INSYAALLAH HALAL

INSYAALLAH HALAL
PART #14


__ADS_3

Setelah Aldo selesai berjalan-jalan dengan pak ustadz berkeliling pesantren,Aldo pun kemudian kembali ke lingkungan pesantren dan pak ustadz menyuruh Aldo untuk menyimpan barang-barangnya di kamarnya, dikarenakan pak ustadz akan mengobrol terlebih dahulu dengan ibunya Aldo.


"Nah..Aldo,gimana puas gak jalan-jalannya?".


tanya pak ustadz itu sambil tersenyum kepada Aldo


"Alhamdulillah,seneng sama puas banget pak ustadz,ternyata luas banget ya lingkungan pesantren ini".


ujar Aldo dengan wajah gembira


"Ya sudah,kalau gitu,kamu langsung ke kamar aja,soalnya pak ustadz mau ngomong sama ibu kamu dulu,ya nak?".


ujar pak ustadz menyuruh Aldo untuk masuk ke kamarnya


"Oke pak ustadz!".


jawab Aldo dengan lantang


Aldo pun kemudian langsung berjalan kearah kamarnya dia juga di bimbing oleh seorang santri senior yang ada disitu untuk ke kamarnya, sedangkan pak ustadz tadi segera berjalan kearah kantor pesantren untuk menemui ibunya Aldo.


*Sesampainya di kantor pesantren


"Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barokatuh".


ujar pak ustadz itu mengucapkan salam


"Waalaikumsalam wa rahmatullahi wa barokatuh".


jawab ibunya Aldo


Pak ustadz pun kemudian duduk di bangku kantor pesantren itu,kemudian pak ustadz dan ibunya Aldo pun duduk berhadap-hadapan.


"Jadi...gimana Bu?,apakah Aldo akan ibu Pesantren kan disini?,kalau dari Aldo sendiri sih...dia udah suka sama seneng banget dengan lingkungan disini,tapi...jadi atau tidaknya ada ditangan ibu".


ujar pak ustadz itu mengobrol dengan serius


"Ya...kalau saya sih,sudah memutuskan kalau Aldo akan mondok disini,karena Aldo sendiri juga sudah sangat senang dengan lingkungan disekitar sini,jadi kalau saya gimana Aldo aja,pokoknya yang terpenting menurut saya kenyamanan untuk Aldo aja sih,kalau Aldo udah nyaman disini,ya disini, takutnya nanti kalau pindah-pindah Aldo malah jadi gak nyaman".


ujar ibunya Aldo yang mengizinkan Aldo untuk mondok di pesantren itu


"Oke,kalau begitu, Pokoknya ibu tenang aja,saya akan berusaha untuk memberikan kenyamanan dan pelayanan terbaik disini,untuk makan nanti Aldo bisa makan di kantinnya Bu Tuti,dan kalau sakit,nanti ibu boleh jenguk,tapi saya juga akan berusaha untuk mengobati Aldo bila Aldo sakit,dan kalau ibu ada pertanyaan lain silahkan hubungi saya aja,dan ini kartu nama saya,nanti ibu tinggal telfon saya melalui nomor yang ada disitu,itu nomor telepon rumah pesantren ini".


ujar pak ustadz menjelaskan


"Oh...baiklah kalau begitu pak ustadz saya titip anak saya ya,dan saya juga sepertinya tidak akan lama disini jadi saya permisi dulu ya pak ustadz".


ujar ibunya Aldo berpamitan kepada pak ustadz

__ADS_1


"Iya,iya,nanti pokoknya saya juga akan kasih kabar setiap Minggu tentang bagaimana kondisi anak ibu".


ujar pak ustadz itu yang beranjak dari tempat duduknya


"Ya,saya permisi ya pak... assalamualaikum".


ujar ibunya Aldo memberi salam


"Waalaikumsalam".


jawab salam dari pak ustadz


Setelah itu pak ustadz pun langsung ke kamar Aldo untuk menyuruh Aldo mengaji sore di mushalla.


*Kembali ke Aldo yang bercerita


"Nah setelah saya ditinggal oleh ibu saya disitu,saya pun langsung disuruh oleh pak ustadz untuk mengaji di mushalla,yaitu mengaji sore,dan saya terus melakukan hal itu berulang-ulang setiap harinya,saya mondok di pesantren itu sampai saya Berumur lima belas tahun,saya mondok sekitar sembilan tahun, setelah itu saya di sekolahkan terlebih dahulu di SMP sampai SMA kelas satu,agar saya bisa merasakan pengalaman sekolah,dan setelah itu saya kembali mondok di pesantren sekitar tiga tahun,dan setelah itu barulah saya lulus dari pesantren dan Alhamdulilah saya sudah berhasil menghafal 30 juz Al-Qur'an".


ujar Aldo yang kemudian selesai bercerita


"Wah...cerita masnya ini sangat menginspirasi ya,saya harap mas bisa menjadi orang yang sukses dan segera mendapatkan jodoh".


ujar pemilik warung itu mendoakan Aldo


"Aamiin,makasih ya Bu".


sahut Aldo berterimakasih


"Udah mendung nih,kayaknya mau hujan,yaudah kalau gitu Bu,saya pulang dulu ya,ini uangnya".


ujar Aldo memberikan uang itu kepada pemilik warteg


"Iya, hati-hati ya mas".


ujar pemilik warteg itu memperingati Aldo dari kejauhan


"Iya!!!".


jawab Aldo dari kejauhan


Setelah itu,Aldo pun langsung berjalan untuk segera pulang ke rumahnya Amoy,dan sesampainya di rumah Amoy,hujan pun langsung turun dengan deras.


"Alhamdulillah udah nyampe".


ujar Aldo sambil mengetuk-ngetuk pintu rumahnya Amoy


*tok tok tok

__ADS_1


"Assalamualaikum".


ujar Aldo dari luar pintu


Amoy pun kemudian segera membukakan pintunya untuk Aldo.


"Iya".


ujar Amoy membukakan pintu dengan ekspresi kesal


"(Hadeeeh,kirain udah selesai ngambeknya)".


ujar Aldo dalam hatinya


Aldo pun kemudian segera masuk kedalam rumah Amoy itu,dan setelah Aldo masuk Amoy pun langsung berjalan ke kamarnya,dengan sedikit berlari.


Disitu Aldo pun sedikit bingung, sebenarnya apa yang salah dengan dirinya,lalu saat ia sedang bingung mamihnya pun menepuk pundak Aldo dari belakang.


"Do".


ujar mamihnya Aldo menepuk pundak Aldo dari belakang


"Eh!, Astaghfirullah Hal Adzim,Mamih ngagetin Aldo aja,hehe".


ujar Aldo yang sontak kaget


"Hehe,iya maaf do, sebenarnya...mungkin Amoy ngambek gitu karena beberapa hal,dan yang paling sering adalah...karena di nasehati,jadi...dari dulu itu Amoy selalu gak mau kalau di nasehati,dan kalau sekalinya di nasehati dia itu suka langsung marah".


ujar mamihnya Aldo memberitahu


"Oh...gitu ya Bu?, pantesan,makasih ya mih,udah kasih tau Aldo,tapi Aldo rasa Amoy memang harus dinasehati,dan diberi masukan,soalnya kalau enggak, kapan Amoy bisa berubah,jadi Amoy lebih baik ngambek karena dikasih masukan,karena semua orang juga awalnya gitu bu kalau mau berubah,kalau dinasehati suka gampang ngambek,jadi itu hak yang wajar mih".


ujar Aldo menjelaskan dengan nada sedikit pelan


"Iya sih,kamu bener do, yaudah kalau gitu semoga aja kamu bisa mendinginkan kepalanya Amoy ya,dan kalau mamih boleh kasih saran sih,Amoy itu suka banget sama hal-hal yang unik,jadi kalau kamu mau minta maaf sama Amoy,kamu harus membuat sesuatu yang seunik mungkin".


ujar mamihnya Aldo memberi saran


"Nah...kalau gitu mah,Aldo tau harus ngapain!".


ujar Aldo sambil memetik jarinya


"Emang ngapain do?".


tanya mamihnya Aldo


Aldo pun kemudian membisikkan suatu hal kepada mamihnya,lalu setelah mendengar hal yang dibisikkan oleh Aldo,mamihnya Aldo pun setuju dengan keputusan Aldo.

__ADS_1


"Nah!,kalau itu Mamih setuju,ya udah yuk ikut Mamih".


ujar mamihnya Aldo menyuruh Aldo untuk membuntutinya


__ADS_2