
" Apa kamu pikir, lamaran saya kemarin hanya candaan ? ( tanya Eza menatap mentari dalam )
" maaf ( lirih mentari )
" Tapi, Eneng juga serius mau menikah sama Aa. ( ucap mentari menatap Eza yakin )
huff
" Tari, saya tidak bisa meneruskan semua ini kalau tidak ada restu dari kedua orangmu ( jawab Eza tegas )
" A,,
" saya merasa menjadi laki laki pengecut karena menikahi anak gadis tanpa restu orang tuanya ( sambung Eza )
" hiks, A ( panggil mentari )
" maaf saya tidak bisa meneruskan hubungan ini tari ( ucap Eza bergegas pergi )
" A,, hiks hiks ( tangis mentari pecah )
.. .. ..
huff
Astagfirullah ( lirih Eza berusaha mengkontrol emosinya )
Kenapa kamu tidak jujur dari awal mentari ? kenapa baru bicara sekarang ? Disaat hati saya mantap untuk menjadikan kamu pendamping hidup saya. Maaf saya harus mengakhiri semua ini. saya tidak bisa menjalin ikatan pernikahan tanpa restu dari kedua orang tuamu. Saya khawatir akan banyak cobaan dalam rumah tangga kita nanti, saat restu keduanya tidak mengiringi. ( batin Eza )
A,, maafin Eneng. Eneng tau Eneng salah. Eneng nggak jujur sama Aa. Tapi Eneng beneran mau nikah sama Aa. kalau aja kondisinya nggak serumit ini, Eneng pasti kenalkan Aa sama Abah, Ambu kalau perlu satu desa akan Eneng kasih tau kalau Eneng mau nikah sama Aa ! ( batin Mentari )
,, ,, ,,
huff
udah nggak ada harapan lagi Eneng disini. Abah, Ambu maaf Eneng nggak bisa menepati janji Eneng untuk bertemu sama teteh. ( batin mentari )
huff
__ADS_1
" Bu,, ( panggil mentari )
" ya, ada apa tari ? ( jawab Adel )
" saya ingin mengundurkan diri bu ( ucap mentari )
" kenapa ? suami kamu, maksud saya calon suami kamu tidak mengijinkan kamu untuk bekerja lagi ?
" bukan bu, saya mau pulang ke indonesia ( menahan air matanya )
" makasih ibu udah baik banget selama ini sama saya. ( tak kuasa menahan tangis )
" lho, bukannya setelah menikah kamu akan menetap disini tari ?
Menggeleng
" saya batal menikah bu ( lirih mentari )
" What ?
.. .. ..
" Tari, jujur saya sangat puas dengan kinerja kamu selama beberapa bulan ini. dari awal bekerja, kamu selalu konsisten dengan pekerjaan kamu. tapi, kalau memang keputusan kamu sudah matang,saya hanya bisa mensuppot kamu apapun keputusan yang kamu ambil. kamu punya potensi yang besar tari. saya yakin dimana pun kamu berada kamu bisa mangaplikasikan potensi dan kinerja kamu dengan baik ( jelas adel sambil memeluk tubuh mungil itu )
" makasih bu ( hanya itu kata kata yang mampu mentari ucapkan )
.. ..
Telepon
" What ? Tari balik ke indonesia ? ( terkejut seseorang di sebrang sana )
" kenapa ? kok bisa ? ( tanya madam mona begitu penasaran )
" ya ampun. adel, tolong kamu cegah tari ! jangan ijinkan dia pergi dulu ( pinta madam mona )
Tut tut
__ADS_1
Panggilan berakhir.
Huff
" aku harus cegah kepulangannya ! ( ucap madam mina )
.. .. ..
" Come on brother ! kau nih kenape lah ? macam lain dari biase ? cakap lah, kau kenape ? ( tanya Zul bertubi tubi )
" Za, Cih,, budak nihh ( sambung Zul )
" tolong tinggalkan saya sendiri Zul ! ( pinta Eza )
" hah ? okey, okey. aku baru tau lah, nampaknye calon pengantin selalu di landa stres menjelang bari bahagianya Haha ( oceh Zul )
" kau nikmati lah detik detik sendiri mu itu. aku mau keluar kejab. Ade janji dengan mainan baru Hahaha ( sambung Zul )
huff
Astagfirullah
Maafkan saya Zul, Bram. saya belum bisa menjelaskan semua kepada kalian ( batin Eza )
.. ..
Tut tut
" maaf bu saya baru angkat telepon ibu, tadi baru sholat isya ( ucap mentari di sebrang sana )
" apa ? ibu ajak saya makan malam ? ( tanya mentari )
" Nuhun bu, insyaallah saya dateng ( mentari mengakhiri sambungan telepon)
Ya allah, Eneng bersyukur banget walaupun baru sebulan disini, ada banyak orang orang baik disekeliling Eneng. Terimakasih karena selalu mempertemukan dan mengumpulkan Eneng dengan orang orang baik ya allah. Walaupun sejujurnya Eneng masih berat untuk balik ke kampung.
huff
__ADS_1