuk ke seorang ibu-ibu yang ada dibelakang
"Coba ibunya suruh maju ke depan".
ujar Aldo menyuruh ibu yang ditunjuk tadi untuk ke depan
Ibu-ibu yang ditunjuk tadi pun ke depan,disitu Aldo pun langsung meminta ibu-ibu itu untuk menjelaskan apa yang terjadi.
"Nah gitu Bu,kan ngobrolnya jadi enak gak usah teriak-teriak,coba jelasin sama saya, kronologinya gimana?,ibu bisa dicuri,sama bener bukan ini pelakunya,coba ibu lihat sekali lagi wajahnya dengan jelas".
__ADS_1
ujar Aldo meminta ibu-ibu itu untuk memperhatikan dan menceritakan kronologinya
Saat ibu-ibu itu mau menjelaskan tiba-tiba saja ada seorang bapak-bapak di barisan belakang,yang menuduh Aldo bahwa Aldo adalah komplotan dari pencuri tadi.
"HALAH BU!, ORANG KAYAK GITU JANGAN DIPERCAYA,BISA AJA DIA KOMPLOTAN IYA KAN?,POKOKNYA HAJAR AJA KEDUANYA YOK!!!".
ujar bapak-bapak itu menyuruh warga untuk menyerang Aldo
Saat para warga hampir menyerang Aldo,Aldo pun menahannya.
"Eh,Tunggu,tunggu, tunggu!,apa kalian punya bukti bahwa saya adalah komplotan dia?".
tanya Aldo kepada para warga
"Buktinya,Lo ngelindungin dia iya gak?!".
jawab salah seorang warga dengan kesal
Lagi-lagi warga-warga itu pun hendak menyerang Aldo lagi,namun beruntung Aldo dapat menahannya lagi.
"Tunggu dulu bapak-bapak, ibu-ibu, nenek-nenek, kakek-kakek, muda-mudi,emangnya kalau kita mau berbuat baik kepada seseorang itu,kita harus jadi temennya dulu gitu?,harus jadi komplotannya dulu gitu?,enggak kan?,kita ini bisa berbuat baik kepada siapa aja,baik orang yang kita kenal atau yang tidak kita kenal,sama jangan asal nuduh gitu aja,sebelum ada bukti yang kuat,nah disini saya tanya,apa kalian punya bukti yang kuat dan jelas kalau perempuan ini ngerampok tasnya ibu itu?".
ujar Aldo menjelaskan kepada para warga yang ada disitu
Para warga yang ada disitu pun hanya diam dan tidak menjawab apa-apa sampai pada akhirnya ibu-ibu itu sendiri yang menjelaskan kronologi sebenarnya.
"Kalau saya lihat lagi sih,ternyata bukan ini orangnya,tapi dari gaya sama penampilannya sih,mirip sama yang ngerampok tas saya,jadi gini,waktu itu kan saya lagi naik angkot tuh,disitu saya lihat ada dua orang perempuan,yang penampilannya itu hampir sama kayak perempuan ini,nah pas si perempuan ini ikut turun,perempuan yang ngerampok saya juga ikut turun,dan pas mereka turun saya lihat tas saya yang saya Simpen di belakang saya hilang,dan disitu saya salah nuduh,bahwa sebenarnya bukan perempuan itu yang maling tas saya tapi yang lain,jadi ini cuman salah paham,aduh sekali lagi saya minta maaf ya,terutama ke kamu".
jawab ibu-ibu itu menjelaskan kronologi nya
"Hadeeeh,gimana si Bu,lain kali diliat dulu kek yang teliti,yok bubar!".
ujar bapak-bapak yang tadi menyuruh warga yang lainnya untuk bubar
Ibu-ibu itu pun meminta maaf dan setelah itu ibu-ibu itu pun pergi,untuk mencari perampok yang sebenarnya.
"Alhamdulillah,cuman salah paham,memang agak susah sih, ngejelasin sama warga,kita harus sabar hehe".
ujar Aldo sedikit tertawa kecil
"Iya,makasih ya kak,oh iya kenalin nama aku".
Disaat momen wanita itu memperkenalkan dirinya,Aldo mendadak lupa dan Buyar dengan ingatannya tadi.
*Kembali ke Aldo yang sedang mengingat
"Ah!,padahal tinggal sedikit lagi,malah lupa,kayaknya memang harus diperbaiki nih otak,tapi nanti aku coba Inget lagi deh,sekarang aku harus balik lagi ke ruangannya Amoy,Amoy sama Mamih pasti udah nunggu nih,hadeh!".
ujar Aldo sambil memegangi kepalanya yang pusing
__ADS_1
Aldo pun kemudian berjalan kembali ke ruangannya Amoy dan mamihnya,sangat disayangkan Aldo lupa dibagian terpenting yaitu saat wanita itu memperkenalkan namanya.