
Aldo mencoba untuk menyeimbangkan posisi badannya namun sayangnya ia tetap terjatuh dari kursi karena keseimbangannya kurang.
*bruk!
Setelah Aldo terjatuh,pemilik warung itupun mencoba untuk memasangkan gigi palsunya kembali,agar Aldo tidak terkejut lagi.
"Mas,gpp?".
tanya pemilik warung itu yang perlahan membuka mata Aldo
"I-ibu kok masih muda udah Pake gigi palsu?".
tanya balik Aldo kepada pemilik warung itu dengan mata masih sedikit tertutup
"Mas umur 21 kok kayak masih 18?".
tanya balik lagi pemilik warung itu kepada Aldo
Akhirnya mereka saling tanya menanya,sampai pada akhirnya situasi sudah tenang,Aldo dan pemilik warung itupun saling menjelaskan bagaimana caranya pemilik warung itu bisa memasang gigi palsu di usianya yang masih muda,dan mengapa Aldo yang sudah sedikit tua,masih terlihat muda.
"Huh,saya tadi bener-bener kaget,ibu masih muda kok udah Pake gigi palsu?".
ujar Aldo sambil menenangkan dirinya
"Saya juga kaget,kamu usia 21 kok kayak 18".
ujar pemilik warung itu sambil menenangkan dirinya juga
"Sebenarnya sih,kalau ibu nanya kenapa usia saya masih kayak 18 tahun itu sebenarnya karena dulu saya itu suka di dandanin terus sama ibu saya,saya juga gak tau kenapa,tapi karena waktu itu saya masih kecil jadi ya saya mau aja".
jelas Aldo kepada pemilik warung itu
"Kalau saya sih,awalnya itu sakit gigi,nah disitu saya minta obat sama kakek saya,tapi kata kakek saya cara mengobati sakit gigi itu dengan kita membenturkan gigi kita ke tembok sampai lepas akhirnya saya coba deh,eh taunya malah lepas semua,jadi aja saya pake gigi palsu".
ujar pemilik warung itu bercerita kepada Aldo
"Ternyata cerita kita sama-sama aneh".
ujar Aldo sambil menggaruk-garuk kepalanya
"Iya mas,oh iya ngomong-ngomong,ini makanannya udah jadi,mau dimakan disini aja,apa dibawa pulang?".
tanya pemilik warung itu kepada Aldo
"Disini aja bu,soalnya saya paling suka makan di pinggir jalan".
jawab Aldo
Aldo pun kemudian memakan makanan yang sudah diberikan oleh pemilik warteg tersebut dan kemudian menghabiskan makanan itu,setelah makanannya habis Aldo pun langsung pulang kembali ke rumahnya Amoy,Aldo juga tak lupa membayar uang makannya kepada pemilik warteg tersebut, namun sebelum pulang,Aldo berbincang-bincang sedikit dengan pemilik warung itu.
"Alhamdulillahilladzi ath-amanaa wa saqoonaa wa ja'alanaa minal muslimiin".
ujar Aldo yang kemudian berdoa setelah makan
"Hebat mas!, jarang-jarang ada orang yang selalu membaca doa sebelum dan sesudah makan,masnya pasti lulusan pesantren ya?".
__ADS_1
tanya pemilik warung itu kepada Aldo
"Iya bu, Alhamdulilah,saya sudah dimasukin ke pesantren sama ibu saya waktu saya masih berumur 7 tahun,jadi saya sekolahnya di pesantren".
ujar Aldo menceritakan kepada pemilik warung itu
*Flashback
"ieu dimana bu?".
(ini dimana Bu?)
tanya Aldo kepada ibunya
Ibunya Aldo pun kemudian berjongkok dan memegang tangannya Aldo, lalu berbicara baik-baik kepada Aldo.
"ieu di pasantren".
(ini di pesantren)
jawab ibunya Aldo sambil
"Pesantren teh,naon Bu?".
(pesantren itu apa Bu?)
tanya Aldo lagi kepada ibunya
"Pesantren teh,tempatna para jalmi-jalmi nu hoyong mendalami elmu agama Islam".
jelas ibunya Aldo
"Oh...Kitu nya Bu?".
(oh...gitu ya Bu?)
ujar Aldo yang sudah mulai mengerti
"Eunya,jadi...mulai ayeuna Aldo tinggal didieu,tapi Sateuacana ibu Bade naros ka Aldo,Aldo siap teu tinggal didieu?".
(iya,jadi...mulai sekarang Aldo tinggal disini,tapi sebelumnya,ibu mau nanya ke Aldo,Aldo siap gak tinggal disini?)
tanya ibunya Aldo sambil sedikit tersenyum kearah Aldo
"Siap Bu,kan waktos eta ibu kantos nyarios ka Aldo,upami pesantren teh tempatna jalmi-jalmi anu hoyong nuntut elmu,Jeung ibu Oge kantos nyarios ka Aldo,lamun Aldo di pesantren,Aldo teh Tiasa Khatam Qur'an 30 juz,janteun Aldo siap bu".
(Siap Bu,kan waktu itu ibu pernah bilang ke Aldo,kalau pesantren itu,tempatnya orang-orang yang mau menuntut ilmu,sama ibu juga pernah bilang ke Aldo,kalau di pesantren Aldo itu bisa khatam Qur'an 30 juz,jadi Aldo siap Bu)
ujar Aldo yang bersemangat
"Masyaallah...".
ujar ibunya Aldo dengan perasaan bahagia yang sangat luar biasa
Saat Aldo dan ibunya sedang berbincang, tiba-tiba saja ada pak ustadz di pesantren itupun datang kearah Aldo dan ibunya.
__ADS_1
"Masyaallah,mulia kali anak ini Bu,ibu beruntung punya anak kayak dia,yaudah kalau kamu udah siap,kamu mau gak jalan-jalan dulu keliling pesantren sama pak ustadz?,sekalian pak ustadz juga mau ngenalin kamu sama lingkungan disini,dan disini juga kamu gak akan sendirian,kamu bakalan punya banyaaaak temen disini,gimana,mau gak punya banyak temen?".
ujar pak ustadz itu sambil tersenyum bahagia kearah Aldo
"MAUUUU!!!!!".
ujar Aldo dengan gembira
"Hahahaha,Bu,ibu silahkan tunggu aja di kantor saya ya,saya mau ajak anak ini jalan-jalan dulu,agar anak ini bisa beradaptasi dengan lingkungan disekitar sini".
ujar pak ustadz itu sambil memegang tangannya Aldo
"Iya pak ustadz".
ujar ibunya Aldo yang merelakan Aldo jalan-jalan dengan pak ustadz itu
Aldo pun kemudian diajak jalan-jalan oleh pak ustadz itu,Aldo berjalan-jalan di lingkungan pesantren yang sangat amat luas, hingga membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk berkeliling-keliling, diperjalanan juga Aldo tidak diam,ia terus bertanya soal pepohonan dan sungai-sungai yang ia lewati.
"Wah...luas banget lingkungannya pak ustadz,oh iya yang itu namanya pohon apa pak ustadz?".
tanya Aldo sambil menunjuk kesuatu pepohonan yang ada disitu
"Oh..kalau yang itu, namanya pohon jeruk,nanti kalau kamu mau ambil aja".
jawab pak ustadz itu
"Sekarang boleh gak pak Ustadz?".
tanya Aldo sambil memegang jeruk yang ia tunjuknya tadi
"Boleh,ambil aja".
jawab pak ustadz itu memperbolehkan
Aldo pun kemudian mengambil jeruk itu lalu memakannya.
"Nah,sekarang giliran pak ustadz yang nanya,apa alasan kamu mau masuk pesantren?".
tanya pak ustadz itu sambil tersenyum kearah Aldo
"Aku pengen jadi hafiz Qur'an pak ustadz!".
ujar Aldo sedikit berteriak
"Oh...kamu pengen jadi hafiz Qur'an,biar apa?".
tanya pak ustadz itu lagi kepada Aldo
"Karena Aku pengen, membahagiakan orang tua Aku pak ustadz,dan aku juga pengen menjadi anak yang berguna bagi Nusa dan bangsa".
ujar Aldo dengan penuh semangat
"(Jarang-jarang saya lihat anak seperti dia,berbeda dari anak yang lainnya,yang perlu beradaptasi lama dengan lingkungan disini, ustadz yakin kamu bakalan jadi anak yang berguna bagi Nusa dan bangsa,juga kamu bisa membahagiakan orang tuamu nak, ustadz hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu, selanjutnya kamulah yang menentukan dan kamu jugalah yang melakukan)".
ujar pak ustadz itu didalam hatinya sambil tersenyum kearah Aldo
__ADS_1
Bersambung...