
Aldo pun berfikir selama beberapa menit,disitu ia bingung,apakah ia harus pulang untuk menemui ibunya?,atau tinggal dulu selama beberapa hari di Jakarta untuk melihat kondisi Amoy yang sekarang,sampai pada akhirnya ia pun mengambil sebuah keputusan.
"(Ibu pasti udah rindu banget sama aku,tapi aku rasa,ibu juga pasti bakalan ngerti gimana keadaan disini,yaudah deh,mendingan nanti malam aku telfon ibu aja,aku bakalan ngomong sama ibu,gimana bagusnya?)".
ujar Aldo berbicara didalam hati
Tak lama kemudian mamihnya Aldo memanggil Aldo untuk masuk, karena mau maghrib.
"Do, ayo masuk,udah mau maghrib nih".
ujar mamihnya Aldo memanggil Aldo
"iya mih".
saut Aldo
Aldo pun langsung masuk kedalam rumah mamihnya dan segera mengambil air wudhu untuk segera menunaikan ibadah Shalat Maghrib.
sehabis shalat Maghrib,Aldo pun langsung disuruh mamihnya untuk makan malam dirumahnya.
*dimeja makan
"do,lebih baik kamu nginep disini aja,ya satu hari dua hari Gpp lah,soalnya kan ini udah malem banget,gak mungkin juga kamu pulang malem-malem,nanti takutnya kamu kecapean terus sakit lagi,kan kalau kamu sakit,ibu kamu jadi kepikiran,jadi saran Mamih sih,kamu nginep disini aja dulu,tapi kalau kamu gak mau ya Gpp,Mamih gak maksa".
ujar mamihnya Aldo memberi saran
"iya mih, sebenarnya sih,niatnya Aldo bakalan nginep dulu disini berhari-hari,Aldo juga pengen liat kondisinya Amoy yang sekarang, soalnya Aldo khawatir,Amoy itu kan cantik,apalagi pulangnya suka malem-malem takutnya ada yang apa-apain,dan insyaallah kalau Aldo bisa,Aldo pengen rumah Amoy kayak dulu lagi,Amoy yang baik,dan Sholehah".
jawab Aldo
"Iya sih do,Mamih juga pengen Amoy yang dulu lagi,yang Sholehah dan penyayang,dan kalau kamu bisa rubah Amoy,Mamih udah bersyukur dan senang banget,tapi kamu juga jangan memaksakan kalau memang tidak bisa ya Gpp,takutnya nanti jadi tekanan mental juga buat kamu,Mamih gak mau ngerepotin kamu do".
ujar mamihnya Aldo sambil meneteskan air mata
"Iya mih,Aldo bakalan usahakan yang terbaik,pokoknya Mamih tenang aja ya,karena sikap seseorang itu kadang-kadang bisa berubah,dan sesungguhnya hanya Allah lah yang bisa membolak-balik kan hati manusia".
jawab Aldo
"Iya,kamu bener do,oh iya ayo makan,nanti keburu dingin nasinya".
ujar mamihnya Aldo menyuruh Aldo untuk makan
Saat Aldo hendak menyuapkan nasi ke mulutnya tiba-tiba datang seseorang dari luar yang mengetuk-ngetuk pintu.
*dor dor dor
"Mamih Cepet buka pintunya".
ujar suara seseorang dari luar
Aldo pun segera bergegas ke arah pintu dan segera membukakan pintu untuk orang itu.
"Ya".
ujar Aldo menjawab
Disitu Aldo pun terkejut ia melihat seorang wanita cantik berdiri di hadapannya,mengenakan pakaian yang s3ksi,dan dalam keadaan setengah sadar,tak lama kemudian wanita Itu pingsan dan terjatuh di pundak Aldo.
"Astaghfirullah hal adzim,neng sadar neng,mih!!!".
ujar Aldo berteriak memanggil mamihnya
Mamihnya Aldo pun segera berjalan ke arah pintu dan disitu mamihnya Aldo terkejut melihat wanita yang pingsan di pundaknya Aldo itu tak lain adalah Amoy.
__ADS_1
"Astaghfirullah hal adzim,ya Allah Amoy nak,do,Cepet bawa Amoy ke kamar ya mamih mau ambilin minyak kayu putih dulu".
ujar mamihnya Aldo dengan panik
Aldo pun segera membawa Amoy ke kamarnya, sesampainya Aldo di kamar Amoy,Aldo pun langsung menggeletakan Amoy di kasurnya,selang beberapa menit mamihnya Aldo pun datang ke kamarnya Amoy,sambil membawakan minyak kayu putih.
"ini do,oleskan di hidungnya Amoy ya".
ujar mamihnya Amoy
"iya mih".
jawab Aldo
Aldo pun segera mengoleskan minyak kayu putih itu ke hidungnya Amoy,dan tak lama kemudian Amoy pun tersadar.
"Alhamdulillah,akhirnya kamu sadar juga,Mamih khawatir banget sama kamu, Alhamdulilah".
ujar mamihnya Aldo dengan perasaan sangat senang
Aldo pun ikut senang karena Amoy sudah tersadar.
"mi-mih?,dia siapa?".
ujar Amoy sambil menunjuk ke arah Aldo
"Ih...masa kamu lupa lagi atuh,ini saya Aldo,temen lama kamu,temen kecil kamu".
Jawab Aldo
"Oh iya,iya,iya,gw inget".
jawab Amoy
"A-aduh kepala gw sakit banget".
ujar Amoy sambil memegangi kepalanya
Aldo pun berbisik kepada mamihnya.
"Mih,kayaknya Amoy mabuk berat deh,Mamih siapin aja makan malam buat Amoy,biar Aldo yang siapin Amoy siapa tau dia mau makan".
"Oke do,kamu tunggu disini ya".
jawab mamihnya Aldo
Mamihnya Aldo pun segera keluar dari kamar dan mengambilkan makanan untuk Amoy.
"Kepala kamu teh sakit ya?,sakitnya kenapa?,atau mau Aldo totok nih".
ujar Aldo yang berniat untuk menghibur Amoy
Aldo pun menyiapkan kedua jari manisnya didepan kepalanya dengan posisi kedua jari manis seperti kepala ular yang berdiri.
"Nih sok".
ujar Aldo dengan ekspresi mata mendelik
Amoy pun menjawab
"E-eh enggak,enggak,enggak,gw gak mau".
Amoy pun melemparkan beberapa guling dan bantal ke arah Aldo,sampai Aldo terjatuh, seketika suasana yang tadinya panik berubah menjadi lucu,sampai pada akhirnya mamihnya Aldo pun masuk ke kamar Amoy dan melihat Amoy yang sedang melempari Aldo bantal dan guling,kemudian mamihnya Aldo pun memisahkan Aldo dan Amoy yang bertengkar saat Amoy hendak melemparkan lampu ke arah Aldo.
__ADS_1
"sok,sok nih Aldo lemparin seprei kalau perlu".
ujar Aldo melawan
"eit,jangan berani-berani Lo ya,satu gerakan nih lampu melayang ke kepala Lo hiaaat!".
ujar Amoy yang hendak melemparkan lampu kamar ke arah Aldo
"Eh-eh!!!,stop,stop,stop!!!,udah kalian ini kayak anak kecil aja".
ujar mamihnya Aldo memisahkan mereka berdua
"saya kan memang masih anak kecil mih,hehe".
jawab Aldo
"Do...".
sahut mamihnya Aldo dengan ekspresi mata mendelik ke arah Aldo
"hehe,maaf mih,sini sama Aldo suapin Amoy nya".
jawab Aldo
"Yaudah nih,Inget ya Do,jangan nakal".
ujar mamihnya Aldo memberi peringatan
kepada Aldo
"tenang mih,Aldo mah gak pernah nakal,Aldo mah anak baik hehe".
jawab Aldo
Mamihnya Aldo pun meninggalkan kamar Amoy dan membiarkan Aldo menyuapi Amoy agar mau makan.
"Nih,mau makan sendiri apa sama Aldo di suapin?".
ujar Aldo memberi pilihan kepada Amoy
"Enggak,gw gak mau makan!".
jawab Amoy dengan galak
"Yaudah kalau kamu gak mau makan saya totok nih!".
ujar Aldo mengancam Amoy
"I-iya, iya,iya,gw makan nih,tapi sendiri!".
jawab Amoy sambil mengambil piring yang ada di tangan Aldo
"Nah gitu atuh Aldo mantau disini,sok makan".
ujar Aldo sambil memandangi Amoy yang sedang makan
"Hah,semoga aja Aldo bisa ya bujukin Amoy buat makan,dan semoga aja dengan begini Amoy bisa berubah Aamiin ya rabbal Alamin".
Ujar mamihnya Aldo berharap
Mamihnya Aldo pun kembali ke meja makan untuk melanjutkan makan malamnya,mamihnya Aldo pun tak lupa untuk menyisihkan makanan untuk Aldo,karena ia tahu pasti Aldo akan sangat lapar.
Bersambung...
__ADS_1