
Karena Aldo lupa dengan kejadian selanjutnya,yaitu saat wanita tersebut mengenalkan namanya,Aldo pun kemudian kembali berjalan menuju ke ruangannya Amoy.
*Sesampainya Di ruangan amoy
"Assalamualaikum,maaf agak telat soalnya tadi ngantri dulu hehe".
ujar Aldo sambil membawa plastik makanan untuk mamihnya dan Amoy
"Iya Gpp kok do,Amoy kamu udah makan?".
tanya mamihnya Aldo kepada Amoy
"Udah kok Bu,jadi buat ibu aja makanannya,ibu pasti belum sarapan kan?".
jawab Amoy menyuruh ibunya untuk makan
"(Ternyata dugaanku salah,walaupun Amoy itu orangnya galak,suka minum-minum,dan mabuk-mabukan,tapi Amoy itu tetap gak pernah lupa sama seorang yang sudah melahirkannya yaitu ibunya sendiri,Amoy cuman butuh beberapa perubahan aja,agar dirinya bisa benar-benar ingat oleh ibu yang sudah melahirkannya,dan oleh Allah yang sudah menciptakannya,hadeh,aku jadi rindu ibu,mending nanti aku telfon deh)".
ujar Aldo dalam hatinya sambil tersenyum
"Do?,kamu mau makan?".
ujar mamihnya Aldo menawarkan Aldo untuk makan
"Enggak mih,makasih,Aldo masih kenyang kok,nanti kalau Aldo lapar, gampang kok,Aldo tinggal nyari makan diluar aja".
jawab Aldo sambil tersenyum
Saat Aldo berkata seperti itu Amoy pun kemudian mendekat kearah Aldo,sambil membawa salah satu ayam geprek yang telah Aldo beli tadi.
"Buka mulut!".
ujar Amoy menyuruh Aldo untuk membuka mulutnya
"Buat apa?".
tanya Aldo yang kebingungan
"BUKA MULUT!".
ujar Amoy dengan nada yang keras
Aldo pun kemudian membuka mulutnya,dan setelah itu, Amoy pun langsung memasukan Aldo beberapa huap nasi dengan porsi yang besar,dan juga ayam dengan porsi yang besar,membuat mulut Aldo penuh.
"Makan nih!!!".
ujar Amoy sambil memasukkan nasi dan Ayam dalam porsi besar ke mulut Aldo
"Armmm!!!,Armmm!!!".
ujar Aldo sambil mengunyah makanan yang kepenuhan dalam mulutnya
"Hahahaha!,hahahaha!,ahahahaha!,kenyang makan apa Lo?,makan angin?!,dari tadi pagi gua liat lu gak sarapan,makan siang juga enggak".
ujar Amoy yang tertawa terbahak-bahak melihat Aldo
"Amoy...jangan gitu,kasian Aldo kepenuhan mulutnya".
ujar mamihnya Aldo memperingati Amoy
"Hehe,iya maaf mih, habisnya disuruh makan susah banget".
ujar Amoy dengan ekspresi sedikit kesal
Aldo pun kemudian mengunyah nasi itu dengan perlahan,kemudian menelannya,lalu setelah Aldo menelannya,disitu wajah Aldo memerah karena ayamnya terlalu pedas.
*Glek
"Haaah!,haah!!,panas!!!,panas!!!,air!,air!,air!".
__ADS_1
ujar Aldo sambil mencari air
Amoy pun kemudian mengambil air yang ada didalam tasnya dan membanjurkannya ke muka Aldo.
*Wuurr!!!
"Nah?,adem kan?".
tanya Amoy kepada Aldo
"Bukan mukanya,tapi mulutnya,haaahhh!!!!".
jawab Aldo sambil mengibas-ngibas mulutnya
"Gua kira mukanya,yaudah maaf,lu tunggu disini gw ambil minum di kantin".
ujar Amoy yang kemudian berlari menuju kearah kantin
Setelah sampai di ruangan tengah rumah sakit,disitu karena Amoy berlari sangat cepat sampai-sampai ia tak melihat bahwa ada seorang wanita yang sedang berjalan kearah berlawanan,dan kemudian Amoy dan wanita tersebut pun bertabrakan dengan cukup keras
*bruk!
"Aduh!".
ujar wanita yang ditabrak Amoy kesakitan
"Waduh!,aduh mbak,mbak,maaf ya saya lagi buru-buru mbak mau saya bantu?".
tanya Amoy kepada wanita dihadapannya yang kesakitan
Wanita itu pun kemudian mengangkat wajahnya secara perlahan,dan setelah Amoy melihat wajah wanita itu, betapa terkejutnya Amoy bahwa wanita yang ditabraknya tak lain adalah Riska sahabatnya.
"Riska?!".
ujar Amoy dengan terkejut
"Amoy?!".
Setelah itu mereka pun kemudian berpelukan karena tak menyangka bahwa mereka berdua dapat bertemu kembali setelah bertahun-tahun tidak bertemu.
"Oh my God!,gw gak nyangka banget bisa ketemu sama Lo disini".
ujar Amoy sambil memeluk Riska
"Iya,gw juga gak nyangka bisa ketemu sama Lo".
ujar Rizka yang memeluk Amoy
"Oh iya btw,Lo ngapain disini?".
tanya Amoy kepada Riska
"Gw disini, karena ibu gw dirawat".
jawab Riska dengan ekspresi sedikit sedih
"What?!,ibu Lo dirawat?,emangnya ibu Lo sakit apa?".
tanya Amoy lagi kepada Riska
"Ibu gw punya penyakit jantung sama kolesterol,dulu sih masih mendingan,tapi sekarang udah parah".
jawab Riska dengan ekspresi wajah memelas
"Owh...Astaga,gw turut prihatin ya".
ujar Amoy sambil mengelus rambut Riska
"Iya moy,oh iya btw,lu ngapain disini?,lu sakit kah?".
__ADS_1
tanya balik Riska kepada Amoy
"Enggak sih,gw gak sakit,gw cuman lagi kontrol rutinan aja tiap Minggu".
jawab Amoy dengan simpel
"Oh...yaudah kalau gitu,gw ke ruangan ibu gw dulu ya,soalnya tadi gw habis dari kantin habis beli makanan buat ibu".
ujar Riska yang hendak berjalan keruangan ibunya
"Yaudah kalau gitu byee".
ujar Amoy melambaikan tangannya kepada Riska
"Byee...".
balas Riska sambil melambaikan tangannya juga
"Aduh!,tadi gw mau ngapain ya?,oh iya beli minum buat Aldo!,Astaga gw lupa lagi!,gw harus cepet-cepet nih!".
ujar Amoy yang kembali berlari menuju ke kantin.
Sesampainya Amoy di kantin disitu Amoy melihat antrean di kantin yang sangat panjang,bila Amoy menunggu maka itu akan memakan waktu selama 1 jam.
"Aduh,panjang banget lagi antreannya,gw harus gimana ya?,hmm...".
ujar Amoy sambil berfikir
Tiba-tiba saja saat Amoy berfikir,disitu Amoy melihat seorang lelaki yang hampir berada di barisan paling depan,dan disitulah Amoy mendapatkan ide.
"Nah!,gw punya ide".
ujar Amoy sambil berlari kearah orang yang berada di barisan depan
"Pak,maaf,saya boleh minta tolong gak?".
tanya Amoy kepada lelaki itu
"Boleh,tapi minta tolong apa mbak?".
tanya balik lelaki itu kepada Amoy
"Gini, temen saya kan lagi kepedesan,jadi dia butuh minum,nah sedangkan saya gak bawa minum,minumnya habis,tadinya saya mau beli,tapi karena antreannya panjang,saya juga gak mungkin ngantri, soalnya membutuhkan waktu lama,jadi saya minta tolong,bapak bisa gak tolong beliin minuman?,nanti uangnya saya tambahin deh".
ujar Amoy merayu lelaki itu
"Yaudah kalau gitu,tapi janji ya mbak ditambahin?".
ujar lelaki itu sambil mendelik kearah Amoy
"Iya".
jawab Amoy sambil mengangguk
tak lama kemudian,lelaki itupun selesai membelikan Amoy minum untuk Aldo,dan sesuai janji,Amoy pun menambahkan uangnya 5X lipat yaitu 20.000.
"Mbak,nih minumannya,sekarang uangnya mana?,udah janji lho".
ujar lelaki itu mengingatkan kembali Amoy
"Iya...nih uangnya,makasih ya".
jawab Amoy sambil memberikan uang 20.000 itu
Lelaki itupun kemudian menerima uang yang telah diberikan oleh Amoy,dan Amoy pun kemudian pergi untuk kembali keruangannya Amoy,setelah Amoy pergi,lelaki itu pun terus memikirkan Amoy.
"Hmm...cantik juga tu cewek".
ujar lelaki itu sambil mengelus-elus dagunya
__ADS_1
Bersambung...