
Aldo pun kemudian diajak oleh mamihnya ke suatu tempat,yang tak lain adalah gudang.
"Nah...ini tempatnya do,kamu boleh ambil barang-barang apa aja seperlunya".
ujar mamihnya Aldo menyuruh Aldo untuk mengambil barang-barang yang ada disitu
"Oke mih,makasih".
ujar Aldo sambil melihat-lihat sekitar
Disitu Aldo pun mulai menjelajah seisi gudang itu,disitu juga Aldo melihat-lihat setiap barang yang ia pegang,sekitar lima belas menit Aldo mencari-cari barang didalam gudang itu, akhirnya Aldo pun menemukannya,yaitu dua kaleng bekas dan satu tali.
"Gimana do,udah Nemu barangnya?".
tanya mamihnya Aldo
"Udah alhamdulilah mih".
jawab Aldo sambil membawa ketiga barang itu
"Alhamdulillah, emangnya itu mau kamu buat apa do?".
tanya mamihnya Aldo dengan sedikit heran
"Nanti liat aja mih,hehe".
jawab Aldo dengan percaya diri
Aldo dan mamihnya pun keluar dari gudang itu,dan Aldo menaruh barang-barang yang ia bawa di teras rumah mamihnya Aldo,disitu Aldo membersihkan barang-barang itu terlebih dahulu,kemudian mulai merangkainya.
"Bikin yang kayak gini jadi Inget dulu".
ujar Aldo yang mengingat
*Flashback
"Bosen juga ya di pesantren kalau lagi gak ada kegiatan,mushalla di renovasi, temen-temen lagi pada tidur,mau menghafal Al-Qur'an, Al-Qur'an nya ketinggalan didalem mushalla,terus kayaknya udah diambil sama pak ustadz,jadi bingung harus ngapain".
ujar Aldo yang duduk di teras kantin
Saat Aldo sedang bingung dan bosan harus ngapain, tiba-tiba saja ada seorang teman Aldo yang memanggil Aldo dari kejauhan.
"Aldo!".
ujar seorang temannya Aldo memanggil Aldo
"Daffin?".
ujar Aldo yang memanggil temannya
Temannya Aldo yang bernama Daffin pun kemudian duduk disebelah Aldo.
"Kamu ngapain disini do?,gak ke kamar aja?".
tanya Daffin kepada Aldo
"Aku bosen Daf kalau lagi gak ada kegiatan".
jawab Aldo dengan ekspresi bosan
"Iya sih kamu bener,aku juga sebenarnya bosen di kamar terus,mau ajak temen-temen yang lainnya buat main...tapi lagi pada tidur, nanti takutnya ganggu".
Balas Daffin dengan ekspresi bosan juga
"Iya,jadi kita harus ngapain nih?,bikin yang seru gitu,buat menghilangkan kebosanan".
ujar Aldo sambil berfikir
Aldo dan Daffin pun kemudian sama-sama berfikir tentang bagaimana caranya agar mereka tidak bosan.
"Hadeeeh,gak ada ide do".
ujar Daffin sambil memegang kepalanya
"Iya sama aku juga".
ujar Aldo yang menepak kepalanya juga
"Kalau gini...aku jadi pengen nelfon mama,aku jadi pengen ngobrol sama mama, pasti kalau ngobrol sama mama bosennya hilang".
ujar Daffin yang kemudian bersandar di tembok kantin
"(Nelfon...),Ah!,aku punya ide".
ujar Aldo sambil mengangkat telunjuknya
"Ide apa do?".
tanya Daffin
"Kamu tunggu sebentar disini ya".
jawab Aldo sambil berlari
__ADS_1
Daffin pun kemudian menunggu Aldo di teras kantin itu selama tujuh menit,dan setelah itu, Aldo pun datang menghampiri Daffin dengan membawa dua kaleng bekas dan satu tali.
"Alhamdulillah,nyampe juga,hehe maaf agak lama Daf".
ujar Aldo sambil menaruh ketiga barang itu diteras kantin
"Iya Gpp do,oh iya ngomong-ngomong itu buat apa?".
tanya Daffin yang menoleh kearah barang yang Aldo bawa
"Oh...ini,ini aku mau bikin telfon-telfonan,aku dulu pernah diajarin sama kakek cara buatnya,oh iya kamu bisa tolong ambilin sapu lidi gak?,buat ngebolongin kalengnya".
ujar Aldo menyuruh Daffin
"Bisa,tunggu sebentar ya".
ujar Daffin sambil berlari
Aldo pun kemudian menunggu sejenak,dan tak lama kemudian,Daffin pun datang dengan membawakan dua buah lidi.
"Alhamdulillah,Sampe juga,Aldo nih".
ujar Daffin yang memberikan kedua lidi itu kepada Aldo
"Iya,makasih ya".
jawab Aldo yang mengambil kedua lidi itu
Disitu Aldo pun, menusukkan kedua lidi itu ke bagian tengah kalengnya sesuai dengan ukuran tali tadi,dan setelah bagian tengah kaleng itu bolong,Aldo pun kemudian memasukan tali ke lubang yang sudah ia buat ditengah kalengnya lalu menyambungkannya ke kaleng kedua.
"Nah,kayak gini,Daf,coba kamu mundur sedikit".
ujar Aldo menyuruh Daffin untuk mundur
Daffin pun kemudian mundur dua meter dari Aldo,lalu Aldo pun menyuruh Daffin untuk mendekatkan kaleng itu ke telinganya.
"Oke,sekarang kamu deketin kaleng itu ke telinga kamu".
ujar Aldo menyuruh Daffin
Daffin pun mendekatkan kaleng itu ke telinganya,dan disitu Aldo pun segera mengetesnya.
"Oke,Halo,halo,Daffin".
ujar Aldo yang berbicara melewati kaleng itu
"Wah!,nyambung do!,hahahaha,keren banget ini".
ujar Daffin yang sangat senang
ujar Aldo memberi cara
"Oke,halo do?".
Balas Daffin yang berbicara melewati kaleng itu
"Iya hallo Daff".
jawab Aldo
Merekapun kemudian mengobrol lewat telefon kaleng itu, meskipun permainannya tidak terlalu seru dan istimewa,tapi itu bisa membuat kebosanan mereka hilang seketika.
*Kembali ke Aldo yang sedang mengingat
Mengingat semua masa lalu itu Aldo pun tersenyum dan sedikit tertawa kecil,setelah itu Aldo pun mulai mencuci kaleng bekasnya dan melakukan hal yang sama seperti dulu,dan dalam waktu yang sangat sebentar,telefon kaleng itupun jadi dan Aldo sudah siap untuk memberikan satu kalengnya kepada Amoy,lewat jendela.
"Nah, Alhamdulilah udah jadi, tinggal kasih ke Amoy nih".
ujar Aldo yang berjalan kearah belakang kamarnya Amoy
Setelah sampai dibelakang kamarnya Amoy,Aldo pun kemudian mengetuk jendelanya Amoy yang masih tertutup.
*Tok tok tok
"Amoy...".
ujar Aldo memanggil Amoy dari belakang kamarnya
Amoy pun tak meresponnya
"Amoy...".
ujar Aldo memanggil Aldo lagi
Masih tak ada respon dari Amoy
"Amoy....".
ujar Aldo yang memanggil Amoy lagi
Masih tak ada respon juga dari Amoy
"Haduh,masih gak ada respon juga,gimana ya?".
__ADS_1
ujar Aldo mencari cara
Setelah Aldo berfikir selama beberapa menit, akhirnya Aldo pun menemukan sebuah cara,yaitu membujuk Amoy.
"(AHA!,aku punya ide!)".
ujar Aldo didalam hatinya
Aldo pun kemudian mengambil sebuah kertas yang ada di saku celananya,kemudian ia menuliskan sebuah kata-kata dan memasukan surat itu ke sela-sela jendela kamarnya Amoy.
"Nah, mantap!".
ujar Aldo sambil memasukkan surat itu ke sela-sela jendela kamarnya Amoy
Saat surat itu masuk,Amoy pun pura-pura tidak melihatnya,namun karena ia penasaran,ia pun akhirnya membaca surat itu.
Isi surat:
Amoy,buka dong jendelanya,aku mau ngomong nih,penting.
Amoy yang membaca surat itupun langsung membukakan jendelanya untuk Aldo,dengan nada kesal.
"MAU NGOMONG APA LAGI SIH!".
ujar Amoy yang membukakan jendela itu untuk Aldo
Saat Amoy membukakan jendelanya,Aldo pun langsung bersembunyi di semak-semak,lalu saat Amoy hendak menutup kembali jendelanya,Aldo pun langsung melemparkan kaleng itu kedalam kamarnya Amoy dan mengenai kepalanya Amoy
*Tuk!
"Aw!".
ujar Amoy yang memegangi kepalanya yang kesakitan
Saat kaleng itu masuk kedalam kamarnya Amoy,Aldo pun langsung melemparkan satu kertas lagi yang berisikan perintah ke kamarnya Amoy.
Isi kertas:
Moy,deketin kaleng itu ke telinga kamu
Amoy pun kemudian mendekatkan kaleng itu ke telinganya
"Halo Moy,kedengeran gak?".
ujar Aldo mengetes
"Iya kedengeran!".
ujar Amoy meneriaki Aldo dari jauh
"Alhamdulillah,gini Moy, sebenarnya aku mau minta maaf sama kamu,aku gak tau salah aku apa, tapi apapun salah aku,aku mau minta maaf sama kamu kalau aku ada salah".
ujar Aldo dengan nada yang tenang
"Minta maaf soal apa?,orang lu gak ada salah kok, tapi gua marah itu karena gua paling gak suka dinasehati!'.
ujar Amoy dengan nada yang cukup tinggi
"Kalau itu alasan kamu marah,maaf aku gak bisa janji kalau aku gak bakalan nasehatin kamu,karena bila ada orang yang salah,maka itu harus diberi tahu dan dinasehati,kalau tidak maka orang tersebut tidak akan tau letak salahnya dimana".
jelas Aldo kepada Amoy
Amoy pun kemudian berfikir dan terdiam sejenak,mukanya yang tadi marah,kini berubah menjadi sedikit tenang dan nadanya sedikit turun,dan disitulah Aldo mengambil kesempatan untuk meminta maaf lagi.
"Yaudah kalau gitu,dimaafin gak nih?".
Tanya Aldo lagi kepada Amoy
"Ngapain minta maaf,kan gua udah bilang lu kagak salah".
jawab Amoy dengan sedikit tenang
"Iya,tapi kamu udah gak marah lagi kan?".
tanya Aldo lagi kepada Amoy
Lalu dengan nada sangat rendah Amoy pun menjawab.
"(Huff...),Iya".
jawab Amoy
Saat Amoy mengatakan iya,Aldo pun langsung melompat-lompat karena senang.
"ALHAMDULILLAH!!".
ujar Aldo sambil melompat-lompat
Amoy pun kemudian menutup kembali jendelanya,dengan berpura-pura marah.
*Bruk!!!
"Astagfirullah...".
__ADS_1
ujar Aldo sambil mengusap-usap dadanya
Amoy pun kemudian tersenyum dibalik jendela dan gorden yang tertutup itu.